Tampilkan postingan dengan label mangga. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label mangga. Tampilkan semua postingan

Jumat, 07 Juni 2013

Temu Mangga

Rimpang temu mangga biasa dimanfaatkan sebagai lalapan oleh masyarakat Jawa Barat bersama dengan tunas mudanya yang disebut umbut. Selain itu, temu mangga juga memiliki khasiat untuk kesehatan diantaranya untuk balur sakit perut dan pengurang lemak, juga dapat menyempitkan vagina/ menciutkan peranakan.
Selain itu, Rimpang temu mangga dapat digunakan sebagai obat penambah nafsu makan, menguatkan syahwat, penangkal racun, penurun panas tubuh karena demam, pencahar, mengobati gatal-gatal, bronkhitis, asma, hingga radang yang disebabkan oleh luka. Di India, rimpang temu mangga digunakan untuk obat masuk angin atau kembung, penguat lambung, pembangkit nafsu makan, memperbaiki pencernaan,dan penurun panas tubuh yang juga di sebabkan oleh demam. Selain itu, temu mangga juga di gunakan untuk mengobati penyakit kulit, berupa bintik-bintik merah yang sangat gatal, dengan cara dibalurkan pada bagian kulit yang gatal tersebut.

Manisan Mangga



Manisan Mangga Muda
Rasa mangga matang yang lebih dominan manis ketimbang asam memang memikat lidah banyak orang. Tidak heran jika kemudian konsumsi mangga matang jauh lebih tinggi jika dibandingkan dengan angka konsumsi mangga muda oleh karena rasanya yang asam. Sebenarnya tak hanya mangga muda saja yang masam, ada beberapa jenis mangga yang sampai mengkal pun masih terasa asam di lidah. Biasanya mangga jenis ini dihindari sebab memang kurang nikmat dan segar. Anda termasuk ke dalam orang-orang tersebut? Jika iya, mulailah belajar membuat penganan dari mangga muda agar lebih nikmat di lidah. Salah satu yang wajib dicoba adalah manisan mangga muda. Penganan yang satu ini selain nikmat dijadikan camilan di segala suasana, juga cocok dijadikan sajian saat lebaran dan hari spesial lainnya.

Siapkan Bahan Yang Diperlukan

Untuk membuat manisan mangga muda sangat mudah sebenranya. Bahan yang digunakan juga cukup mudah didapatkan. Berikut bahan-bahan yang diperlukan untuk meracik manisan:

  1. Mangga muda sebanyak 1 kilogram. Rekomendasi jenis mangga terbaik untuk dijadikan manisan mangga muda adalah mangga indramayu. Kupas kulitnya dan potong-potong memanjang. 
  2. Kapur sirih secukupnya.
Bahan Sirup Manisan A, antara lain:
  1. Air sebanyak 100 mililiter
  2. Gula pasir sebanyak 250 gram
  3. Garam sebanyak 1 sendok makan
Bahan Sirup Manisan B, antara lain:
  1. Air sebanyak 500 mililiter
  2. Gula pasir sebanyak 250 gram
Cara Membuat Manisan Mangga Muda

Setelah semua bahan lengkap, saatnya meracik manisan mangga muda Anda. Adapun langkah demi langkahnya sebagai berikut:
  1. Buah mangga yang telah dipotong-potong memanjang direndam di dalam air yang telah dicampur dengan kapur sirih secukupnya.
  2. Diamkan selama 40 menit. Setelah itu tiriskan dan cuci bersih agar kapur sirih hilang sempurna dari mangga. Jika tidak cermat, rasa pahit dan getir kapur sirih akan lengket ke mangga. Setelah bersih, simpan mangga muda di dalam stoples kaca. Tutup rapat.
  3. Selanjutnya, siapkan bahan dari Sirup Manisan A. Rebus gula pasir tersebut bersama air dan tambahkan garam secukupnya. Terus rebus hingga mendidih. Setelah itu matikan api dan dinginkan air sirup.
  4. Setelah sirup dingin, tuang ke dalam stopless tempat mangga disimpan. Setelah sirup masuk sempurna, tutup rapat stopless dan diamkan semalam penuh.
  5. Besoknya, buang air sirup dari dalam stopless. Selanjutnya, olah bahan Sirup B. Rebus air bersama gula dan kembali dinginkan. Setelah itu masukkan lagi ke dalam stopless seperti sirup A. Diamkan selama 40 menit dengan dimasukkan ke dalam lemari pendingin. 
Saat hendak disajikan, pisahkan air gula dari mangga. Porsi manisan mangga muda ini muat untuk 10 orang. Paling nikmat disajikan sebagai hidangan pembukan pun penutup. Sebagai camilan di sore hari saat bercengkrama bersama keluarga juga tentu menyenangkan. Selamat menikmati ya.

Nama Latin Mangga

Nama latin mangga

Mangga adalah termasuk tumbuhan berkayu yang mempunyai tinggi lebih dari 5 meter, umumnya tingginya 10 hingga 40 meter. Mangga berasal dari wilayah sekitar India dan Myanmar, kemudian menyebar ke Asia Tenggara termasuk Indonesia. Mangga sering juga disebut ampelam atau palem. Dalam bahasa Inggris disebut Manggo.
Nama latin mangga adalah Mangifera indica L. Berikut klasifikasi lengkap buah mangga:
Kingdom: Plantae
Subkingdom: Tracheobionta
Super Divisi: Spermatophyta
Divisi: Magnoliophyta
Kelas: Magnoliopsida
Sub Kelas: Rosidae
Ordo: Sapindales
Famili: Anacardiaceae
Genus: Mangifera
Spesies: Mangifera indica L.

Cara Bikin Puding Mangga

Resep Puding Mangga

Resep Puding Mangga

Untuk membuat puding mangga tidaklah terlalu sulit, kita bisa membuat puding ini sebagai menu penutup atau camilan sehari-hari. Segera siapkan bahan-bahan yang dibutuhkan, tentu saja tidak ketinggalan bahan utama kita yaitu buah mangga. Langsung saja simak resep puding mangga berikut ini yang dikutip dari okefood.com.

Bahan-bahan:
  • 1200 gram susu cair
  • 350 gram gula pasir
  • 3 bungkus agar-agar putih
  • ½ sendok teh garam
  • 400 gram mangga arum manis/gedong/kweni

Cara membuat:
  • Langkah pertama campurkan agar-agar dan gula menjadi satu. kemudian sisihkan.
  • Setelah itu blender mangga dan susu hingga halus.
  • Kemudian masak campuran mangga dan susu hinggga mendidih.
  • Setelah itu masukkan campuran agar-agar dan gula. Masak hingga gula larut sambil diaduk sampai mendidih.
  • Terakhir tuangkan agar-agar ke dalam cetakan yang sudah dibasahi dengan air dan biarkan hingga dingin. Sajikan.

Manfaat Kulit Mangga



       Halooo… kali ini saya akan menjelaskan tentang beberapa manfaat dari Kulit Mangga.  Sebelum ke kulitnya, kita bahas dulu Buah Mangga itu sendiri. Buah mangga itu mengandung banyak sekali khasiat beta karoten atau biasa disebut Vitamin A yang merupakan sumber antioksidan. Kandungan Beta karoten ini bermanfaat untuk mengatasi jerawat. Nah beta karoten itu  merupakanan salah satu nutrisi yang sangat penting bagi Tubuh.  Why?... kok bisa?....
Jadi Begini, Beta karoten dikonversi oleh tubuh menjadi Vitamin A, serta bisa digunakan sebagai obat untuk mengatasi jerawat, bukan Cuma sebagai mengatasi jerawat, tapi berperan penting sebagai konsumsi nutrisi bagi kulit kita. Oleh Karena itu, apabila kekurangan Vitamin A dapat membuat kulit anda terlihat kering, kusam, pori-pori terbuka, jerawat, serta kulit pecah-pecah di bagian tangan, tumit serta lutut. Rutin dan teratur menkonsumsi mangga, dapat membuat kulit anda bersinar. Berarti harus mengkonsumsi. Nah trusss kegunaan dari kulit mangga apa dong?...
Kulit Mangga itu ternyata berkhasiat juga bagi tubuh kita, karena dalam kulit mangga memiliki kandungan AHA atau Alpha Hydroxl Acids. Dan manfaat nya juga banyak sekali, tapi saya hanya menshare beberapa saja, untuk selebihnya silahkan cari di om google… (soalnya yg saya tau aja, yg saya share)….
Yang pertama itu Membantu Peremajaan Kulit.
Bukan hanya daging buahnya yang bisa dinikmati, kulit buah mangga juga bisa dimanfaatkan sebagai pengelupasan kulit dan peremajaan, karena kandungan AHA (Alpha Hydroxyl Acids). Jadikan mangga sebagai sebagai cemilan wajib.
Nah yang kedua itu untuk Menghilangkan Jerawat.
Mangga kaya akan beta karoten (vitamin A), yang merupakan sumber antioksidan. Bukan hanya berfungsi sebagai peremajaan kulit, kandungan beta karoten juga memiliki efek mengatasi jerawat, Jadi, dengan mengonsumsi mangga secara teratur bisa membuat kulit kalian lebih cerah dan bersinar.
Yang ketiga itu Memperlancar Peredaran Darah.
Kok bisa?.... yaiyalah karena Kulit mangga yang digoreng merupakan obat yang mujarab untuk pendarahan yang berlebihan selama haid. Ambillah kulit mangga yang masih hijau warnanya, goreng dalam minyak yang sudah panas. Setelah masak, makanlah, ulangi sampai pendarahan itu berkurang.
Dan yang keempat itu Sebagai Obat Cacing Untuk Anak
Daya antihelmintik pada kulit mangga membantu mencegah penyakit cacing untuk anak-anak, Antihelmintik juga sangat ampuh untuk membunuh kuman dan bakteri dalam perut.

Menanam Mangga



budidaya mangga
Buah mangga merupakan salah satu komoditi yang memiliki nilai ekonomi yang tinggi. Buah yang satu ini memang memiliki pangsa pasar yang stabil sebab mangga memang dikonsumsi sebagai buah meja oleh masyarakat. Selain ditanam di pekarangan rumah warna, buah yang kabarnya berasal dari India ini juga banyak dibudidayakan dalam skala yang lebih besar. Di Indonesia sendiri, sentra budidaya mangga yang ada di Jawa antara lain di Purbolinggo, Cirebon, Indramayu dan masih banyal lagi wilayah lainnya. Tertarik ikut membudidayakan buah mangga? Jika iya, cermati beberapa hal penting berikut ini.

Persyaratan Tumbuh Tanaman Mangga

Ada beberapa hal yang harus dipenuhi agar hasil budidaya mangga kelak lebih optimal, antara lain:

Iklim

Tanaman ini sangat menyukai musim kering yang ada di antara 3 bulan. Masa kering ini sendiri sangat diperlukan buah mangga sebelum dan pada saat ia berbunga. Apa bila ditanamai di wilayah basam maka mangga akan mendapatkan banyak serangan dan bunganya biasanya lebih banyak gugur.


Medium Tanam

Tanah yang cocok untuk mangga tentu yang gembur dan sedikit berpasir. Jauh lebih baik lagi jika ia lempung dan seimbang kadar nitrogennya. Adapun derajat keasamannya antara 5,5 sampai 7,5. Apabila kurang dari 5,5 maka sebaiknya tanah terlebih dahulu dicampur dengan dolomite.

Ketinggian Tempat

Mangga sebaiknya ditanam di wilayah dataran rendah sampai menengah dengan kisaran tempat 0 sampai 500 meter di atas permukaan laut. Buah yang ditanam di dataran tinggi biasanya kurang berkualitas jika dibandingkan dengan yang ditanam di dataran rendah ke menangah.

Teknik Budidaya Mangga

Bibit Mangga

Tanaman mangga bisa diperbanyak melalui 3 cara yakni:
  1. Dengan biji. Sebaiknya pilih biji dari tanaman yang kuat juga sehat. Biji mangga tersebut dikeringkan dan kemudian kulitnya dibuang. Setelah itu biji tersebut disemaikan di sebuah kotak dengan ukuran 100 x 50 x 20 Jarak tanam pada kotak persemaian adalah 10 sampai 20 cm. Biji tersebut ditanam dengan bagian perut mengarah ke bawah agar supaya akarnya tidak menjadi bengkok. Selama proses penyemaian biji tersebut, sebaiknya bbit tidak kekurangan air.
  2. Dengan cara Okulasi. Metode ini dianggap sebagai perbanyakan pohon mangga yang terbaik. Caranya dengan menempelkan tunas dari bagian batang yang buahnya cukup berkualitas ke bagian batang bawah dimana struktur batang akar juga batangnya kuat. Okulasi ini dilakukan sebaiknya di musim kemarau agar bagian yang ditempelkan tersebut tidak membusuk.
  3. Metode Cangkok. Batang yang hendak dicangkok sebaiknya memiliki ukuran diameter 2,5 cm dan merupakan tanaman yang telah berumur minimal 1 tahun. Adapun panjang sayatan cangkokan adalah 5 cm. Sayatan kemudian diberi pupuk kandang dan kemudian dibungkus plastik juga sabut kelapa.
Persiapan Medium Tanam

Proses persiapan dimulai dari pembukaan lahan dengan cara membabat tanaman yang kira-kira menghambat atau tidak diperlukan. Misalnya saja rumput dan juga alang-alang. Selanjutnya, tanah dibajak agar bongkahan batu bisa hilang dan tanah jadi lebih gembur. Selanjutnya tanah yang kurang subur dibikinkan pengaturan jarak tanam yang lebih rapat sementara tanah yang subur jarak tanamnya renggang.

Proses Penanaman

Cara memanamnya dengan menggunting polibag dan memasukkan tanaman beserta tanah dari polybag tersebut. Setelah masuk, timbun sekitar lubang tanam sehingga membentuk guludan. Selanjutnya tekan bagian sekitar batang dan sebaiknya dipasangi kayu penyangga agar tanaman tahan sampai akhirnya akarnya menyatu dengan medium tanam. Selanjutnya, pohon pelindung juga sebaiknya ditanam agar mangga tahan terhadap hembusan aingin. Biasanya yang digunakan oleh petani adalah pohon asam dan juga trembesi.

Pemeliharaan Tanaman

Proses selanjutnya dalam budidaya mangga adalah langkah pemeliharaan. Pertama, lakukan penyiangan. Singkirkan rerumputan atau gulma agar tidak mengganggu tanaman. Selanjutnya lakukan penggemburan atau pembumbunan. Tanah yang padat dan tidak ditumbuhi rerumputan perlu digemburkan. Lakukan di awal musim penghujan. Apabila bibit dari cangkokan, sebaiknya penggemburan tidak dilakukan sangat dalam. Selanjutnya adalah dengan melakukan perempelan atau pemangkasan. Tujuannya untuk membentuk kanopi sehingga produksi mangga jauh lebih baik. Langkah berikutnya adalah pemupukan. Dua jenis pupuk yang digunakan adalah organik dan an-organik. Proses pemeliharaan selanjutnya adalah peningkatan kuantitas buah. Apabila tanaman mangga telah besar dan berbunga, agar lebih banyak bisa disemprotkan dengan polinatur maru atau juga serbuk sari dan ditambahkan dengan hormon giberelin. Dengan cara ini produksi buah bisa meningkat sampai 1,3%.

Proses pemeliharaan dalam budidaya mangga selanjutnya adalah penanggulangan hama juga penyakit. Adapun hama yang sering menyerang tanaman mangga adalah :
  1. Kepik mangga. Ia menyerang buah dan masuk ke dalam daging buahanya.
  2. Bubuk buah mangga.
  3. Bisul daun atau procontarinia matteiana.
  4. Lalat buah
  5. Wareng.
  6. Tungau.
  7. Codot
Sementara itu penyakit yang biasa menyerang mangga antara lain disebabkan oleh jamur Gloeosporium mangiferadan diplodia sp. Penyakit lainnya adalah cendawan jelaga yang disebabkan oleh virus meliola atau juga jamur bernama Capmodium mangiferum. Penyakit selanjutnya adalah bercak karet merah dan kudis buah.

Setelah semua serangkaian proses ini dijalankan, maka petani tinggal menunggu waktu panen buah. Mangga dari bibit cangkokan biasanya berbuah di umur 4 tahun, sementara itu dari okulasi di umur 5 sampai 6 tahun. PAnen biasanya ajtuh di bulan sepetember sampai oktober. Panen dilakukan dengan hati-hati sebab buah tak boleh jatuh, terpotong atau cacat apapun. Hal tersebut akan membuat buah mudah busuk. Budidaya mangga cukup mudah dan menghasilkan banyak keuntungan. Tak ada salahnya dicoba bukan? Selamat menanam mangga!

Mencangkok Mangga



cara mencangkok mangga
Mencangkok tanaman adalah cara paling murah dan juga paling mudah untuk mengembangbiakkan tanaman. Proses pencangkokan dilakukan agar tanaman yang dicangkok memiliki keturunan yang jauh lebih baik dari tanamanan yang dicangkok, sehingga hasil yang diharapkan dari proses pencangkokan itu dapat diambil manfaatnya dengan lebih maksimal. Contohnya adalah pencangkokan pada pohon mangga, dengan menerapkan sistem cangkok pada pohon mangga, kita kemudian bisa mendapatkan buah dengan kualitas yang lebih baik dari pohon mangga yang dicangkok. Selain itu, proses tumbuh dan berkembangnya relatif akan menjadi lebih singkat. Cara mencangkok mangga sendiri cukup mudah, dan bisa dipraktekkan oleh siapapun yang berniat untuk melakukannya. Hanya membutuhkan beberapa step sederhana saja.

Namun sebelum saya memberikan cara mencangkok mangga, ada baiknya jika saya memberikan sedikit gambaran tentang kelebihan dan kebaikan dari proses mencangkok tersebut.
Adapun keuntungan dari mencangkok mangga adalah:

  1. Kita bisa mendapatkan tanaman mangga yang berbuah lebih cepat dari biasanya.
  2. Mutu buah hasil pencangkokan biasanya sama bahkan lebih baik daripada tanaman induknya.
Sedangkan kekurangannya adalah :
  1. Pohon mangga yang diperoleh dari hasil cangkokan hanya memiliki akar serabut yang cenderung rapuh, hal ini kemudian akan menyebabkan pohon mangga lebih mudah roboh jika dibandingkan dengan tanaman yang murni berasal dari perkembangbiakan dengan biji.
  2. Memiliki produksi yang lebih sedikit dan terbatas jika dibandingkan hasil produksi yang dihasilkan oleh pohon indukannya.
Setelah mengetahui kelebihan dan kekurangannya, kita lanjut ke inti dari artikel ini, yaitu cara Mencangkok Mangga. Adapun peralatan dan bahan-bahan yang harus Anda siapkan adalah :
  1. Sebilah Pisau. Pilih yang tajam dan tidak berkarat.
  2. Tali (bisa tali plastik atau Tali bambu)
  3. Plastik transparan atau sabut kelapayang nantinya akan digunakan untuk menutup cangkokan.
  4. Sejumlah Tanah. Usahakan Anda menggunakan tanah yang cenderung lembab dan tentu subur.
Sedangkan step demi step mencangkok pohon mangga adalah sebagai berikut :
  1. Cari dahan yang ukurannya sedang-sedang saja, tidak besar namu juga tidak terlalu kecil.
  2. Beri jarak kurang lebih sekitar 10cm dari batang pohon.
  3. Kelupas sekeliling kulit dahan pohon mangga indukan yang akan dicangkok dengan panjang kupasan kurang lebih 5 cm
  4. Setelah selesai dikupas, keriklah kambium pohon mangga dengan perlahan agar kering.
  5. Tutup kupasan dengan tanah yang lembab dan subur, lalu
  6. Bungkus tanah dengan plastik, dan ikat kedua ujungnya agar tanah tidak terjatuh.
Proses mencangkok mangga pun selesai, namun demikian, setidaknya seminggu sekali Anda harus melihat dan meneliti hasil dari pencangkokan tersebut. Apabila kering, segera siram dengan cara membuka tali pengikat bagian atas cangkokan. Akar akan tumbuh pada batang yang dikupas dan ditutupi dengan tanah yang subur setelah usia cangkokan sekitar dua atau tiga minggu.  Setelah anda merasa akar cangkokan tersebut telah cukup, potong hasil cangkokan dan segera tanam di tanah yang gembur dan subur. Bagaimana, cara mencangkok mangga cukup mudah bukan? Selamat mencoba ya!

Manfaat Biji Mangga

PEMANFAATAN BIJI MANGGA (Mangifera Indica) MENJADI PRODUK OLAHAN JEBINGGA (JENANG BIJI MANGGA)


PEMANFAATAN BIJI MANGGA (Mangifera Indica) MENJADI PRODUK OLAHAN JEBINGGA (JENANG BIJI MANGGA)
Disusun oleh :
LUGITO
Pemanfaatan Biji Mangga (Mangifera Indica) Sebagai Produk Olahan Jebingga

ABSTRAK
 Oleh
Lugito
Tanaman mangga merupakan tanaman yang mudah dijumpai hampir setiap daerah di Indonesia. Tanaman ini tersebar diseluruh daerah tropis di Indonesia. Tanaman yang diduga berasal dari India yaitu di sekitar perbatasan India dengan Burma.
Tanaman ini memiliki 62 spesies. Buah ini terkenal karena kelezatan daging buahnya. namun masyarakat hanya perpaku kepada daging buahnya, sedangkan bijinya hanya dibuang begitu saja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah biji mangga dapat dimanfaatkan sebagai makanan alternative jebingga.
            Dalam pembuatan jebingga penulis menggunakan alat dan bahan sebagai berikut ; pisau, parut, panci, saringan yang terbuat dari kain yang bersih, irus, sendok, kompor, korek, mangkuk, 2 kg biji mangga, 7 buah gula merah,  1 bungkus fanili dan ½ sendok makan garam.
            Adapun cara pembuatannya melalui empat proses yang pertama adalah proses persiapan, kemudian proses pengolahan dan yang ketiga proses perendaman dan proses pemasakan yang selanjutnya uji coba kepada responden.NDari penelitian penulis mendapatkan hasil bahwa dari 2 kg biji mangga + 5 lt air + 7 buah gula merah + ½ sendok garam + 1 bungkus vanili + minyak kelapa 100 ml, dapat menghasilkan 1 mangkuk jebingga.

MOTTO
Jenius adalah 1 % inspirasi dan 99 % keringat
Tidak ada yang dapat menggantikan kerja eras
Keberuntungan adalah sesuatu yang terjadi ketika
Kesempatan bertemu dengan kesiapan
(Thomas A. Edison)
Tidak ada yang akan diselesaikan sama sekali
Jika seorang menunggu sampai ia dapat
Melakukannya dengan sedemikian baiknya, sehingga
Tidak ada seorang pun yang dapat menemukan kesalahan padanya.
(casdinal newman).
Pengetahuan tidaklah cukup : kita harus mengamalkannya niat tidaklah cukup ; kita harus melakukannya.
(johann wolfgang can georhe)
Sumber kekuatan baru bukanlah uang yang berada dalam
Genggaman tangan beberapa orang, namun informasi ditangan orang banyak. (John Na isbitt)
Kita tidak bisa menjadi bijaksana dengan kebijaksanaan orang lain, tetapi kita bisa berpengetahuan dengan pengetahuan orang lain.
(Michel de montalgne.)
BAB I
PENDAHULUAN

1.1       Latar Belakang
Mangga, nama buah ini berasal dari mayalayan monga. Kata ini di Indonesiakan mejadi mangga, dan pada pihak lain, kata inidibawa ke Eropa oleh orang-orang portugis dan diserap menjadi mangga (Bahasa Portugis) mango (bahasa Inggris) dan lain-lain nama ilmiahnya sendiri kira-kira mengandung arti (pohon) yang berbuah mangga, berasal dari India yaitu di sekitar perbatasan India dengan Burma, mangga telah menyebar ke ASIA Tenggara sekurangnya 1500 tahun yang silam buah ini dikenal pula dalam berbagai bahasa daerah seperti mempelam (melayu). Pelem/Pok(Jawa) dan lain-lain.  (www.wikipedia.com)/1:00pm)
Mangga termasuk dalam ganus Mangifera mempunyai 62 spesies namun yang menghasilkan buah yang enak 16 spesies mangga yang kita makan sehari-hari seperti mangga golek termasuk spesies Mangifera indica. Mangga sekerabat dengan Bacang (M. Foetida) kemang (M.Kemanga), kuweni (m.odorata), Kasturi dan banyak lagi. .
(www.wikipedia.com)/1:01pm)
Bagian daerah dari buah mangga yang dikonsumsi hanya daging buahnya saja. Sebab buah mangga kaya akan kalium dan Vitamin C. Kalium yang berfungsi untuk menangkal hiperpensi dan vitamin C yang berfungsi sebagai sintesis kalogen matriks tulang dan gigi metabolisme asam amino, pertahanan tubuh, penyembuhan luka. Selain mangga yang masak masyarkat juga mengkonsumsi buah yang masih muda, yang kerap dijadikan rujak, manisan, irisa buah kering di kalengkan dan lain-lain. . (Sri Pujianto,2008;135) Namun dalam pengonsumsiannya, masyarakat terpaku pada daging buahnya saja. Sedangkan bijinya memiliki kandungan gizi yang tidak kalah banyak.         
Dari uraian di atas maka penulis mengambil judul “Jebingga” untuk meningkatkan nilai guna biji mangga yang selama ini masih belum dimanfaatkan oleh masyarakat mayoritas.
1.2       Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas penulis dapat mengambil beberapa rumusan masalah, sebagai berikut :
1.      Apakah biji mangga dapat dimanfaatkan sebagai olahan jebingga?
2.      Apakah keuntungan dari pemanfaatan biji mangga menjadi olahan jetingga?
1.3       Tujuan Penelitian
1.  Untuk mengetahui apakah biji mangga dapat dimanfaatkan sebagai produk altrnatif jebingga.
2.     untuk mengetahui keuntungan dari pemanfaatan biji mangga menjadi jebingga.

 1.4       Manfaat Penelitian
1.   Meningkatkan nilai guna ataupun nilai ekonomis biji mangga yang selama ini hanya dianggap sebagai limbah
2.  Menjadikan biji mangga sebagai salah satu alternatif produk khas tradisional yang banyak bermanfaat bagi tubuh.


BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
 2.1       Tanaman Mangga ( Mangifera indica)
Pohon mangga termasuk tumbuhan tingkat tinggi yang struktur batangnya (habit) termasuk kelompok arboereus, yaitu tumbuhan berkayu yang mempunyai tinggi batang lebih dari 5 meter. Tinggi pohon mangga mencapai 10 – 40 m dan umurnya bisa mencapai 10 tahun atau lebih.
 ( www.wikipedia.com)
2.1.1    Klasifikasi mangga

Kongdom                     : Plantae
                        Difisi                             : spermatophita
                        Filum                            : magnoliopsida
                        Kelas                           : magnoliopsida
                        Ordo                            : Sapindales
                        Family                          : Anacardiaceae
                        Genus                           : Mangifera
                        Spesies                         : Mangifera indica. (Bienomial
  nomoenklatur)
                        Nama Umum/dagang    : Mangga
2.1.2    Perbandingan Gizi
Komonen Gizi
Mangga Masak
Biji Mangga
Energi (kkal)
Air (%)
Protein (%)
Lemak (%)
Karbohidrat (%)
Gula (%)
Vit C (mg)
Vit B1 (mg)
Vit B2 (mg)
Abu total (%)
Gentian kasar (%)
Sianogen glikosida (%) 
73
86
0,6
0,1
-
11,8
42
0,04
0,04
-
-
-
65
41,38
3,08
9,85
38,68
0,9
13
-
-
2,23
4,79
0,09
Sumber : www.google.com.
2.2       Manfaat Jebingga
Membuat jebingga tidak harus memiliki ketrampilan yang khusus tetapi harus tata cara pembuatannya. Mengkonsumsi jebingga lebih menguntungkan dan bermanfaat dibandingkan buah mangganya.
2.3       Kandungan Nutrisi Tertinggi dalam Biji Mangga
Karbohidrat
Karbohidrat adalah zat produk yang banyak menghasilkan energi yang diperlukan oleh  tubuh, selain  sumber energi, karbohidrat berfungsi dalam penyediaan bahan pembentuk protein dan lemak serta menjaga keseimbangan asam dan basa. Karbohidrat dibagi menjadi 2 golongan yaitu : gula sederhana dan gula majemuk ( Tim Penyusun,2004;93)
Protein
Protein berfungsi sebagai sumber energi, bagian penting untuk plasma sel, zat pembangun                                                         untuk pertumbuhan, pengganti sel-sel yang rusak, pembentuk enzim, hormone, dan anti body, serta mempertahankan vikositas darah. (Tim Penyusun,2004;96)
           
2.4       Kandungan Vitamin Teringgi Dalam Biji Mangga
           
2.4.1    Vitamin C
Vitamin C berfungsi sebagai membentuk metaboisme lemak dan jaringan ikat untuk kesehatan gusi. 
(Tim Penyusun,2004;97)
2.4.2   Vitamin B1
Vitamin B1 berfungsi sebagai pembuat neotransmiter dan metabolisme karbohidrat 
(Tim Penyusun,2004;96)
2.5       Kandungan Air Dalam Biji Mangga

Sebagai pelarut semua senyawa-senyawa yang diperlukan tubuh, sebagai tempat berlangsungnya semua proses metabolisme atau reaksi kimia di dalam tubuh, sebagai sarana transportasi senyawa-senyawa yang diperlukan tubuh dan merupakan sarana homoestatis suhu tubuh. (Tim Penyusun,2006;131)
2.6       Kandungan Lemak Dalam Biji Mangga

Lemak merupakan suatu senyawa organic yang tidak dapat larut di dalam air. Beberapa fungsi lemak yaitu :
1.      sebagai cadangan energi
2.      sebagai pelarut vitamin A,D,E dan K
3.      lapisan lemak pada kulit melindungi tubuh dari hawa dingin
4.      sebagai komponen penyusun membrane sel dan membrane organel sel
5.      melindungi organ-organ vital, misalnya jantung dan ginjal.
Berdasarkan sumbernya lemak dibagi menjadi 2 yaitu lemak nabati, yang berasal dari tumbuhan dan lemak hewani yang berasal dari hewan. “lemak yang terkandung dalam jebingga termasuk lemak nabati”.
2.7       Hipotesa
Dari hasil penelitian percobaan penulis berhipotesis bahwa :
1.  Biji mangga dapat diolah menjadi JEBINGGA melalui 5 proses yaitu persiapan, proses pengolahan bahan, proses perendaman, proses pemasakan dan uji coba JEBINGGA kepada responden.

2.   Jebingga dapat disukai oleh responden.

BAB III
METODOLOGI PENELITIAN
3.1      Populasi Penelitian

Biji Mangga
3.2      Sample Penelitian

2 kg biji mangga + 5 lt air + 7 buah gula merah + ½ sendok garam + 1 bungkus vanili + minyak kelapa 100 ml
3.3       Tempat Penelitian
Penelitian ini dilakukan di laboratorium IPA SMA Negeri 1 Seputih Agung
3.4       Waktu Penelitian
Waktu penelitian dilakukan Pada tanggal tanggal 24 September 2009
3.5       Alat dan Bahan
3.5.1    Alat
a. Pisau
b. Parut
c. Panci
d. Saringan yang terbuat dari kain yang bersih
e. Irus
f. sendok
g. kompor
h. korek
i. mangkuk
            3.5.2    Bahan
                        a. 2 Kg biji mangga
                        b. 7 buah Gula merah
                        c. 1 bungkus fanili
                        d. ½ sendok makan garam
                        e. 5 lt. air :
                           - untuk proses perendaman 2,5 lt air
                           - untuk proses pencucian 1,5 lt air
                           - untuk proses perebusan 1 lt air
                        f. 100 ml minyak kelapa
3.6       Cara Kerja

a.      Proses persiapan
         1. Menyiapkan alat dan bahan
         2. Mengambil bagian dalam biji dengan cara membelahnya dengan
             pisau

b.      Proses Pengolahan
         1. Mencuci hasil belahan biji mangga hingga bersih
         2. Setelah proses pencucian selesai selanjutnya dilakukan pemarutan
             biji mangga, agar mudah mengambil sari patinya.
         3. Setelah mendapatkan sari pati, saring dahulu agar air yang
             terkandung hilang sehingga dihasilkan sari pati yang baik.

c.       Proses perendaman
1.   Selanjutnya dilakukan perendaman sari pati + 30 – 40 menit, sampai airnya bening, kemudian buang airnya pelan-pelan agar sari pati tersebut tidak menjadi keruh. Tetapi jika ingin menghasilkan  sari pati yang lebih baik lagi, dilakukan perendaman selama + 3 – 4 jam.

d.       Proses Pemasakan
1. Setelah semuanya selesai siapkan panci di atas kompor dengan air 1L, kemudian masukan sari pati biji mangga. Tetapi sebelumnya sari pati dicuci terlebih dahulu untuk terakhir kalinya.
2.  Proses Pemasakan dilakukan dengan penambahan bahan penolong seperti : gula merah, fanili, garam, dan minyak kelapa.
3.  Proses Pengadukan dilakukan secara berkali-kali + 1 jam hingga matang.
4.  Setelah matang didiamkan selama 30 menit baru dituangkan di
                           dalam mangkuk yang telah disiapkan.

BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1       Hasil Penelitian
4.1.1    Data Hasil Penelitian

Setelah melakukan penelitian memperoleh data-data sebagai berikut :
Dari 2 kg biji mangga + air + 7 buah gula merah + ½ sendok garam + 1 bungkus vanili + minyak kelapa 100 ml, dapat menghasilkan           1 mangkuk jebingga.
4.1.2    Data Responden
Pendapat dari 20 responden terhadap jebingga, yaitu ;
-     Percobaan 1
                              Suka          : 60 %
                              Tidak suka : 40 %
-     Percobaan 2
                              Suka          : 80 %
                              Tidak suka : 20 %
-     Percobaan 3
                              Suka          : 90 %
                              Tidak suka : 10 %
4.2       Pembahasan
Dari hasil penelitian percobaan dapat diketahui bahwa biji mangga yang selama ini dianggap sebagai limbah dapat dimanfaatkan sebagai bahan produk olahan alternatif “ jebingga “ (jenang biji mangga), hal ini terbukti dari penelitian terhadap 20 responden bahwa 90 % responden menyatakan cita rasa jebingga lebih nikmat dibandingkan dengan jetang ketan / biasa. Penulis seperti halnya jenis tumbuhan berbiji (spermathophyta) lainnya yang mengandung banyak karbohidrat, vitamin, mineral dan kandungan lainnya membuat biji mangga menjadi ide untuk produk olahan alternatif yaitu jebingga.
Di dalam biji mangga telah dijelaskan bahwa kandungan nutrisinya tidak kalah baik dengan daging buahnya sepeti kaya akan karbohidrat sebagai sumber energi tubuh dan penyusun komponen-komponen sel, protein sebagai zat pembangun sel-sel tubuh dan lemak dan sebagai cadangan energi tubuh dan pelarut vitamin A, D, E dan K. Oleh sebab itu berbagai macam nutrisi atau gizi tersebut diolah dan ditambahkan oleh bahan pendukung lainnya. (Sri Pujianto,2008;130-132)
           
Di dalam pembuatan jebingga selain bahan pokok bahan penolong sangatlah diperlukan karena sangat membantu dan mendukung hasil jenang yang optimal dan baik seperti gula merah yang bergua untuk pemberi warna pada jenang, pemberi aroma, pemberi rasa manis, sebagai bahan pengawet dan pembentuk tektur atau lapisan keras pada jenang.
(Erna Hartati dkk,1996;4)
Dan juga garam yang berguna menambah rasa gurih, lezat dan membangkitkan aroma, membantu menghindari pertumbuhan bakteri. Selain itu dengan munculnya produk olahan jebingga dapat lebih menarik minat konsumsi jenang pada umumnya. Karena rasa dari jebingga tidak kalah enak dengan jenang-jenang lainnya sehingga pengkonsumsi jenang ini dapat menambah jajanan masyarakat. (Erna Hartati dkk,1996;4)
Oleh sebab itu, para pengonsimsi buah mangga pada umumnya dapat lebih memanfaatkan buah mangga tersebut, tidak hanya diambil daging buahnya saja, akan tetapi biji mangga pun juga bermanfaat, sehingga konsumen dapat mengurangi limbah biji mangga yang menggangu lingkungan sehari-hari dan menjadi masyarakat yang lebih kreatif serta inovatif.
Selain itu dari segi ekonomi, pembuatan jebingga oleh masyarakat dapat menumbuhkan dan meningkatkan nilai perekonomian rakyat. Sehingga pembangunan perekonomian rakyar menjadi lebih maju dan kreatif. Dari pernyataan di atas penulis yakin bahwa biji mangga yang menjadi limbah karena dapat dimanfaatkan menjadi produk olahan alternatif yang nikmat dan menguntungkun.

BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
5.1       Kesimpulan

Adapun kesimpulan yang diperoleh penulis setelah melakukan penelitian sebagai berikut :

1.   Biji mangga dapat dijadikan sebagai produk olahan alternatif (jenang).

2.  Menambah daya tarik untuk mengonsumsi biji mangga sehingga meningkatkan nilai pemanfaatan biji mangga.

DAFTAR PUSTAKA
Tim Penyusun.2004.Biologi, Kelas XII.Jakarta;Erlangga.
Pujiyanto, Sri 2008.Menjelaskan Danial Biologi Kelas XI.Jakarta;Platinum.
Tim Penyusun 2003.Kimia XB.Jakarta;Yudistira.
Hadi Susanto, Wuwarno.2004.Biologi Kelas X.Jakarta.Sunda Kelapa Pustaka
Erna Hartati dkk 1996;4.

Macam macam Mangga



Jenis Buah Mangga
Mengkonsumsi buah mangga akan memberi banyak keuntungan bagi tubuh Anda. Selain sarana detoksifikasi, buah yang didominasi rasa manis dan sedikit asam ini juga ampuh menyembuhkan dan mencegah beberapa penyakit. Di Indonesia, mangga sendiri telah lama dikenal dan bahkan di beberapa wilayah ia merupakan tanaman yang wajib ditanam di pekarangan rumah warga. Selain diambil buahnya, pohon mangga juga baik dijadikan pokon peneduh. Ada banyak jenis mangga di dunia ini. Meski secara umum sama, namun jika Anda jeli Anda akan menemukan perbedaan pada masing-masing varietas ini. Jika dilihat dari unsur ekonomi, ada beberapa jenis buah mangga yang paling populer dibudidayakan oleh sebab nilai ekonominya jauh lebih tinggi. Apa saja? Berikut jenis-jenis buah mangga lokal yang paling banyak dibudidayakan, antara lain:
  • Mangga Golek. Jenis mangga yang satu ini mudah dikenali karena bentuknya yang khas. Ia tidak bulat buah seperti mangga lainnya. Si golek ini justru terlihat sedikit memanjang. Buah mangga golek tidak terlalu besar. Buahnya memiliki panjang normal sekitar 0.9 meter. Buah ini memiliki rasa yang sangat manis dan lebih dominan ketimbang rasa asamnya. Saat ia terlalu matang, kadar airnya akn bertambah dan rasanya hampir menyerupai buah pepaya. Dalam kondiis matang sempurna, daging buahnya tebal serta lunak dengan warna kuning tua menjurus ke oranye. Buahnya tidak memiliki serat berlebih. Nama golek boleh jadi diambil dari bahasa Jawa yang berarti mencari. Falsafahnya mungkin setelah Anda mencicipinya sekali Anda akan mencarinya lagi dan lagi.
  • Mangga Arumanis. Jenis buah mangga yang satu ini dinamai arum dan manis sebab memang kedua kata tersebut mewakili kualitasnya. Buah ini memang memiliki bau yang khas dan juga manis tentunya. Buah mangga yang telah tua biasanya memiliki kulit yang tetap hijau tetapi lebih tua. Kulit buah ini biasanya dilapisi dengan lilin sehingga ia tampak berwarna kelabu. Kulit mangga yang satu ini tidak terlalu tipis dan juga tidak terlalu tebal. Rasanya merupakan percampuran manis dan asam.
  • Mangga Manalagi. Mangga yang satu ini memiliki rasa yang serupa dengan perpaduan mangga golek dan mangga arumanis. Ukuran buahnya tidak terlalu besar dengan ketinggian pohon yang bisa mencapai angka 8 meter. Buahnya berbentuk lonjong dengan ujung daun yang sedikit runcing. Buah ini saat muda memiliki kulit hijau muda sedangkan pada saat matang, kulit tersebit hijau tua dan dilapisi lilin sehingga terlihat kelabu. Salah satu signatur jenis mangga manalagi adalah bintik-bintik putih yang memenuhi kulit buahnya.
  • Mangga Gedong Gincu. Buah yang satu ini paling banyak dikembangkan di Majalengka juga Cirebon. Signaturnya adalah warna kulitnya yang cantik dan cerah. Warnanya seolah kombinasi dari warna oranye, merah, sedikit warna hijau dan kuning. Harganya di pasaran cukup stabil dan paling banyak ditemukan di pusat perbelanjaan. Daging buah jenis mangga yang satu ini cukup nikmat. Ia mengandung banyak air. Meski didominasi rasa manis, namun tak jarang pula yang merasakan asamnya di ujung lidah. 
  • Mangga Endog. Mangga yang satu ini dikenal oleh karena bentuk dan ukuran buahnya yang kecil layakya telur. Endog sendiri dalam bahasa jawa memang berarti telur. Buah ini memiliki permukaan kulit yang lumayan halus dan dilapisi lilin. Jika kita teliti memprhatikan maka akan menemukan bintik-bintik putih dan hijau pada kulitnya. Daging buahnya padat dan berserat dengan kandungan air yang sedikit. Harus diakui aroma buah mangga yang satu ini kurang semerbak dan rasa manisnya juga kurang jika dibandingkan dengan jenis mangga lainnya.
  • Mangga Lalijiwa. Jenis mangga lokal yang satu ini cukup terkenal terutama di tanah Jawa. Rasa dagingnya lezat dan bisa bikin lupa diri kata sebagian orang. Kaena itu ia dinamai Lali Jiwa. Buahnya bulat dengan warna daging kuning tua saat matang sempurna. Aroma buah yang satu ini memang kurang kuat tetapi meski demikian tetap banyak yang menggilainya.
  • Mangga Madu. Buah yang satu ini memang memiliki rasa layaknya madu. Manis dan tidak tertinggal di lidah. Buahnya bulat sedikit memanjang dengan ukuran berkisar di angka 10,5 cm. Kulit buahnya hijau muda dan semakin tua akan dilapisi lilin yang juga semakin tebal.
  • Mangga Kemang. Jenis buah mangga yang satu ini dikenal juga dengan nama Binjai dan juga Binlo putih. Pohonnya bisa mencapai tinggi antara 20 sampai 40 meter. Buahnya yang telah matang sempurna akan berwarna kecoklatan dan sedikit kuning. Rasanya perpaduan manis dan asam yang seimbang. Karena hal tersebut sehingga ia populer dijadikan rujak.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...