Rimpang temu mangga biasa dimanfaatkan sebagai lalapan oleh masyarakat
Jawa Barat bersama dengan tunas mudanya yang disebut umbut. Selain itu,
temu mangga juga memiliki khasiat untuk kesehatan diantaranya untuk
balur sakit perut dan pengurang lemak, juga dapat menyempitkan vagina/
menciutkan peranakan.
Selain itu, Rimpang temu mangga dapat digunakan
sebagai obat penambah nafsu makan, menguatkan syahwat, penangkal racun,
penurun panas tubuh karena demam, pencahar, mengobati gatal-gatal,
bronkhitis, asma, hingga radang yang disebabkan oleh luka. Di India,
rimpang temu mangga digunakan untuk obat masuk angin atau kembung,
penguat lambung, pembangkit nafsu makan, memperbaiki pencernaan,dan
penurun panas tubuh yang juga di sebabkan oleh demam. Selain itu, temu
mangga juga di gunakan untuk mengobati penyakit kulit, berupa
bintik-bintik merah yang sangat gatal, dengan cara dibalurkan pada
bagian kulit yang gatal tersebut.
Tampilkan postingan dengan label mangga. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label mangga. Tampilkan semua postingan
Jumat, 07 Juni 2013
Manisan Mangga
Rasa mangga matang yang
lebih dominan manis ketimbang asam memang memikat lidah banyak orang.
Tidak heran jika kemudian konsumsi mangga matang jauh lebih tinggi jika
dibandingkan dengan angka konsumsi mangga muda oleh karena rasanya yang
asam. Sebenarnya tak hanya mangga muda saja yang masam, ada beberapa
jenis mangga yang sampai mengkal pun masih terasa asam di lidah.
Biasanya mangga jenis ini dihindari sebab memang kurang nikmat dan
segar. Anda termasuk ke dalam orang-orang tersebut? Jika iya, mulailah
belajar membuat penganan dari mangga muda agar lebih nikmat di lidah.
Salah satu yang wajib dicoba adalah manisan mangga muda. Penganan
yang satu ini selain nikmat dijadikan camilan di segala suasana, juga
cocok dijadikan sajian saat lebaran dan hari spesial lainnya.
Siapkan Bahan Yang Diperlukan
Untuk membuat manisan mangga muda sangat mudah sebenranya. Bahan yang digunakan juga cukup mudah didapatkan. Berikut bahan-bahan yang diperlukan untuk meracik manisan:
- Mangga muda sebanyak 1 kilogram. Rekomendasi jenis mangga terbaik untuk dijadikan manisan mangga muda adalah mangga indramayu. Kupas kulitnya dan potong-potong memanjang.
- Kapur sirih secukupnya.
- Air sebanyak 100 mililiter
- Gula pasir sebanyak 250 gram
- Garam sebanyak 1 sendok makan
- Air sebanyak 500 mililiter
- Gula pasir sebanyak 250 gram

- Buah mangga yang telah dipotong-potong memanjang direndam di dalam air yang telah dicampur dengan kapur sirih secukupnya.
- Diamkan selama 40 menit. Setelah itu tiriskan dan cuci bersih agar kapur sirih hilang sempurna dari mangga. Jika tidak cermat, rasa pahit dan getir kapur sirih akan lengket ke mangga. Setelah bersih, simpan mangga muda di dalam stoples kaca. Tutup rapat.
- Selanjutnya, siapkan bahan dari Sirup Manisan A. Rebus gula pasir tersebut bersama air dan tambahkan garam secukupnya. Terus rebus hingga mendidih. Setelah itu matikan api dan dinginkan air sirup.
- Setelah sirup dingin, tuang ke dalam stopless tempat mangga disimpan. Setelah sirup masuk sempurna, tutup rapat stopless dan diamkan semalam penuh.
- Besoknya, buang air sirup dari dalam stopless. Selanjutnya, olah bahan Sirup B. Rebus air bersama gula dan kembali dinginkan. Setelah itu masukkan lagi ke dalam stopless seperti sirup A. Diamkan selama 40 menit dengan dimasukkan ke dalam lemari pendingin.
Saat hendak disajikan, pisahkan air gula dari mangga. Porsi manisan mangga muda
ini muat untuk 10 orang. Paling nikmat disajikan sebagai hidangan
pembukan pun penutup. Sebagai camilan di sore hari saat bercengkrama
bersama keluarga juga tentu menyenangkan. Selamat menikmati ya.
Nama Latin Mangga
Nama latin mangga
Nama latin mangga adalah Mangifera indica L. Berikut klasifikasi lengkap buah mangga:
Kingdom: Plantae
Subkingdom: Tracheobionta
Super Divisi: Spermatophyta
Divisi: Magnoliophyta
Kelas: Magnoliopsida
Sub Kelas: Rosidae
Ordo: Sapindales
Famili: Anacardiaceae
Genus: Mangifera
Spesies: Mangifera indica L.
Cara Bikin Puding Mangga
Resep Puding Mangga

Untuk membuat puding mangga tidaklah terlalu sulit, kita bisa membuat
puding ini sebagai menu penutup atau camilan sehari-hari. Segera siapkan
bahan-bahan yang dibutuhkan, tentu saja tidak ketinggalan bahan utama
kita yaitu buah mangga. Langsung saja simak resep puding mangga berikut ini yang dikutip dari okefood.com.
Bahan-bahan:
- 1200 gram susu cair
- 350 gram gula pasir
- 3 bungkus agar-agar putih
- ½ sendok teh garam
- 400 gram mangga arum manis/gedong/kweni
Cara membuat:
- Langkah pertama campurkan agar-agar dan gula menjadi satu. kemudian sisihkan.
- Setelah itu blender mangga dan susu hingga halus.
- Kemudian masak campuran mangga dan susu hinggga mendidih.
- Setelah itu masukkan campuran agar-agar dan gula. Masak hingga gula larut sambil diaduk sampai mendidih.
- Terakhir tuangkan agar-agar ke dalam cetakan yang sudah dibasahi dengan air dan biarkan hingga dingin. Sajikan.
Manfaat Kulit Mangga

Halooo… kali ini saya akan menjelaskan tentang beberapa manfaat dari Kulit Mangga. Sebelum ke kulitnya, kita bahas dulu Buah Mangga itu sendiri. Buah mangga itu mengandung banyak sekali khasiat beta karoten atau biasa disebut Vitamin A yang merupakan sumber antioksidan. Kandungan Beta karoten ini bermanfaat untuk mengatasi jerawat. Nah beta karoten itu merupakanan salah satu nutrisi yang sangat penting bagi Tubuh. Why?... kok bisa?....
Jadi
Begini, Beta karoten dikonversi oleh tubuh menjadi Vitamin A, serta bisa
digunakan sebagai obat untuk mengatasi jerawat, bukan Cuma sebagai mengatasi
jerawat, tapi berperan penting sebagai konsumsi nutrisi bagi kulit kita. Oleh
Karena itu, apabila kekurangan Vitamin A dapat membuat kulit anda terlihat
kering, kusam, pori-pori terbuka, jerawat, serta kulit pecah-pecah di bagian
tangan, tumit serta lutut. Rutin dan teratur menkonsumsi mangga, dapat membuat
kulit anda bersinar. Berarti harus mengkonsumsi. Nah trusss kegunaan dari kulit
mangga apa dong?...
Kulit
Mangga itu ternyata berkhasiat juga bagi tubuh kita, karena dalam kulit mangga
memiliki kandungan AHA atau Alpha Hydroxl Acids. Dan manfaat nya juga banyak
sekali, tapi saya hanya menshare beberapa saja, untuk selebihnya silahkan cari
di om google… (soalnya yg saya tau aja, yg saya share)….
Yang
pertama itu Membantu Peremajaan Kulit.
Bukan
hanya daging buahnya yang bisa dinikmati, kulit buah mangga juga bisa
dimanfaatkan sebagai pengelupasan kulit dan peremajaan, karena kandungan AHA
(Alpha Hydroxyl Acids). Jadikan mangga sebagai sebagai cemilan wajib.
Nah yang
kedua itu untuk Menghilangkan Jerawat.
Mangga
kaya akan beta karoten (vitamin A), yang merupakan sumber antioksidan. Bukan
hanya berfungsi sebagai peremajaan kulit, kandungan beta karoten juga memiliki
efek mengatasi jerawat, Jadi, dengan mengonsumsi mangga secara teratur bisa
membuat kulit kalian lebih cerah dan bersinar.
Yang
ketiga itu Memperlancar Peredaran Darah.
Kok
bisa?.... yaiyalah karena Kulit mangga yang digoreng merupakan obat yang
mujarab untuk pendarahan yang berlebihan selama haid. Ambillah kulit mangga
yang masih hijau warnanya, goreng dalam minyak yang sudah panas. Setelah masak,
makanlah, ulangi sampai pendarahan itu berkurang.
Dan yang
keempat itu Sebagai Obat Cacing Untuk Anak
Daya
antihelmintik pada kulit mangga membantu mencegah penyakit cacing untuk
anak-anak, Antihelmintik juga sangat ampuh untuk membunuh kuman dan bakteri
dalam perut.
Menanam Mangga
Buah mangga merupakan salah satu komoditi yang memiliki nilai ekonomi
yang tinggi. Buah yang satu ini memang memiliki pangsa pasar yang stabil
sebab mangga memang dikonsumsi sebagai buah meja oleh masyarakat. Selain
ditanam di pekarangan rumah warna, buah yang kabarnya berasal dari
India ini juga banyak dibudidayakan dalam skala yang lebih besar. Di
Indonesia sendiri, sentra budidaya mangga yang ada di Jawa antara
lain di Purbolinggo, Cirebon, Indramayu dan masih banyal lagi wilayah
lainnya. Tertarik ikut membudidayakan buah mangga? Jika iya, cermati
beberapa hal penting berikut ini.
Persyaratan Tumbuh Tanaman Mangga
Ada beberapa hal yang harus dipenuhi agar hasil budidaya mangga kelak lebih optimal, antara lain:
Iklim
Tanaman ini sangat menyukai musim kering yang ada di antara 3 bulan. Masa kering ini sendiri sangat diperlukan buah mangga sebelum dan pada saat ia berbunga. Apa bila ditanamai di wilayah basam maka mangga akan mendapatkan banyak serangan dan bunganya biasanya lebih banyak gugur.
Medium Tanam
Tanah yang cocok untuk mangga tentu yang gembur dan sedikit berpasir. Jauh lebih baik lagi jika ia lempung dan seimbang kadar nitrogennya. Adapun derajat keasamannya antara 5,5 sampai 7,5. Apabila kurang dari 5,5 maka sebaiknya tanah terlebih dahulu dicampur dengan dolomite.
Ketinggian Tempat
Mangga sebaiknya ditanam di wilayah dataran rendah sampai menengah dengan kisaran tempat 0 sampai 500 meter di atas permukaan laut. Buah yang ditanam di dataran tinggi biasanya kurang berkualitas jika dibandingkan dengan yang ditanam di dataran rendah ke menangah.
Teknik Budidaya Mangga
Bibit Mangga
Tanaman mangga bisa diperbanyak melalui 3 cara yakni:
- Dengan biji. Sebaiknya pilih biji dari tanaman yang kuat juga sehat. Biji mangga tersebut dikeringkan dan kemudian kulitnya dibuang. Setelah itu biji tersebut disemaikan di sebuah kotak dengan ukuran 100 x 50 x 20 Jarak tanam pada kotak persemaian adalah 10 sampai 20 cm. Biji tersebut ditanam dengan bagian perut mengarah ke bawah agar supaya akarnya tidak menjadi bengkok. Selama proses penyemaian biji tersebut, sebaiknya bbit tidak kekurangan air.
- Dengan cara Okulasi. Metode ini dianggap sebagai perbanyakan pohon mangga yang terbaik. Caranya dengan menempelkan tunas dari bagian batang yang buahnya cukup berkualitas ke bagian batang bawah dimana struktur batang akar juga batangnya kuat. Okulasi ini dilakukan sebaiknya di musim kemarau agar bagian yang ditempelkan tersebut tidak membusuk.
- Metode Cangkok. Batang yang hendak dicangkok sebaiknya memiliki ukuran diameter 2,5 cm dan merupakan tanaman yang telah berumur minimal 1 tahun. Adapun panjang sayatan cangkokan adalah 5 cm. Sayatan kemudian diberi pupuk kandang dan kemudian dibungkus plastik juga sabut kelapa.

Proses Penanaman
Cara memanamnya dengan menggunting polibag dan memasukkan tanaman beserta tanah dari polybag tersebut. Setelah masuk, timbun sekitar lubang tanam sehingga membentuk guludan. Selanjutnya tekan bagian sekitar batang dan sebaiknya dipasangi kayu penyangga agar tanaman tahan sampai akhirnya akarnya menyatu dengan medium tanam. Selanjutnya, pohon pelindung juga sebaiknya ditanam agar mangga tahan terhadap hembusan aingin. Biasanya yang digunakan oleh petani adalah pohon asam dan juga trembesi.
Pemeliharaan Tanaman
Proses selanjutnya dalam budidaya mangga adalah langkah pemeliharaan. Pertama, lakukan penyiangan. Singkirkan rerumputan atau gulma agar tidak mengganggu tanaman. Selanjutnya lakukan penggemburan atau pembumbunan. Tanah yang padat dan tidak ditumbuhi rerumputan perlu digemburkan. Lakukan di awal musim penghujan. Apabila bibit dari cangkokan, sebaiknya penggemburan tidak dilakukan sangat dalam. Selanjutnya adalah dengan melakukan perempelan atau pemangkasan. Tujuannya untuk membentuk kanopi sehingga produksi mangga jauh lebih baik. Langkah berikutnya adalah pemupukan. Dua jenis pupuk yang digunakan adalah organik dan an-organik. Proses pemeliharaan selanjutnya adalah peningkatan kuantitas buah. Apabila tanaman mangga telah besar dan berbunga, agar lebih banyak bisa disemprotkan dengan polinatur maru atau juga serbuk sari dan ditambahkan dengan hormon giberelin. Dengan cara ini produksi buah bisa meningkat sampai 1,3%.
Proses pemeliharaan dalam budidaya mangga selanjutnya adalah penanggulangan hama juga penyakit. Adapun hama yang sering menyerang tanaman mangga adalah :
- Kepik mangga. Ia menyerang buah dan masuk ke dalam daging buahanya.
- Bubuk buah mangga.
- Bisul daun atau procontarinia matteiana.
- Lalat buah
- Wareng.
- Tungau.
- Codot
Setelah semua serangkaian proses ini dijalankan, maka petani tinggal menunggu waktu panen buah. Mangga dari bibit cangkokan biasanya berbuah di umur 4 tahun, sementara itu dari okulasi di umur 5 sampai 6 tahun. PAnen biasanya ajtuh di bulan sepetember sampai oktober. Panen dilakukan dengan hati-hati sebab buah tak boleh jatuh, terpotong atau cacat apapun. Hal tersebut akan membuat buah mudah busuk. Budidaya mangga cukup mudah dan menghasilkan banyak keuntungan. Tak ada salahnya dicoba bukan? Selamat menanam mangga!
Mencangkok Mangga
Mencangkok
tanaman adalah cara paling murah dan juga paling mudah untuk
mengembangbiakkan tanaman. Proses pencangkokan dilakukan agar tanaman
yang dicangkok memiliki keturunan yang jauh lebih baik dari tanamanan
yang dicangkok, sehingga hasil yang diharapkan dari proses pencangkokan
itu dapat diambil manfaatnya dengan lebih maksimal. Contohnya adalah
pencangkokan pada pohon mangga, dengan menerapkan sistem cangkok pada
pohon mangga, kita kemudian bisa mendapatkan buah dengan kualitas yang
lebih baik dari pohon mangga yang dicangkok. Selain itu, proses tumbuh
dan berkembangnya relatif akan menjadi lebih singkat. Cara mencangkok mangga
sendiri cukup mudah, dan bisa dipraktekkan oleh siapapun yang berniat
untuk melakukannya. Hanya membutuhkan beberapa step sederhana saja.
Namun sebelum saya memberikan cara mencangkok mangga, ada baiknya jika saya memberikan sedikit gambaran tentang kelebihan dan kebaikan dari proses mencangkok tersebut.
Namun sebelum saya memberikan cara mencangkok mangga, ada baiknya jika saya memberikan sedikit gambaran tentang kelebihan dan kebaikan dari proses mencangkok tersebut.
Adapun keuntungan dari mencangkok mangga adalah:
- Kita bisa mendapatkan tanaman mangga yang berbuah lebih cepat dari biasanya.
- Mutu buah hasil pencangkokan biasanya sama bahkan lebih baik daripada tanaman induknya.
- Pohon mangga yang diperoleh dari hasil cangkokan hanya memiliki akar serabut yang cenderung rapuh, hal ini kemudian akan menyebabkan pohon mangga lebih mudah roboh jika dibandingkan dengan tanaman yang murni berasal dari perkembangbiakan dengan biji.
- Memiliki produksi yang lebih sedikit dan terbatas jika dibandingkan hasil produksi yang dihasilkan oleh pohon indukannya.
- Sebilah Pisau. Pilih yang tajam dan tidak berkarat.
- Tali (bisa tali plastik atau Tali bambu)
- Plastik transparan atau sabut kelapayang nantinya akan digunakan untuk menutup cangkokan.
- Sejumlah Tanah. Usahakan Anda menggunakan tanah yang cenderung lembab dan tentu subur.

- Cari dahan yang ukurannya sedang-sedang saja, tidak besar namu juga tidak terlalu kecil.
- Beri jarak kurang lebih sekitar 10cm dari batang pohon.
- Kelupas sekeliling kulit dahan pohon mangga indukan yang akan dicangkok dengan panjang kupasan kurang lebih 5 cm
- Setelah selesai dikupas, keriklah kambium pohon mangga dengan perlahan agar kering.
- Tutup kupasan dengan tanah yang lembab dan subur, lalu
- Bungkus tanah dengan plastik, dan ikat kedua ujungnya agar tanah tidak terjatuh.
Manfaat Biji Mangga
PEMANFAATAN BIJI MANGGA (Mangifera Indica) MENJADI PRODUK OLAHAN JEBINGGA (JENANG BIJI MANGGA)
PEMANFAATAN BIJI MANGGA (Mangifera Indica) MENJADI
PRODUK OLAHAN JEBINGGA (JENANG BIJI MANGGA)
Disusun oleh :
LUGITO
Pemanfaatan Biji Mangga (Mangifera Indica) Sebagai
Produk Olahan Jebingga
ABSTRAK
Oleh
Lugito
Tanaman
mangga merupakan tanaman yang mudah dijumpai hampir setiap daerah di Indonesia.
Tanaman ini tersebar diseluruh daerah tropis di Indonesia. Tanaman yang
diduga berasal dari India yaitu di sekitar perbatasan India dengan Burma.
Tanaman ini memiliki 62 spesies. Buah ini terkenal karena
kelezatan daging buahnya. namun masyarakat hanya perpaku kepada daging buahnya,
sedangkan bijinya hanya dibuang begitu saja. Penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui apakah biji mangga dapat dimanfaatkan sebagai makanan alternative
jebingga.
Dalam
pembuatan jebingga penulis menggunakan alat dan bahan sebagai berikut ; pisau,
parut, panci, saringan yang terbuat dari kain yang bersih, irus, sendok,
kompor, korek, mangkuk, 2 kg biji mangga, 7 buah gula merah, 1
bungkus fanili dan ½ sendok makan garam.
Adapun
cara pembuatannya melalui empat proses yang pertama adalah proses persiapan,
kemudian proses pengolahan dan yang ketiga proses perendaman dan proses
pemasakan yang selanjutnya uji coba kepada responden.NDari penelitian penulis mendapatkan hasil bahwa dari 2 kg
biji mangga + 5 lt air + 7 buah gula merah + ½ sendok garam + 1 bungkus
vanili + minyak kelapa 100 ml, dapat menghasilkan 1 mangkuk jebingga.
MOTTO
Jenius adalah 1 % inspirasi dan 99
% keringat
Tidak ada yang dapat menggantikan
kerja eras
Keberuntungan adalah sesuatu yang
terjadi ketika
Kesempatan bertemu dengan kesiapan
(Thomas A. Edison)
Tidak ada yang akan diselesaikan
sama sekali
Jika seorang menunggu sampai ia
dapat
Melakukannya dengan sedemikian
baiknya, sehingga
Tidak ada seorang pun yang dapat
menemukan kesalahan padanya.
(casdinal newman).
Pengetahuan tidaklah cukup : kita
harus mengamalkannya niat tidaklah cukup ; kita harus melakukannya.
(johann wolfgang can georhe)
Sumber kekuatan baru bukanlah uang
yang berada dalam
Genggaman tangan beberapa orang,
namun informasi ditangan orang banyak. (John Na isbitt)
Kita tidak bisa menjadi bijaksana
dengan kebijaksanaan orang lain, tetapi kita bisa berpengetahuan dengan
pengetahuan orang lain.
(Michel de montalgne.)
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar
Belakang
Mangga,
nama buah ini berasal dari mayalayan monga. Kata ini di Indonesiakan mejadi
mangga, dan pada pihak lain, kata inidibawa ke Eropa oleh orang-orang
portugis dan diserap menjadi mangga (Bahasa Portugis) mango (bahasa Inggris)
dan lain-lain nama ilmiahnya sendiri kira-kira mengandung arti (pohon) yang
berbuah mangga, berasal dari India yaitu di sekitar perbatasan India dengan
Burma, mangga telah menyebar ke ASIA Tenggara sekurangnya 1500 tahun yang silam
buah ini dikenal pula dalam berbagai bahasa daerah seperti mempelam (melayu).
Pelem/Pok(Jawa) dan lain-lain. (www.wikipedia.com)/1:00pm)
Mangga
termasuk dalam ganus Mangifera mempunyai 62 spesies namun yang
menghasilkan buah yang enak 16 spesies mangga yang kita makan sehari-hari
seperti mangga golek termasuk spesies Mangifera indica. Mangga
sekerabat dengan Bacang (M. Foetida) kemang (M.Kemanga), kuweni (m.odorata), Kasturi
dan banyak lagi. .
(www.wikipedia.com)/1:01pm)
Bagian
daerah dari buah mangga yang dikonsumsi hanya daging buahnya saja. Sebab buah
mangga kaya akan kalium dan Vitamin C. Kalium yang berfungsi untuk menangkal
hiperpensi dan vitamin C yang berfungsi sebagai sintesis kalogen matriks tulang
dan gigi metabolisme asam amino, pertahanan tubuh, penyembuhan luka. Selain
mangga yang masak masyarkat juga mengkonsumsi buah yang masih muda, yang kerap
dijadikan rujak, manisan, irisa buah kering di kalengkan dan lain-lain. . (Sri
Pujianto,2008;135) Namun dalam pengonsumsiannya,
masyarakat terpaku pada daging buahnya saja. Sedangkan bijinya memiliki
kandungan gizi yang tidak kalah banyak.
Dari uraian di atas
maka penulis mengambil judul “Jebingga” untuk meningkatkan nilai guna biji
mangga yang selama ini masih belum dimanfaatkan oleh masyarakat mayoritas.
1.2 Rumusan
Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas
penulis dapat mengambil beberapa rumusan masalah, sebagai berikut :
1. Apakah
biji mangga dapat dimanfaatkan sebagai olahan jebingga?
2. Apakah
keuntungan dari pemanfaatan biji mangga menjadi olahan jetingga?
1.3 Tujuan
Penelitian
1. Untuk
mengetahui apakah biji mangga dapat dimanfaatkan sebagai produk altrnatif
jebingga.
2. untuk
mengetahui keuntungan dari pemanfaatan biji mangga menjadi jebingga.
1.4 Manfaat
Penelitian
1. Meningkatkan
nilai guna ataupun nilai ekonomis biji mangga yang selama ini hanya dianggap
sebagai limbah
2. Menjadikan
biji mangga sebagai salah satu alternatif produk khas tradisional yang banyak
bermanfaat bagi tubuh.
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Tanaman
Mangga ( Mangifera indica)
Pohon mangga termasuk
tumbuhan tingkat tinggi yang struktur batangnya (habit) termasuk kelompok
arboereus, yaitu tumbuhan berkayu yang mempunyai tinggi batang lebih dari 5
meter. Tinggi
pohon mangga mencapai 10 – 40 m dan umurnya bisa mencapai 10 tahun atau lebih.
(
www.wikipedia.com)
2.1.1 Klasifikasi
mangga
Kongdom :
Plantae
Difisi :
spermatophita
Filum :
magnoliopsida
Kelas :
magnoliopsida
Ordo :
Sapindales
Family :
Anacardiaceae
Genus :
Mangifera
Spesies
: Mangifera indica. (Bienomial
nomoenklatur)
Nama
Umum/dagang : Mangga
2.1.2 Perbandingan Gizi
|
Komonen Gizi
|
Mangga Masak
|
Biji Mangga
|
|
Energi (kkal)
Air (%)
Protein (%)
Lemak (%)
Karbohidrat (%)
Gula (%)
Vit C (mg)
Vit B1 (mg)
Vit B2 (mg)
Abu total (%)
Gentian kasar (%)
Sianogen glikosida (%)
|
73
86
0,6
0,1
-
11,8
42
0,04
0,04
-
-
-
|
65
41,38
3,08
9,85
38,68
0,9
13
-
-
2,23
4,79
0,09
|
Sumber : www.google.com.
2.2 Manfaat
Jebingga
Membuat jebingga tidak harus
memiliki ketrampilan yang khusus tetapi harus tata cara pembuatannya.
Mengkonsumsi jebingga lebih menguntungkan dan bermanfaat dibandingkan buah
mangganya.
2.3 Kandungan
Nutrisi Tertinggi dalam Biji Mangga
Karbohidrat
Karbohidrat adalah zat produk yang banyak menghasilkan
energi yang diperlukan oleh tubuh, selain sumber energi, karbohidrat berfungsi
dalam penyediaan bahan pembentuk protein dan lemak serta menjaga keseimbangan
asam dan basa. Karbohidrat dibagi menjadi 2 golongan yaitu : gula sederhana dan
gula majemuk ( Tim Penyusun,2004;93)
Protein
Protein berfungsi sebagai sumber energi, bagian penting
untuk plasma sel, zat pembangun
untuk pertumbuhan, pengganti sel-sel yang rusak, pembentuk enzim, hormone, dan
anti body, serta mempertahankan vikositas darah. (Tim Penyusun,2004;96)
2.4 Kandungan
Vitamin Teringgi Dalam Biji Mangga
2.4.1 Vitamin
C
Vitamin C
berfungsi sebagai membentuk metaboisme lemak dan jaringan ikat untuk kesehatan
gusi.
(Tim
Penyusun,2004;97)
2.4.2 Vitamin
B1
Vitamin B1
berfungsi sebagai pembuat neotransmiter dan metabolisme karbohidrat
(Tim
Penyusun,2004;96)
2.5 Kandungan
Air Dalam Biji Mangga
Sebagai pelarut semua
senyawa-senyawa yang diperlukan tubuh, sebagai tempat berlangsungnya semua
proses metabolisme atau reaksi kimia di dalam tubuh, sebagai sarana
transportasi senyawa-senyawa yang diperlukan tubuh dan merupakan sarana
homoestatis suhu tubuh. (Tim
Penyusun,2006;131)
2.6 Kandungan
Lemak Dalam Biji Mangga
Lemak merupakan suatu senyawa
organic yang tidak dapat larut di dalam air. Beberapa fungsi lemak yaitu :
1. sebagai
cadangan energi
2. sebagai
pelarut vitamin A,D,E dan K
3. lapisan
lemak pada kulit melindungi tubuh dari hawa dingin
4. sebagai
komponen penyusun membrane sel dan membrane organel sel
5. melindungi
organ-organ vital, misalnya jantung dan ginjal.
Berdasarkan
sumbernya lemak dibagi menjadi 2 yaitu lemak nabati, yang berasal dari tumbuhan
dan lemak hewani yang berasal dari hewan. “lemak yang terkandung dalam jebingga
termasuk lemak nabati”.
2.7 Hipotesa
Dari hasil
penelitian percobaan penulis berhipotesis bahwa :
1. Biji
mangga dapat diolah menjadi JEBINGGA melalui 5 proses yaitu persiapan, proses
pengolahan bahan, proses perendaman, proses pemasakan dan uji coba JEBINGGA
kepada responden.
2. Jebingga
dapat disukai oleh responden.
BAB III
METODOLOGI PENELITIAN
3.1 Populasi
Penelitian
Biji Mangga
3.2 Sample
Penelitian
2 kg biji
mangga + 5 lt air + 7 buah gula merah + ½ sendok garam + 1 bungkus vanili +
minyak kelapa 100 ml
3.3 Tempat
Penelitian
Penelitian ini dilakukan di
laboratorium IPA SMA Negeri 1 Seputih Agung
3.4 Waktu
Penelitian
Waktu penelitian dilakukan Pada
tanggal tanggal 24 September 2009
3.5 Alat dan
Bahan
3.5.1 Alat
a. Pisau
b. Parut
c. Panci
d. Saringan yang terbuat dari kain
yang bersih
e. Irus
f. sendok
g. kompor
h. korek
i. mangkuk
3.5.2 Bahan
a.
2 Kg biji mangga
b.
7 buah Gula merah
c.
1 bungkus fanili
d.
½ sendok makan garam
e.
5 lt. air :
-
untuk proses perendaman 2,5 lt air
-
untuk proses pencucian 1,5 lt air
-
untuk proses perebusan 1 lt air
f.
100 ml minyak kelapa
3.6 Cara
Kerja
a. Proses
persiapan
1.
Menyiapkan alat dan bahan
2.
Mengambil bagian dalam biji dengan cara membelahnya dengan
pisau
b. Proses
Pengolahan
1.
Mencuci hasil belahan biji mangga hingga bersih
2.
Setelah proses pencucian selesai selanjutnya dilakukan pemarutan
biji
mangga, agar mudah mengambil sari patinya.
3.
Setelah mendapatkan sari pati, saring dahulu agar air yang
terkandung
hilang sehingga dihasilkan sari pati yang baik.
c. Proses
perendaman
1. Selanjutnya
dilakukan perendaman sari pati + 30 – 40 menit, sampai airnya
bening, kemudian buang airnya pelan-pelan agar sari pati tersebut tidak menjadi
keruh. Tetapi jika ingin menghasilkan sari pati yang lebih baik
lagi, dilakukan perendaman selama + 3 – 4 jam.
d. Proses
Pemasakan
1. Setelah
semuanya selesai siapkan panci di atas kompor dengan air 1L, kemudian masukan
sari pati biji mangga. Tetapi sebelumnya sari pati dicuci terlebih dahulu untuk
terakhir kalinya.
2. Proses
Pemasakan dilakukan dengan penambahan bahan penolong seperti : gula merah,
fanili, garam, dan minyak kelapa.
3. Proses
Pengadukan dilakukan secara berkali-kali + 1 jam hingga
matang.
4. Setelah
matang didiamkan selama 30 menit baru dituangkan di
dalam
mangkuk yang telah disiapkan.
BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1 Hasil
Penelitian
4.1.1 Data
Hasil Penelitian
Setelah
melakukan penelitian memperoleh data-data sebagai berikut :
Dari 2 kg
biji mangga + air + 7 buah gula merah + ½ sendok garam + 1 bungkus vanili +
minyak kelapa 100 ml, dapat menghasilkan 1
mangkuk jebingga.
4.1.2 Data
Responden
Pendapat dari 20 responden terhadap
jebingga, yaitu ;
- Percobaan
1
Suka :
60 %
Tidak
suka : 40 %
- Percobaan
2
Suka :
80 %
Tidak
suka : 20 %
- Percobaan
3
Suka :
90 %
Tidak
suka : 10 %
4.2 Pembahasan
Dari hasil penelitian
percobaan dapat diketahui bahwa biji mangga yang selama ini dianggap sebagai
limbah dapat dimanfaatkan sebagai bahan produk olahan alternatif “ jebingga “
(jenang biji mangga), hal ini terbukti dari penelitian terhadap 20 responden bahwa
90 % responden menyatakan cita rasa jebingga lebih nikmat dibandingkan dengan
jetang ketan / biasa. Penulis
seperti halnya jenis tumbuhan berbiji (spermathophyta) lainnya yang
mengandung banyak karbohidrat, vitamin, mineral dan kandungan lainnya membuat
biji mangga menjadi ide untuk produk olahan alternatif yaitu jebingga.
Di dalam biji mangga
telah dijelaskan bahwa kandungan nutrisinya tidak kalah baik dengan daging
buahnya sepeti kaya akan karbohidrat sebagai sumber energi tubuh dan penyusun
komponen-komponen sel, protein sebagai zat pembangun sel-sel tubuh dan lemak
dan sebagai cadangan energi tubuh dan pelarut vitamin A, D, E dan K. Oleh sebab
itu berbagai macam nutrisi atau gizi tersebut diolah dan ditambahkan oleh bahan
pendukung lainnya. (Sri Pujianto,2008;130-132)
Di dalam pembuatan
jebingga selain bahan pokok bahan penolong sangatlah diperlukan karena sangat
membantu dan mendukung hasil jenang yang optimal dan baik seperti gula merah
yang bergua untuk pemberi warna pada jenang, pemberi aroma, pemberi rasa manis,
sebagai bahan pengawet dan pembentuk tektur atau lapisan keras pada jenang.
(Erna
Hartati dkk,1996;4)
Dan
juga garam yang berguna menambah rasa gurih, lezat dan membangkitkan aroma,
membantu menghindari pertumbuhan bakteri. Selain itu dengan munculnya produk
olahan jebingga dapat lebih menarik minat konsumsi jenang pada umumnya. Karena
rasa dari jebingga tidak kalah enak dengan jenang-jenang lainnya sehingga
pengkonsumsi jenang ini dapat menambah jajanan masyarakat. (Erna Hartati
dkk,1996;4)
Oleh
sebab itu, para pengonsimsi buah mangga pada umumnya dapat lebih memanfaatkan
buah mangga tersebut, tidak hanya diambil daging buahnya saja, akan tetapi biji
mangga pun juga bermanfaat, sehingga konsumen dapat mengurangi limbah biji
mangga yang menggangu lingkungan sehari-hari dan menjadi masyarakat yang lebih
kreatif serta inovatif.
Selain itu
dari segi ekonomi, pembuatan jebingga oleh masyarakat dapat menumbuhkan dan
meningkatkan nilai perekonomian rakyat. Sehingga pembangunan perekonomian
rakyar menjadi lebih maju dan kreatif. Dari pernyataan di atas penulis yakin
bahwa biji mangga yang menjadi limbah karena dapat dimanfaatkan menjadi produk
olahan alternatif yang nikmat dan menguntungkun.
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
5.1 Kesimpulan
Adapun
kesimpulan yang diperoleh penulis setelah melakukan penelitian sebagai berikut
:
1. Biji
mangga dapat dijadikan sebagai produk olahan alternatif (jenang).
2. Menambah
daya tarik untuk mengonsumsi biji mangga sehingga meningkatkan nilai
pemanfaatan biji mangga.
DAFTAR PUSTAKA
Tim Penyusun.2004.Biologi, Kelas
XII.Jakarta;Erlangga.
Pujiyanto, Sri 2008.Menjelaskan
Danial Biologi Kelas XI.Jakarta;Platinum.
Tim Penyusun 2003.Kimia XB.Jakarta;Yudistira.
Hadi Susanto, Wuwarno.2004.Biologi
Kelas X.Jakarta.Sunda Kelapa Pustaka
Erna Hartati dkk 1996;4.
Macam macam Mangga

Mengkonsumsi
buah mangga akan memberi banyak keuntungan bagi tubuh Anda. Selain
sarana detoksifikasi, buah yang didominasi rasa manis dan sedikit asam
ini juga ampuh menyembuhkan dan mencegah beberapa penyakit. Di
Indonesia, mangga sendiri telah lama dikenal dan bahkan di beberapa
wilayah ia merupakan tanaman yang wajib ditanam di pekarangan rumah
warga. Selain diambil buahnya, pohon mangga juga baik dijadikan pokon
peneduh. Ada banyak jenis mangga di dunia ini. Meski secara umum sama,
namun jika Anda jeli Anda akan menemukan perbedaan pada masing-masing
varietas ini. Jika dilihat dari unsur ekonomi, ada beberapa jenis buah mangga
yang paling populer dibudidayakan oleh sebab nilai ekonominya jauh
lebih tinggi. Apa saja? Berikut jenis-jenis buah mangga lokal yang
paling banyak dibudidayakan, antara lain:
- Mangga Golek. Jenis mangga yang satu ini mudah dikenali karena bentuknya yang khas. Ia tidak bulat buah seperti mangga lainnya. Si golek ini justru terlihat sedikit memanjang. Buah mangga golek tidak terlalu besar. Buahnya memiliki panjang normal sekitar 0.9 meter. Buah ini memiliki rasa yang sangat manis dan lebih dominan ketimbang rasa asamnya. Saat ia terlalu matang, kadar airnya akn bertambah dan rasanya hampir menyerupai buah pepaya. Dalam kondiis matang sempurna, daging buahnya tebal serta lunak dengan warna kuning tua menjurus ke oranye. Buahnya tidak memiliki serat berlebih. Nama golek boleh jadi diambil dari bahasa Jawa yang berarti mencari. Falsafahnya mungkin setelah Anda mencicipinya sekali Anda akan mencarinya lagi dan lagi.
- Mangga Arumanis. Jenis buah mangga yang satu ini dinamai arum dan manis sebab memang kedua kata tersebut mewakili kualitasnya. Buah ini memang memiliki bau yang khas dan juga manis tentunya. Buah mangga yang telah tua biasanya memiliki kulit yang tetap hijau tetapi lebih tua. Kulit buah ini biasanya dilapisi dengan lilin sehingga ia tampak berwarna kelabu. Kulit mangga yang satu ini tidak terlalu tipis dan juga tidak terlalu tebal. Rasanya merupakan percampuran manis dan asam.
- Mangga Manalagi. Mangga yang satu ini memiliki rasa yang serupa dengan perpaduan mangga golek dan mangga arumanis. Ukuran buahnya tidak terlalu besar dengan ketinggian pohon yang bisa mencapai angka 8 meter. Buahnya berbentuk lonjong dengan ujung daun yang sedikit runcing. Buah ini saat muda memiliki kulit hijau muda sedangkan pada saat matang, kulit tersebit hijau tua dan dilapisi lilin sehingga terlihat kelabu. Salah satu signatur jenis mangga manalagi adalah bintik-bintik putih yang memenuhi kulit buahnya.
- Mangga Gedong Gincu. Buah yang satu ini paling banyak dikembangkan di Majalengka juga Cirebon. Signaturnya adalah warna kulitnya yang cantik dan cerah. Warnanya seolah kombinasi dari warna oranye, merah, sedikit warna hijau dan kuning. Harganya di pasaran cukup stabil dan paling banyak ditemukan di pusat perbelanjaan. Daging buah jenis mangga yang satu ini cukup nikmat. Ia mengandung banyak air. Meski didominasi rasa manis, namun tak jarang pula yang merasakan asamnya di ujung lidah.

- Mangga Endog. Mangga yang satu ini dikenal oleh karena bentuk dan ukuran buahnya yang kecil layakya telur. Endog sendiri dalam bahasa jawa memang berarti telur. Buah ini memiliki permukaan kulit yang lumayan halus dan dilapisi lilin. Jika kita teliti memprhatikan maka akan menemukan bintik-bintik putih dan hijau pada kulitnya. Daging buahnya padat dan berserat dengan kandungan air yang sedikit. Harus diakui aroma buah mangga yang satu ini kurang semerbak dan rasa manisnya juga kurang jika dibandingkan dengan jenis mangga lainnya.
- Mangga Lalijiwa. Jenis mangga lokal yang satu ini cukup terkenal terutama di tanah Jawa. Rasa dagingnya lezat dan bisa bikin lupa diri kata sebagian orang. Kaena itu ia dinamai Lali Jiwa. Buahnya bulat dengan warna daging kuning tua saat matang sempurna. Aroma buah yang satu ini memang kurang kuat tetapi meski demikian tetap banyak yang menggilainya.
- Mangga Madu. Buah yang satu ini memang memiliki rasa layaknya madu. Manis dan tidak tertinggal di lidah. Buahnya bulat sedikit memanjang dengan ukuran berkisar di angka 10,5 cm. Kulit buahnya hijau muda dan semakin tua akan dilapisi lilin yang juga semakin tebal.
- Mangga Kemang. Jenis buah mangga yang satu ini dikenal juga dengan nama Binjai dan juga Binlo putih. Pohonnya bisa mencapai tinggi antara 20 sampai 40 meter. Buahnya yang telah matang sempurna akan berwarna kecoklatan dan sedikit kuning. Rasanya perpaduan manis dan asam yang seimbang. Karena hal tersebut sehingga ia populer dijadikan rujak.
Langganan:
Postingan (Atom)