Tampilkan postingan dengan label pisang. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pisang. Tampilkan semua postingan

Jumat, 21 Juni 2013

Makanan Dari Pisang

ANEKA RESEP OLAHAN BUAH PISANG
Kita mengetahui bahwa terdapat berbagai ragam kreasi mengolah dan memasak makanan yang enak dari olahan buah pisang, baik yang mentah maupun yang matang, baik sebagai bahan utama maupun sebagai bahan pelengkap. Dalam postingan kali ini terdapat beberapa kreasi resep sederhana yang telah akrab sebagai makanan enak yang biasa menemani di waktu santai dengan buah pisang sebagai bahan utamanya.


1. RESEP PISANG AROMA

Bahan :
  • 10 lembar spring roll/kulit lumpia
  • 5 buah pisang raja, belah dua
  • 4 sendok makan meses cokelat
  • minyak goreng secukupnya
CARA BIKIN PISANG AROMA :
  1. Siapkan kulit lumpia, letakkan satu potong pisang, tambahkan meses. Gulung hingga padat dan rapi.
  2. Goreng pisang hingga matang, angkat dan tiriskan. Siap hidangkan.

2. RESEP KERIPIK PISANG

Bahan :
  • 1 sisir pisang yang belum matang, kupas, iris tipis menyerong
  • 1 sdt kapur + 1 liter air
  • garam secukupnya
  • minyak goreng secukupnya
CARA MEMBUAT KERIPIK PISANG :
  1. Rendam irisan pisang ke dalam larutan air kapur selama 1 jam. Angkat lalu cuci sampai bersih, tiriskan. Masukkan ke dalam wadah, beri garam halus kemudian aduk-aduk sampai rata. Diamkan selama 5 menit.
  2. Panaskan minyak, goreng irisan pisang sampai kering dan renyah. Angkat dan tiriskan, tunggu sampai dingin lalu hidangkan.
Tips untuk variasi :
  • keripik pisang manis : campurkan gula pasir halus pada keripik yang sudah digoreng.
  • keripik pisang coklat : Campurkan coklat yang dilelehkan.
3. RESEP PISANG GORENG KEJU

Bahan :
  • pisang (pisang raja) matang
  • keju parut sesuai selera
  • margarin untuk menggoreng
CARA MEMBUAT PISANG GORENG KEJU :
  1. Panaskan margarin, goreng pisang dengan agak ditekan sambil dibalik hingga matang merata dan berwarna kecoklatan. Angkat dan tiriskan.
  2. Taburi keju parut, hidangkan panas-panas.
 4. RESEP PISANG MOLEN

Bahan :
  • 350 gram tepung terigu serba guna
  • 100 gram mentega tawar
  • 50 gram gula bubuk
  • ¼ sdt vanili bubuk
  • ¼ sdt garam
  • 100 ml air
  • 10 buah pisang matang (pisang raja), kupas, potong 2
  • minyak untuk menggoreng secukupnya
CARA MEMBUAT PISANG MOLEN :
  1. Campurkan terigu, mentega, gula bubuk, vanili, dan garam. Aduk dengan pisau pastry atau ujung jari hingga adonan berbutir-butir.
  2. Masukkan air sedikit demi sedikit sambil uleni adonan agar tidak melekat di tangan. Gilas adonan hingga ketebalan 3 mm. Potong bentuk pita ukuran 2 x 55 cm.
  3. Ambil 1 bagian adonan, lilitkan pada satu bagian pisang hingga tertutup rapat. Goreng dengan minyak banyak dan panas hingga kuning kecokelatan, angkat, tiriskan. Sajikan segera.
5. RESEP PUDING PISANG

Bahan :
  • 6 buah pisang (pisang raja), kupas, tumbuk halus
  • 3 butir telur ayam
  • 2½ sdm gula pasir
  • 1 potong roti
  • 200 cc santan kental
  • garam dan vanili secukupnya
CARA MEMBUAT PUDING PISANG :
  1. Campurkan telur dengan gula, pisang halus, roti, santan, garam vanili. Aduk rata.
  2. Tuangkan dalam piring tahan api, kukus atau dioven sampai matang. Sajikan.

Read more: http://resepmasakankreatif.blogspot.com/2012/12/resep-aneka-olahan-buah-pisang.html#ixzz2Ws2LqDOI

Kultur Jaringan Pisang

A. PENGERTIAN

Kultur jaringan tanaman adalah teknik budidaya sel, jaringan, dan organ tanaman dalam suatu lingkungan yang terkendali dan dalam keadaan aseptic atau bebas mikroorganisme.
Bibit pisang kultur jaringan adalah bibit yang dihasilkan melalui proses pembiakan jaringan (sel meristematis) pada media buatan dalam laboratorium (in vitro).

B. TUJUAN
Adapun tujuan utama dari teknik kultur jaringan adalah untuk mendapatkan tanaman baru dalam jumlah banyak di dalam waktu yang relative singkat, dan hasil bibit dari kultur jaringan ini mempunyai sifat fisiologi dan morfologi sama persis dengan tanaman induknya.

B. KEUNTUNGAN
[1] Bibit dapat diperoleh dalam jumlah besar dan dalam waktu singkat.
[2] Sifat-sifat individu baru sama dengan induknya.
[3] Kecepatan tumbuh bibit merata/seragam dan saat berbuahnya lebih cepat, contohnya untuk tanaman pisang berkisar kurang lebih 9 bulan dengan panen yang kedua antara 5 – 6 bulan.
[4] Waktu panen serempak dan kemasakan buah seragam, sehingga lebih efisien dalam penanganannya.
[5] Kesehatan bibit lebih terjamin.

C. KELEMAHAN
[1] Perbanyakan bibit dengan teknik kultur jaringan memerlukan keahlian dan ketrampilan khusus.
[2] Harga bibit pisang hasil kultur jaringan lebih mahal dibandingkan dengan bibit yang berasal dari anakan.

D. TEKNIK KULTUR JARINGAN TUMBUHAN PISANG
Proses perbanyakan bibit pisang dengan teknik kultur jaringan tumbuhan meliputi :

I. Sterilisasi Alat
Alat yang digunakan dalam proses ini antara lain :
• Laminar Air Flow (LAF) : untuk menabur.
• Entkas : untuk menabur sederhana.
• Kulkas : untuk menyimpan bahan kimia.
• Blender : untuk menghaluskan bahan-bahan.
• Kompor : untuk memanaskan media.
• Autoklaf : untuk mensterilkan alat dan media.
• Lampu spiritus : untuk sterilisasi alat di dalam LAF.
• Shaker : untuk menggojok.
• Timbangan analitik : untuk menimbang bahan.
• Stirer : untuk mengaduk larutan media.
• Destilator : untuk menyuling air.
• Dissecting set (scalpel, pinset, blade, gunting).
• Glass ware (erlenmeyer, bakerglass, petridish, pengaduk kaca, corong kaca, botol-botol kultur).
• pHmeter/pH stick : untuk mengukur pH media.
• Termometer : untuk mengukur suhu ruang.

sumber :  http://tissuecultureandorchidologi.blogspot.com/2010/09/perbanyakan-bibit-pisang-dengan-teknik.html

Macam Macam Olahan Pisang

macam macam olahan pisang
1. Pisang Panggang Keju
very easy recipe. Cuma pisang dipotong, oles butter trus panggang sebentar. Setelah mateng tabur keju deh...hap hap banget ni Kinan makannya.

2. Barongko Pisang
Nemu resep di milis mpasi rumahan. Gampang juga resepnya. Saya gak tau sih barongko aslinya tuh kaya apa, cuma yang saya bikin ko jadinya benyek dan berair banget. Menurut empunya resep, si adonan barongko bakal mengeras pas dikukus. Nah ntah apa yang kurang/lebih di adonan saya. Udah sesuai resep padahal...patah hati deh kalo eksekusi resep yang gampil aja tuh gagal hiks...

3. Oat Pismis Keju
Ini juga tinggal cemplang-cemplung. Oat dimasak pake air matang sampai mengental trus campur pisang dan kismis cincang. Atasnya ditabur kayu manis dan keju. Enaaaak...Kinan doyan juga nih.

4. Crepes Pisang
Nah kalo yang ini untuk emaknya :D resep dapet dari justtryandtaste.com. gampang bikinnya enak rasanya! Happy deh :D tapi kata yang ikutan nyoba (baca : ibu saya) kulit crepesnya kurang tipis hehehe.

sumber ; http://nenglomita.blogspot.com/2013/05/aneka-olahan-pisang.html

Klasifikasi Pisang

Pisang
Musa paradisiaca 

 

Nama umum
Indonesia :Pisang, gedang (Jawa), cau (Sunda)
Inggris     :Banana
Jepang     :Banana



Klasifikasi
Kingdom : Plantae (Tumbuhan)
     Subkingdom : Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
         Super Divisi : Spermatophyta (Menghasilkan biji)
             Divisi : Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
                 Kelas : Liliopsida (berkeping satu / monokotil)
                     Sub Kelas : Commelinidae
                         Ordo : Zingiberales
                             Famili : Musaceae (suku pisang-pisangan)
                                 Genus : Musa
                                     Spesies : Musa paradisiaca

Kerabat Dekat
Pisang Ungu, Pisang Batu, Pisang Hias

Budidaya Pisang

I. PENDAHULUAN
Pisang adalah tanaman buah , sumber vitamin, mineral dan karbohidrat. Di Indonesia pisang yang ditanam baik dalam skala rumah tangga ataupun kebun pemeliharaannya kurang intensif. Sehingga, produksi pisang Indonesia rendah, dan tidak mampu bersaing di pasar internasional. Untuk itu PT. NATURAL NUSANTARA merasa terpanggil untuk membantu petani meningkatkan produksi secara kuantitas, kualitas dan kelestarian (Aspek K-3).

II. SYARAT TUMBUH
2.1. Iklim


  1. Iklim tropis basah, lembab dan panas mendukung pertumbuhan pisang. Namun demikian pisang masih dapat tumbuh di daerah subtropis.
  2. Kecepatan angin tidak terlalu tinggi.
  3. Curah hujan optimal adalah 1.520 - 3.800 mm/tahun dengan 2 bulan kering.

2.2. Media Tanam

  1. Sebaiknya pisang ditanam di tanah berhumus dengan pemupukan.
  2. Air harus selalu tersedia tetapi tidak menggenang.
  3. Pisang tidak hidup pada tanah yang mengandung garam 0,07%.

2.3.Ketinggian Tempat
Dataran rendah sampai pegunungan setinggi 2.000 m dpl. Pisang ambon, nangka dan tanduk tumbuh baik sampai ketinggian 1.000 m dpl

III. PEDOMAN TEKNIS BUDIDAYA
3.1. Pembibitan
  1. Perbanyakan dengan cara vegetatif berupa tunas (anakan).
  2. Tinggi anakan untuk bibit 1 - 1,5 m, lebar potongan umbi 15 - 20 cm.
  3. Anakan diambil dari pohon yang berbuah baik dan sehat.
  4. Bibit yang baik daun masih berbentuk seperti pedang, helai daun sempit.
3.2. Penyiapan Bibit
  • Tanaman untuk bibit ditanam dgn jarak tanam 2x2 m.
  • Satu pohon induk dibiarkan memiliki tunas antara 7- 9.
3.3. Sanitasi Bibit Sebelum Ditanam
  • Setelah dipotong, bersihkan tanah yang menempel di akar.
  • Simpan bibit di tempat teduh 1 - 2 hari sebelum tanam.
  • Buang daun yang lebar.
  • Rendam umbi bibit sebatas leher batang di dalam larutan POC NASA (1 - 2 tutup), HORMONIK (0,5 -1 tutup), Natural GLIO (1 - 2 sendok makan) dalam setiap 10 liter air, selama 10 menit. Lalu bibit dikeringanginkan.
  • Jika di areal tanam sudah ada hama nematoda, rendam umbi bibit di dalam air panas beberapa menit.
3.4. Pengolahan Media Tanam
  • Lakukan pembasmian gulma, rumput atau semak-semak.
  • Gemburkan tanah yang masih padat
  • Buat sengkedan terutama pada tanah miring dan buat juga saluran pengeluaran air.
  • Dianjurkan menanam tanaman legum seperti lamtoro di batas sengkedan.
3.5. Teknik Penanaman
  • Ukuran lubang adalah 50 x 50 x 50 cm pada tanah berat dan 30 x 30 x 30 cm pada tanah gembur.
  • Jarak tanam 3 x 3 m untuk tanah sedang dan 3,3 x 3,3 m untuk tanah berat.
  • Penanaman dilakukan menjelang musim hujan (September - Oktober).
  • Siapkan campuran Natural GLIO dan pupuk kandang, caranya: Campur 100 gram Natural GLIO dengan 25 - 50 kg pupuk kandang, jaga kelembaban dengan memercikan air secukupnya, masukkan ke dalam karung, biarkan 1 - 2 minggu.
  • Pisahkan tanah galian bagian atas dan bagian bawah.
  • Tanah galian bagian atas dicampur Natural GLIO yang sudah dicampur pupuk kandang (0,5 - 1 kg per lubang tanam), tambahkan dolomit (0,5 - 1 kg/lubang tanam), pupuk kandang 15 - 20 kg/lubang tanam.
  • Masukkan bibit dengan posisi tegak, tutup terlebih dulu dengan tanah bagian atas yang sudah dicampur Natural GLIO, dolomit dan pupuk kandang, diikuti tanah galian bagian bawah. Catatan : pupuk kandang diberikan jika tersedia, jika tidak dapat diganti dengan SUPERNASA.
  • Siram dengan larutan POC NASA (1 - 2 tutup), HORMONIK (0,5 tutup) dalam setiap 5 liter air. Untuk mendapatkan hasil lebih baik, POC NASA dapat diganti dengan POP SUPERNASA. Cara penggunaan POP SUPERNASA: 1 (satu) botol POP SUPERNASA diencerkan dalam 4 liter (4000 ml) air dijadikan larutan induk. Kemudian setiap 5 liter air diberi 5 tutup larutan induk tadi untuk penyiraman setiap pohon. -Penyiraman dilakukan 2 - 3 bulan sekali.
  • Data kebutuhan dan cara pemupukan, adalah sebagai berikut :

PUPUK
JUMLAH
KETERANGAN
UREA 207 (kg/ha) Berikan 2x setahun, dalam larikan yang mengitari rumpun lalu ditutup tanah
SP-36 138 (kg/ha) 6 bulan setelah tanam ( 2x dalam satu tahun )
KCl 608 (kg/ha) 6 bulan setelah tanam ( 2x dalam satu tahun )
Pupuk Kandang
0,8-10 (kg/ha)
Pupuk dasar, campur dengan tanah galian bagian atas
Dolomit
200 (kg/ha)
Pupuk dasar, campur dengan tanah galian bagian atas
POC NASA
20 (botol/ha)
Disiramkan 3 bulan sekali
SUPERNASA
10 (botol/ha)
4 bulan sekali
HORMONIK
10 (botol/ha)
Dicampur POC NASA disiram 3 bulan sekali

3.6. Pemeliharaan Tanaman
  • Satu rumpun hanya 3 - 4 batang.
  • Pemotongan anak dilakukan sedemikian rupa sehingga dalam satu rumpun terdapat anakan yang masing-masing berbeda umur (fase pertumbuhan).
  • Setelah 5 tahun rumpun dibongkar diganti tanaman baru.
  • Penyiangan dilakukan bersamaan dengan penggemburan dan penimbunan dapuran dengan tanah.
  • Penyiangan dan penggemburan jangan terlalu dalam.
  • Pangkas daun kering.
  • Pengairan harus terjaga. Dengan disiram atau mengisi parit saluran air.
  • Pasang mulsa berupa daun kering ataupun basah. Tetapi mulsa tidak boleh dipasang terus menerus.
3.7. Pemeliharaan Buah
  • Potong jantung pisang yang telah berjarak 25 cm dari sisir buah terakhir.
  • Setelah sisir pisang mengembang sempurna, tandan pisang dibungkus kantung plastik bening polietilen tebal 0,5 mm, diberi lubang diameter 1,25 cm. Jarak tiap lubang 7,5 cm. Usahakan kantung menutupi 15 -45 cm di atas pangkal sisir teratas dan 25 cm di bawah ujung buah dari sisir terbawah.
  • Batang tanaman disangga dengan bambu yang dibenamkan sedalam 30 cm ke dalam tanah.
3.8. Hama dan Penyakit
3.8.1. Hama
a. Ulat daun (Erienota thrax.)
Menyerang daun. Gejala: daun menggulung seperti selubung dan sobek hingga tulang daun.

b. Uret kumbang (Cosmopolites sordidus)
Menyerang kelopak daun, batang. Gejala: lorong-lorong ke atas/bawah dalam kelopak daun, batang pisang penuh lorong. Pengendalian: sanitasi rumpun pisang, bersihkan rumpun dari sisa batang pisang, gunakan PESTONA.

c. Nematoda (Rotulenchus similis, Radopholus similis)
Menyerang akar. Gejala : tanaman kelihatan merana, terbentuk rongga atau bintik kecil di dalam akar, akar bengkak. Pengendalian: gunakan bibit yang tahan, tingkatkan humus tanah dan gunakan lahan dengan kadar lempung kecil.

d. Ulat bunga dan buah (Nacoleila octasema.)
Menyerang bunga dan buah. Gejala: pertumbuhan buah abnormal, kulit buah berkudis. Adanya ulat sedikitnya 70 ekor di tandan pisang.

3.8.2. Penyakit
a. Penyakit darah
Penyebab : Xanthomonas celebensis (bakteri). Menyerang jaringan tanaman bagian dalam. Gejala: jaringan menjadi kemerah-merahan seperti berdarah. Pengendalian: Pemberian Natural GLIO sebelum tanam, dan membongkar dan membakar tanaman yang sakit.

b. Panama
Penyebab: jamur Fusarium oxysporum. Menyerang daun. Gejala : daun layu dan putus, mula-mula daun luar lalu bagian dalam, pelepah daun membelah membujur, keluarnya pembuluh getah berwarna hitam. Pengendalian : Pemberian Natural GLIO sebelum tanam, membongkar dan membakar tanaman yang sakit.

c. Bintik daun
Penyebab: jamur Cercospora musae. Menyerang daun dengan gejala bintik sawo matang yang makin meluas. Pengendalian: : Pemberian Natural GLIO sebelum tanam.

d. Layu
Penyebab : bakteri Bacillus sp. menyerang akar. Gejala: tanaman layu dan mati. Pengendalian : membongkar dan membakar tanaman yang sakit, Natural GLIO diawal tanaman

e. Daun pucuk
Penyebab : virus dengan perantara kutu daun Pentalonia nigronervosa. Menyerang daun pucuk. Gejala: daun pucuk tumbuh tegak lurus secara berkelompok. Pengendalian: Mengendalikan kutu duan dengan Natural BVR, membongkar dan membakar tanaman yang sakit.

3.9. Panen
  • Ciri khas panen adalah mengeringnya daun bendera. Buah 80 - 100 hari dengan siku-siku buah yang masih jelas sampai hampir bulat.
  • Buah pisang dipanen bersama-sama dengan tandannya. Panjang tandan yang diambil adalah 30 cm dari pangkal sisir paling atas. Gunakan pisau yang tajam dan bersih waktu memotong tandan.
  • Tandan pisang disimpan dalam posisi terbalik supaya getah dari bekas potongan menetes ke bawah tanpa mengotori buah.
  • Setelah itu batang pisang dipotong hingga umbi batangnya dihilangkan sama sekali.
  • Pada perkebunan pisang yang cukup luas, panen dapat dilakukan 3 - 10 hari sekali tergantung pengaturan jumlah tanaman produktif.
sumber : http://teknis-budidaya.blogspot.com/2007/10/budidaya-pisang.html

Tepung Pisang

TEKNOLOGI PEMBUATAN TEPUNG PISANG
Balitbu Tropika 2013, buah pisang adalah salah satu buah yang mengandung gizi cukup tinggi dengan nilai kalori 120 kalori dan dilengkapi dengan berbagai macam vitamin dan mineral, selain itu juga mempunyai kandungan zat pati yang cukup tinggi 30mg/100gram sehingga cocok untuk dibuat menjadi tepung. Tepung pisang sangat baik untuk pencernaan sehingga cocok sebagai menu makanan untuk bayi, selain itu sebagai produk setengah jadi (produk antara)dapat dijadikan berbagai macam olahan kue dan makanan sebagai pengganti atau subsitusi penggunaan tepung terigu yang selama ini produknya masih impor.
Cara Pembuatan Tepung Pisang Adalah Sebagai Berikut:
  1. Pisang yang sudah tua, mentah (hampir semua varietas bisa untuk dijadikan tepung).
  2. Pisang disisir, kemudian diblasing (kukus) selama ± 10 menit, untuk memudahkan pengupasan dan mengurangi pencoklatan .
  3. Kemudian buah pisang dikupas bersih.
  4. Daging buah dirajang atau di sawut
  5. Dilakukan pengeringan , bisa dengan dijemur atau dioven dengan suhu ± 60°C selama ± 20 jam jika sudah kering ditandai dengan mudah dipatahkan.
  6. Sawutan yang sudah kering digiling atau ditumbuk kemudian diayak, setelah jadi tepung kemudian disimpan dengan menggunakan wadah yang cukup baik seperti kantong plastik yang diikat rapat, botol dll.
Salah satu cake hasil tepung pisang

sumber : http://balitbu.litbang.deptan.go.id/ind/index.php/hasil-penelitian-mainmenu-46/inovasi-teknologi/16-penelitianpengkajian2/512-teknologi-pembuatan-tepung-pisang-

Jenis Jenis Pisang

Adapaun jenis-jenis pisang tersebut adalah sebagai berikut:

  1. Pisang tanduk
      Jenis pisang tanduk ini berbentuk panjang dan melengkung, seperti tanduk, inilah menyebabkan jenis pisang ini disebut pisang tanduk, panjang buah pisang tanduk mencapai 35 cm dan beratnya perbuahnya memcapai 300 g, kulit buah pisang tanduk tebal dan akan berwarna kuning jika sudah masak, dan ada bintik-bintik coklat, rasa pisang tanduk manis dengan sedikit asam, serta memiliki bau yang kuat.
  2. Pisang buah raja
      Pisang raja sere atau dalam bahasa lainnya adalah pisang susu, jenis pisang ini adalah jenis pisang terbaik, karena mempunyai aroma yang harum dan rasa yang sangat manis, selain itu tidak berbiji, jenis pisang ini mempunyai panjang sekitar 10 cm dan beratnya mencapai 120-150 g perbuahnya.
  3. Pisang buluh raja
      Jenis pisang buluh raja berukuran gemuk, daging buahnya sangat manis, kulitnya tebal dan terdapat bintik-bintik coklat kecil, beratnya mencapai 110-120 g perbuahnya, serta panjangnya mencapai 12 – 18 cm
  4. Pisang kapok
      Jenis pisang kapok mempunyai beberapa nama, diantaranya pisang gepeng, jenis pisang ini terdapat dua jenis, yaitu ada yang sedikit putih dan tidak, yang sedikit putih biasanya digunakan sebagai makanan burung. Bentuk buah pisang kapok berbentuk persegi, panjangnya mencapai 80-120 cm, jenis pisang kapok mempunyai kulit yang tebal dan berwarna kuning kehijau-hijauan.
  5. Pisang ambon
      Jenis pisang ambon mempunyai rasa yang manis dan harum, panjang buahnya mencapai 15-20 cm daging buahnya berwarna putih dengan kulitnya berwarna kuning, jika sudah masak.
  6. Pisang boyan
      Jenis pisang boyan berbentuk kecil dan kulisnya tipis, daging buahnya berwarna agak kekuning-kuningan dan rasanya manis dan tidak berbiji.

Diet Pisang

diet pisang
Pisang merupakan salah satu buah yang paling populer di dunia, serta memiliki manfaat yang sangat besar dalam rangka penurunan berat badan. melalui pisang, Anda akan mendapatkan vitamin, kalori yang rendah, serat tinggi, dan banyak manfaat lainnya. konsumsilah diet pisang demi mendapatkan beragam manfaat terbaik untuk penurunan berat badan. Juga, di bawah ini ada beberapa alasan yang mendetail tentang alasan diet pisang ampuh untuk menurunkan berat badan.
Pisang Amat Rendah Kalori
Pisang merupakan makanan yang terkenal karena mempunyai banyak nutrisi pada jumlah yang cukup besar. Anda akan menemukan kalium, magnesium, kalori rendah, dan vitamin B. untuk kategori rendah kalori, hal ini dibuktikan melalui penemuan yang dilakukan oleh Departemen Pertanian Amerika Serikat. Mereka mengungkapkan bahwa pisang yang berukuran besar yaitu antara 7 hingga 8 inchi hanya mengandung 105 kalori.
Rendah Lemak
Pisang merupakan salah satu buah yang tidak banyak mengandung protein, serta buah ini sangat rendah akan lemak. Anda bisa membuktikannya melalui database USDA, dimana pisang yang berukuran besar hanya memiliki kurang dari setengah gram lemak.
Tinggi Serat
Pisang merupakan makanan yang tinggi akan serat, dan mampu membuat Anda kenyang hingga sore hari. Satu buah pisang besar mengandng 4 gram serat untuk setiap porsi, sehingga mampu membantu Anda dalam mencapai 25 gram kebutuhan serat harian. Anda cukup membutuhkan tiga hingga empat buah pisang untuk mencapai separuh dari konsumsi harian.
Indeks Glikemik Rendah
Salah satu makanan yang mengandung indeks glikemik rendah adaah pisang. Dengan mengkonsumsi makanan ini, maka Anda tidak akan mendapatkan lonjakan kadar gula dan peningkatan kalori di dalam darah. Indeks glikemi rendah artinya makanan yang ada dicerna dan diserap lebih lambat sehingga mampu menciptakan kadar gula darah yang lebih konsisten. Berbeda halnya dengan makanan berindeks glikemik tinggi seperti nasi, makanan tersebut amat cepat diserap oleh tubuh sehingga kadar gula darah Anda juga akan diserap dengan lebih cepat. Juga, Anda akan merasa lapar dengan lebih cepat.

sumber :  http://infosehatbugar.com/tips-hidup-sehat/4-alasan-mengapa-diet-pisang-sangat-tepat-untuk-diet/

Kandungan Dan Manfaat / Khasiat Buah Pisang

Kandungan Gizi dan Manfaat Buah Pisang Bagi Kesehatan -

Pisang (Musa paradisiaca )..buah yang satu ini sangat populer  dikalangan kita, selain karna mudah didapat , murah, buah ini juga banyak kandungan vitaminnya. Pisang (Banana) adalah pohon jenis Terna (pohon dengan batang yang lunak dan tidak berkayu) dari suku Musaceae dengan batang yang kuat, dan daun-daun yang besar memanjang dan berwarna hijau tua. Buah pohon ini nampak dalam bentuk sisir-sisir, yang tiap sisirnya berisi (10 20) pisang, dan dalam buahnya tidak terdapat biji. Pisang  merupakan buah dengan sumber gizi yang hampir sempurna karena pisang mengandung nutrisi enam yaitu: air, gula, protein, lemak, vitamin, dan mineral. Dan berkat tingginya nilai gizi yang dikandungnya, maka ia telah menjadi makanan penting (pokok) bagi banyak orang. Konon buah ini berasal dari asia tenggara kemudian buah ini mulai menyebar ke benua bagian barat. Dan perlu diketahui bahwa indonesia merupakan salah satu negara penghasil pisang terbanyak, yaitu pada urutan ke empat dunia. Dalam pisang terkandung banyak serat dan beberapa  vitamin seperti :
Kandungan Pisang
Pisang mengandung (68%) air, (25%) gula, (2%) protein, (1%), lemak dan minyak, (1%) serat Selulosa. Sebagaimana juga ia mengandung pati dan asam tanin, vitamin A (300 IU per seratus gram), vitamin B dengan berbagai jenisnya; B1, B2, B 6, dan 12 (100 mg per seratus gram), persentase yang cukup dari vitamin D, dan sedikit Vitamin Z. Dan pisang juga mengandung Kalsium (100 mg per seratus gram), Fosfor, Besi, Sodium, Kalium (potassium), Magnesium, dan Seng.

Manfaat Pisang Bagi Kesehatan
  • Meningkatkan kekebalan tubuh
    Vitamin A, C, dan B6 yang terkandung dalam pisang dapat meningkatkan kekebalan tubuh dalam melawan infeksi.
  • Obat hipertensi (tekanan darah tinggi)
    Kandungan kalium membantu mengatur keseimbangan cairan dan elektrolit sehingga tekanan darah terkendali. Kandungan seratnya yang mampu mengikat lemak dapat mencegah terbentuknya plak yang berdampak naiknya tekanan darah.
  • Mencegah penyakit jantung
    Vitamin C dan flavonoid pada pisang yang bersifat antioksidan mencegah oksidasi lemak penyebab penyakit jantung. Kaliumnya merupakan tonik yang baik bagi jantung. Serat pektinnya ikut berpengaruh dalam membantu menurunkan kolesterol.
  • Kesehatan janin
    Ibu hamil disarankan makan pisang karena kandungan asam folatnya mudah diserap janin.
  • Mengatasi anemia (kurang darah)
    Buah ini juga mengandung zat besi. Dua buah pisang setiap hari, cukup membuat penderita anemia terselamatkan.
  • Mengatasi gangguan pencernaan
    Pisang memiliki khasiat antasida serta mudah dicerna sehingga baik dikonsumsi oleh penderita gangguan asam lambung. Penelitian di Inggris terhadap hewan coba, hewan yang diberi makan pisang, dinding lambungnya menjadi lebih kuat. Untuk itu pilihlah pisang yang manis seperti pisang raja. Serat pada pisang melancarkan buang air besar. Vitamin B6-nya membantu meredakan gejala diare.
  • Menurunkan berat badan
    Karbohidrat kompleks tidak menaikkan kadar glukosa dengan drastis; juga rendah lemak sehingga aman untuk peserta program penurunan berat badan. Asalkan, pisang tidak diolah dalam bentuk banana milk shake, pisang goreng, ataupun kolak. Serat pada pisang juga menurunkan berat badan karena melancarkan proses metabolisme.
Buah Pisang Untuk Ibu Hamil
Wanita yang tengah hamil dianjurkan untuk mengkonsumsi pisang, karena mengandung asam folat tinggi yang penting bagi kesempurnaan janin, pembentukan sel-sel baru dan mencegah terjadi cacat bawaan.Sebuah pisang matang, akan mengandung sekitar 85-100 kalori. Sehingga dengan memakan dua pisang segar, kebutuhan asam folat yang sekitar 58 mikrogram dapat terpenuhi. Di samping itu pisang akan membantu menjaga kadar gula darah yang dapat mengurangi morning sick, sehingga pisang sangat baik untuk cemilan ibu hamil.
 
sumber :  http://permathic.blogspot.com/2013/04/gandungan-gizi-dan-manfaat-buah-pisang.html
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...