BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Buah-buahan nanas
kering diproses dengan menggunakan alat pengering. Buah nanas ini
mengandung sedikit gula tambahan serta tambahan lainnya (ascorbic acid)
untuk menghalangi proses pencoklatan buah(browning reaction).
Naman,
penambahan gula halus adalah tergantung kepada cita rasa yang
diinginkan. Saat ini kebanyakan orang lebih mengutamakan kesehatan, dan
menginginkan makanan alami atau minim kandungan bahan sintetik.
Kandungan penambahan gula halus tidak dikehendaki. Dengan demikian
produk nenas ini bisa dikatakan sebagai makanan yang dikatagirokan
sebagai makanan yang berkalori rendah dan serat (fibre) yang tinggi.
B. Tujuan Penelitian
Tujuan
dari penelitian ini adalah untuk membandingkan kualitas nenas kering
yang dipotong bulat lingkaran penuh dan setengah lingkaran dengan
perbedaan ketebalannya.
BAB II
TINJAU PUSTAKA
Pengeringan adalah suatu proses
pengeluaran air yang terkandung dalam bahan hasil pertanian, dengan
jalan menguapkan/menyublim air tersebut sebagian atau seluruhnya.
Pengeringan dilakukan terhadap bahan yang berbentuk padat dengan hasil
proses berbentuk padat. Pengeringan atau penguapan membuang kansungan
air yang terdapat pada bahan, sehingga kadar air yng tersisa tidak
memungkinkan enzim menjadi aktif karena reaksi biokimia memerlukan air
sebagai medianya, walaupun secara fisik dan kimia masih tersisa air
terikat.
Tujuan dari pengeringan adalah:
1. mengeluarkan sebagian besar kandungan air pada komoditas
2.
menghambat dan mencegah terjadinya kerusakan terutama yang disebabkan
oleh pertumbuhan mikroba dan aktivitas enzim dengan menguapkan air pada
bahan
3. mempertahankan mutu komoditas hasil pertanian dari berbagai
perubahan warna, rasa dan bentuk yang memperngaruhi penerimaan konsumen
dan daya guna yang tinggi
4. menghindari terjadinya keracunan
5. mempermudah pangan, penyimpanan dan pengangkutan.
Pada
prinsipnya penguapan terjadi karena adanya perbedaan tekanan uap air
dan uap air sekitarnya. Terjadi dua proses dalam pengeringan
yaitu;pemindahan panas untuk menguapkan cairan-cairan yang terdapat pada
bahan dan pemindahan masa dalam bentuk uap air dari dalam bahan ke
permukaan bahan. Pemindahan atau perambatan panas terjadi secara
konveksi, konduksi dan radiasi, atau kombinasi dari ketiganya. Kenaikan
suhu pengeringan yang tidak terkontrol dapat menimbulkan case hardening
yaitu munculnya lapisan keras pada bagian luar bahan yang dikeringkan
sementara bagian dalam lunak. Kenaikan suhu yang tidak terkontrol juga
dapat memicu terjadinya karamelisasi.
Keberhasilan pengeringan
tergantung pada suhu, kelembaban, luas permukaan, tebal tipisnya bahan,
dan kadar air. Semakin tinggi suhu maka pengeringan semakin cepat.
Kerena perbedaan tekanan uap air bahan dengan uap air diubah menjadi
uap. Pengeringan beku(freeze drying)air dibekukan selanjutnya
disublimasi menjadi uap. Kelembaban relatif mempengaruhi proses
pengeringan dan penguapan yang digunakan untuk menentukan kapasitas
udara dalam pengabsorsian pada bahan. Kecepatannya tergantung pada
tekanan uap air di udara dan tekanan uap air pada permukaan bahan. Beda
tekanan yang semakin besar maka pengeringan semakin cepat. Luas
permukaan yang semakin besar maka perbedaan tekanan semakin besar dan
pengeringanpun akan semakin cepat. Kadar air yang besar pada bahan
membuat pengeringan semakin berjalan lambat.
Teknik penguapan atau
pengeringan dibedakan menjadi pengeringan alami dan buatan. Pengeringan
alami mempunyai kelebiahan dari sisi biaya yang relatif murah dan teknis
yang mudah. Namun pengeringan yang alami mempunyai kelemahan yaitu
proses pengeringan memerlukan waktu yang lama, tempat pengeringan yang
luas, keberhasilan tidak terjamin, penyusutan besar(banyak yang
tercecer), dan sangat tergantung pada cuaca. Pengeringan buatan ada yang
menggunakan udara yang dipanaskan, persentuhan langsung bahan dan
permukaan yang dipadaskan, pengeringan energi radiasi, serta pengerngan
beku. Keuntungan dari pengeringan buatan dari suhu dan aliran dapat
diatur, keberhasilan terjamin, kerusakan bahan relatif kecil dan tempat
yang relatif sedikit. Kekurangan dari penggunaan pengeringan buatan
yaitu; modal besar, biaya tambahan untuk bahan bakar, dan memerlukan
tenaga khusus.
Alat-alat yang biasa digunakan dalam pengeringan
yaitu; alat pengeringan lemari(cabinet drier), alat pengeringan
trowongan, pengering klin, pengeringan semprot dan pengeringan drum.
Alat yang biasa digunakan dalam penguapan yaitu; ketel, evaporator
kancah terbuka, dan evaporator tabung pendek melintang. Selisih antara
berat jenis bahan sebelum pengerinangan dan setelah pengeringan
merupakan rendemen uap air yang keluar dari bahan.
BAB III
METODE PENELITIAN
A. Alat dan Bahan
• Bahan yang digunakan : nenas 3 biji, asam askorbat, gula halus, bahan untuk analisa, bahan pengemas(plastik)
• Alat yang digunakan : Pisau, wadah pencucian, nampan, timbangan analitik, oven
B. Prosedur Kerja
Prosedur kerja pada pengeringan nenas:
1. timbang masing-masing nenas dan catat
2. mengupas buah nenas, membuang kulit, empulur dan mata
3. timbangan daging buah yang telah dikupas
4. mencuci bersih nenas yang telah dukupas
5. potong buah nenas ukuran 0,5cm dan 1cm bentuk bulat serta 0,5 bentuk setengah lingkaran
6. rendam buah nanas dengan asam askorbat (150ppm) selama 15 menit
7. tiriskan buah nanas
8. masukan buah nanas kedalam oven bersuhu 50ºC sampai nanas kering
9. keluarkan dari oven dan taburkan sedikit gula halus
10. dinginkan dan kemas dalam plastic
11. lakukan pengamatan hasil kadar asam, pH dan organoleptik
BAB IV
PEMBAHASAN
A. Hasil Pengamatan
• Berat buah awal: 732 gr
• Berat buah: 445,7 gr
• Kulit: 286,3 gr
• Berat buah setelah dipotong: 355,9 gr
• Ph awal 4
• Berat yang terbuang: 89.8 gr
• Berat bonggol: 30
• Berat akhir sebelum di oven: 325,9 gr
• Berat akhir setelah di oven: 25,2 gr
• Rendemen= 25,2/325,9*100%= 7,73%
Dari
hasil yang didapat pada saat dikeringkan hasilnya sangat sedikit yakni
sekitar 25,2 gr hal ini dikarenakan buah nanas mengalami penurunan
kadar air akibat di keringkan didalam oven. Penurunan kadar air didalam
bahan mengakibatkan proses enzimatis di dalam bahan terhambat. Sehingga
buah nanas yang dikeringkan akan bertahan lama di simpan.
Dalam
proses pengeringan buah nanas memerlukan waktu yang lama yakni ± 7 hari.
Dalam proses pengeringan ini dipengaruhi oleh ketebalan bahan, suhu,
jenis bahan dan kandungan air yang terdaat pada bahan. Dalam praktek ini
ketebalan bahan yang diamati sebesar 0,5 cm dengan suhu didalam oven
52ºC. Dalam proses pengeringan perubahan yang terjadi pada bahan yakni
warna menjadi kecoklatan hal ini terjadi akibat dari bahan tersebut
mengalami browning akibat dari penambahan suhu, berat bahan sebelum di
oven berkurang sehingga hasil rendemen yang didapat sebesar 7,73%. Dalam
kita melakukan suatu usaha untuk menghasilkan produk berat rendemen
yang seperti ini tidak layak diusahakan. Untuk melakukan usaha atau
memroduksi rendemen yang baikadalah sekitar 50 %.
B. Nilai Ekonomi Nanas Kering
Analisis Biaya Produksi:
Harga bahan:
Nanas 1 buah: Rp. 5.000
Plastic 1 buah: Rp. 100
Alumunium foil
Total Biaya Bahan: Rp. 5.100
Harga peralatan:
Peralatan dapur: Rp. 3000
Listrik 7 hari @ Rp. 1000: Rp. 7000
Total Biaya Peralatan: Rp. 10.000
Jadi, biaya produksinya sebesar: Rp. 5.100 + 10.000 = Rp. 15.100
Biaya per gram produksi nanas: Rp. 15.100 / 25,2gr = Rp. 599,21/gr
Untuk
mendapatkan keuntungan dari penjualan kripik nanas tersebut harga yang
ditetapkan harus melebihi dari Rp. 599,21/gr. Namun harga tersebut
kurang realistis untuk dipasarkan karena biaya produksinya cukup tinggi.
Mungkin bila jumlah produksi lebih banyak dapat mengurangi biaya
produksi tersebut. Hal ini perlu ada percobaan lebih lanjut.
Bila
dilihat dari sisi warna dan rasa kripik nanas kurang menarik dan kurang
nikmat. Untuk menambah daya tarik dan rasa, kripik nanas dapat
ditaburkan dengan gula halus. Namun penambahan gula halus ini menambah
biaya produksi sehinga penentuan harga pun harus dinaikan sesuai
penambahan nilai dari kripik nanas tersebut.
BAB V
PENUTUP
A. Kesimpulan
Keberhasilan
pengeringan tergantung pada faktor suhu, kelembaban, luas permukaan,
tebal tipisnya bahan, dan kadar air. Semakin tinggi suhu, maka penguapan
akan semakin cepat. Permukaan alat yang luas maka kontak panas besar
sehingga penguapan cepat. Semakin tinggi kadar air maka penguapan
semakin lambat.
B. Saran
Dalam proses pengeringan haruslah
diperhatikan kadar air yang masih terkandung dalam buah yang akan
dikeringkan, hal ini bertujuan untuk mempercepat proses pengeringan dan
menghindindari tumbuhnya jamur. Suhu yang di set pada oven juga harus
optimum, karena jika suhu terlalu tinggi maka produk kita tadi akan
gosong. Pengeringan dengan matahari adalah cara yang paling bagus,
tetapi banyak sekali hambatan bila menggunakan cara ini, seperti musim
hujan dan gangguan hewan.
sumber : http://herumuawin.blogspot.com/2010/01/cara-pembuatan-keripik-nanas.html
Tampilkan postingan dengan label nanas. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label nanas. Tampilkan semua postingan
Kamis, 13 Juni 2013
Pembuatan Selai Nanas
Cara Membuat Selai Nanas
- 500 gram daging(isi) buah Nanas (sudah dihilangkan mata buah Nanasnya hingga bersih)
- 300 gram gula pasir (atau bisa lebih banyak sesuai selera)
- setengah sendok teh asam sitrun
- 1 sendok teh agar-agar bubuk putih
Cara membuat:
- Haluskan buah nanas dengan blender
- Masak buah nanas yang telah dihancurkan dengan api kecil selama 10-15 menit dengan suhu 90 derajat celcius
- Selama memasak, tambahkan gula pasir, asam sitrun, agar-agar bubuk dan besarkan api hingga suhu 105 derajat celcius sambil diaduk selama 30 menit atau sampai mengental
- Sementara itu kukus botol selai dalam air mendidih selama 30 menit
- Tuang selai nanas(selama masih panas) ke dalam botol yang juga panas tadi
- Tunggu hingga dingin, jadi deh 650 gram selai nanas
Nanas Menggugurkan Kandungan
Buah nanas muda dapat menggugurkan kandungan
Buah nanas penyebab keguguran – nanas dapat menggugurkan kandungan, tetapi
sebaiknya berhati hati saja bila mengkonsumsi buah nanas apalagi buah
nanas muda,karena hanya bisa dapat digunakan untuk melancarkan
terlambat haid,tidak bisa sebagai obat penggugur kandunganBisa ya, bisa tidak ..kalau gagal janin jadi mendapat masalah kalau tidak bisa digugurkan janin tambah besar malah kasihan si calon jabang bayi karena akan (maaf) cacat.
Efek Samping dari buah nanas
Buah nanas hanya dapat menimbulkan rasa gatal, prakteknya hanya membuat suhu rahim jadi panas..tetapi kenyataan
tidak berpotensi menggugurkan,Pada kasus pengguguran seperti ini,yang
ada hanya,mual,dan panas saja dan lecet pada lambung,dan sakit
berkepanjangan.
Kandungan Buah Nanas
Buah Nanas adalah bahan makanan yang biasa dikonsumsi oleh
masyarakat Indonesia. Buah Nanas mengandung energi sebesar 52
kilokalori, protein 0,4 gram, karbohidrat 13,7 gram, lemak 0,2 gram,
kalsium 16 miligram, fosfor 11 miligram, dan zat besi 0 miligram.
Selain itu di dalam Buah Nanas juga terkandung vitamin A sebanyak 130
IU, vitamin B1 0,08 miligram dan vitamin C 24 miligram. Hasil tersebut
didapat dari melakukan penelitian terhadap 100 gram Buah Nanas, dengan
jumlah yang dapat dimakan sebanyak 53 %.
Informasi Rinci Komposisi Kandungan Nutrisi/Gizi Pada Buah Nanas :
Nama Bahan Makanan : Buah Nanas
Nama Lain / Alternatif : Buah Nenas
Banyaknya Buah Nanas yang diteliti (Food Weight) = 100 gr
Bagian Buah Nanas yang dapat dikonsumsi (Bdd / Food Edible) = 53 %
Jumlah Kandungan Energi Buah Nanas = 52 kkal
Jumlah Kandungan Protein Buah Nanas = 0,4 gr
Jumlah Kandungan Lemak Buah Nanas = 0,2 gr
Jumlah Kandungan Karbohidrat Buah Nanas = 13,7 gr
Jumlah Kandungan Kalsium Buah Nanas = 16 mg
Jumlah Kandungan Fosfor Buah Nanas = 11 mg
Jumlah Kandungan Zat Besi Buah Nanas = 0 mg
Jumlah Kandungan Vitamin A Buah Nanas = 130 IU
Jumlah Kandungan Vitamin B1 Buah Nanas = 0,08 mg
Jumlah Kandungan Vitamin C Buah Nanas = 24 mg
Khasiat / Manfaat Buah Nanas : - (Belum Tersedia)
Huruf Awal Nama Bahan Makanan : B
Sumber Informasi Gizi : Berbagai publikasi Kementerian Kesehatan Republik Indonesia serta sumber lainnya.
Keterangan :
Riset/penelitian pada Buah Nanas yang berbeda bisa menghasilkan perbedaan hasil yang didapat karena berbagai faktor yang mempengaruhi. Mohon maaf apabila ada kesalahan atau kekurangan pada informasi daftar komposisi bahan makanan Buah Nanas ini. Semoga informasi kandungan gizi/nutrisi Buah Nanas ini bisa bermanfaat untuk kita semua. Terima Kasih.
Informasi Rinci Komposisi Kandungan Nutrisi/Gizi Pada Buah Nanas :
Nama Bahan Makanan : Buah Nanas
Nama Lain / Alternatif : Buah Nenas
Banyaknya Buah Nanas yang diteliti (Food Weight) = 100 gr
Bagian Buah Nanas yang dapat dikonsumsi (Bdd / Food Edible) = 53 %
Jumlah Kandungan Energi Buah Nanas = 52 kkal
Jumlah Kandungan Protein Buah Nanas = 0,4 gr
Jumlah Kandungan Lemak Buah Nanas = 0,2 gr
Jumlah Kandungan Karbohidrat Buah Nanas = 13,7 gr
Jumlah Kandungan Kalsium Buah Nanas = 16 mg
Jumlah Kandungan Fosfor Buah Nanas = 11 mg
Jumlah Kandungan Zat Besi Buah Nanas = 0 mg
Jumlah Kandungan Vitamin A Buah Nanas = 130 IU
Jumlah Kandungan Vitamin B1 Buah Nanas = 0,08 mg
Jumlah Kandungan Vitamin C Buah Nanas = 24 mg
Khasiat / Manfaat Buah Nanas : - (Belum Tersedia)
Huruf Awal Nama Bahan Makanan : B
Sumber Informasi Gizi : Berbagai publikasi Kementerian Kesehatan Republik Indonesia serta sumber lainnya.
Keterangan :
Riset/penelitian pada Buah Nanas yang berbeda bisa menghasilkan perbedaan hasil yang didapat karena berbagai faktor yang mempengaruhi. Mohon maaf apabila ada kesalahan atau kekurangan pada informasi daftar komposisi bahan makanan Buah Nanas ini. Semoga informasi kandungan gizi/nutrisi Buah Nanas ini bisa bermanfaat untuk kita semua. Terima Kasih.
Manfaat Buah Nanas
Berikut adalah manfaat buah nanas:
Nanas, nenas, atau ananas (Ananas comosus (L.) Merr.) adalah sejenis tumbuhan tropis yang berasal dari Brasil, Bolivia, dan Paraguay. Tumbuhan ini termasuk dalam familia nanas-nanasan (Famili Bromeliaceae). Perawakan (habitus) tumbuhannya rendah, herba (menahun) dengan 30 atau lebih daun yang panjang, berujung tajam, tersusun dalam bentuk roset mengelilingi batang yang tebal. Buahnya dalam bahasa Inggris disebut sebagai pineapple karena
bentuknya yang seperti pohon pinus. Nama 'nanas' berasal dari sebutan orang Tupi untuk buah ini: anana, yang bermakna "buah yang sangat baik". Burung penghisap madu (hummingbird) merupakan penyerbuk alamiah dari buah ini, meskipun berbagai serangga juga memiliki peran yang sama.
Buah nanas sebagaimana yang dijual orang bukanlah buah sejati, melainkan gabungan buah-buah sejati (bekasnya terlihat dari setiap 'sisik' pada kulit buahnya) yang dalam perkembangannya tergabung -- bersama-sama dengan tongkol (spadix) bunga majemuk -- menjadi satu 'buah' besar. Nanas yang dibudidayakan orang sudah kehilangan kemampuan memperbanyak secara seksual, namun ia mengembangkan tanaman muda (bagian 'mahkota' buah) yang merupakan sarana perbanyakan secara vegetatif. Di Indonesia, propinsi Lampung merupakan daerah penanaman nanas utama, dengan beberapa pabrik pengolahan nanas juga terdapat di sana.
Kandungan Buah Nanas
Buah ini banyak mengandung vitamin A dan C sebagai antioksidan. Juga mengandung kalsium, fosfor, magnesium, besi, natrium, kalium, dekstrosa, sukrosa, dan enzim bromelain. Bromelain berkhasiat sebagai antiradang, membantu melunakkan makanan di lambung, serta menghambat pertumbuhan sel kanker. Kandungan seratnya dapat mempermudah buang air besar pada penderita sembelit.
Beberapa khasiat buah nanas yang telah masak:
- bersifat dingin,
- dapat mengurangi keluarnya asam lambung yang berlebihan,
- membantu pencernaan makanan di lambung,
- antiradang,
- peluruh kencing (diuretik),
- membersihkan jaringan kulit yang mati,
- mengganggu pertumbuhan sel kanker,
- menghambat penggumpalan trombosit.
- Air perasan (Jus) Nanas: Cacingan, radang tenggorokan, Beri-beri, menurunkan berat badan, masalah pencernaan
- Daun Nanas (cuci bersih, ditumbuk halus, balurkan pada yang sakit): Untuk luka bakar, gatal dan bisul
- Ketombe: Sediakan 1/4 buah nanas masak. Kupas kulitnya, lalu parut, peras, dan saring. Tambahkan air perasan 1 buah jeruk nipis dan aduk sampai rata. Gunakan ramuan ini untuk menggosok kulit kepala yang berketombe. Lakukan malam sebelum tidur. Keesokan paginya rambut dikeramas. Lakukan 2-3 kali dalam seminggu.
- Peradangan kulit: sediakan 1/2 buah nanas yang telah masak. Kupas kulitnya, lalu parut. Hasil parutannya dipakai untuk menggosok kulit yang bersisik dan mengelupas. Lakukan sekali sehari, malam sebelum tidur. Keesokan paginya baru dicuci bersih. Lakukan setiap hari.
- Sembelit: minum air perasan dari 3 buah nanas, namun pilihlah buah yang belum matang benar dan agak sedikit asam.
Efek Samping buah nanas:
- Nanas muda berpotensi sebagai abortivum atau sejenis obat yang dapat menggugurkan kandungan. Karena itu, nanas dapat digunakan untuk melancarkan terlambat haid. Karena itu, perempuan hamil dilarang mengkonsumsi nanas muda.
- memicu rematik. Di dalam saluran cerna, buah nanas terfermentasi menjadi alkohol. Ini bisa memicu kekambuhan rematik gout. Penderita rematik dan radang sendi dianjurkan untuk membatasi konsumsi nanas.
- meningkatkan gula darah. Buah nanas masak mengandung kadar gula yang cukup tinggi. Jadi, bagi penderita diabetes, sebaiknya tidak mengonsumsi nanas secara berlebihan.
- menimbulkan rasa gatal. Terkadang sehabis makan nanas segar, mulut dan lidah terasa gatal. Untuk menghindarinya, sebelum dimakan, rendamlah potongan buah nanas dengan air garam. Sederhana bukan?
buah nanas untuk menggugurkan kandungan,manfaat buah nanas muda,kandungan buah nanas,buah nanas muda,sari buah nanas,buah nanas dan manfaatnya,sejarah buah nanas,buah nanas penyebab keguguran,manfaat dan bahaya buah nanas,manfaat buah nanas untuk ibu hamil,manfaat buah nanas untuk kesehatan,manfaat buah nanas untuk kulit,manfaat buah nanas muda,manfaat buah semangka,artikel manfaat buah nanas,manfaat buah nanas bagi kesehatan
Langganan:
Postingan (Atom)