Jumat, 21 Juni 2013

Budidaya Pisang

I. PENDAHULUAN
Pisang adalah tanaman buah , sumber vitamin, mineral dan karbohidrat. Di Indonesia pisang yang ditanam baik dalam skala rumah tangga ataupun kebun pemeliharaannya kurang intensif. Sehingga, produksi pisang Indonesia rendah, dan tidak mampu bersaing di pasar internasional. Untuk itu PT. NATURAL NUSANTARA merasa terpanggil untuk membantu petani meningkatkan produksi secara kuantitas, kualitas dan kelestarian (Aspek K-3).

II. SYARAT TUMBUH
2.1. Iklim


  1. Iklim tropis basah, lembab dan panas mendukung pertumbuhan pisang. Namun demikian pisang masih dapat tumbuh di daerah subtropis.
  2. Kecepatan angin tidak terlalu tinggi.
  3. Curah hujan optimal adalah 1.520 - 3.800 mm/tahun dengan 2 bulan kering.

2.2. Media Tanam

  1. Sebaiknya pisang ditanam di tanah berhumus dengan pemupukan.
  2. Air harus selalu tersedia tetapi tidak menggenang.
  3. Pisang tidak hidup pada tanah yang mengandung garam 0,07%.

2.3.Ketinggian Tempat
Dataran rendah sampai pegunungan setinggi 2.000 m dpl. Pisang ambon, nangka dan tanduk tumbuh baik sampai ketinggian 1.000 m dpl

III. PEDOMAN TEKNIS BUDIDAYA
3.1. Pembibitan
  1. Perbanyakan dengan cara vegetatif berupa tunas (anakan).
  2. Tinggi anakan untuk bibit 1 - 1,5 m, lebar potongan umbi 15 - 20 cm.
  3. Anakan diambil dari pohon yang berbuah baik dan sehat.
  4. Bibit yang baik daun masih berbentuk seperti pedang, helai daun sempit.
3.2. Penyiapan Bibit
  • Tanaman untuk bibit ditanam dgn jarak tanam 2x2 m.
  • Satu pohon induk dibiarkan memiliki tunas antara 7- 9.
3.3. Sanitasi Bibit Sebelum Ditanam
  • Setelah dipotong, bersihkan tanah yang menempel di akar.
  • Simpan bibit di tempat teduh 1 - 2 hari sebelum tanam.
  • Buang daun yang lebar.
  • Rendam umbi bibit sebatas leher batang di dalam larutan POC NASA (1 - 2 tutup), HORMONIK (0,5 -1 tutup), Natural GLIO (1 - 2 sendok makan) dalam setiap 10 liter air, selama 10 menit. Lalu bibit dikeringanginkan.
  • Jika di areal tanam sudah ada hama nematoda, rendam umbi bibit di dalam air panas beberapa menit.
3.4. Pengolahan Media Tanam
  • Lakukan pembasmian gulma, rumput atau semak-semak.
  • Gemburkan tanah yang masih padat
  • Buat sengkedan terutama pada tanah miring dan buat juga saluran pengeluaran air.
  • Dianjurkan menanam tanaman legum seperti lamtoro di batas sengkedan.
3.5. Teknik Penanaman
  • Ukuran lubang adalah 50 x 50 x 50 cm pada tanah berat dan 30 x 30 x 30 cm pada tanah gembur.
  • Jarak tanam 3 x 3 m untuk tanah sedang dan 3,3 x 3,3 m untuk tanah berat.
  • Penanaman dilakukan menjelang musim hujan (September - Oktober).
  • Siapkan campuran Natural GLIO dan pupuk kandang, caranya: Campur 100 gram Natural GLIO dengan 25 - 50 kg pupuk kandang, jaga kelembaban dengan memercikan air secukupnya, masukkan ke dalam karung, biarkan 1 - 2 minggu.
  • Pisahkan tanah galian bagian atas dan bagian bawah.
  • Tanah galian bagian atas dicampur Natural GLIO yang sudah dicampur pupuk kandang (0,5 - 1 kg per lubang tanam), tambahkan dolomit (0,5 - 1 kg/lubang tanam), pupuk kandang 15 - 20 kg/lubang tanam.
  • Masukkan bibit dengan posisi tegak, tutup terlebih dulu dengan tanah bagian atas yang sudah dicampur Natural GLIO, dolomit dan pupuk kandang, diikuti tanah galian bagian bawah. Catatan : pupuk kandang diberikan jika tersedia, jika tidak dapat diganti dengan SUPERNASA.
  • Siram dengan larutan POC NASA (1 - 2 tutup), HORMONIK (0,5 tutup) dalam setiap 5 liter air. Untuk mendapatkan hasil lebih baik, POC NASA dapat diganti dengan POP SUPERNASA. Cara penggunaan POP SUPERNASA: 1 (satu) botol POP SUPERNASA diencerkan dalam 4 liter (4000 ml) air dijadikan larutan induk. Kemudian setiap 5 liter air diberi 5 tutup larutan induk tadi untuk penyiraman setiap pohon. -Penyiraman dilakukan 2 - 3 bulan sekali.
  • Data kebutuhan dan cara pemupukan, adalah sebagai berikut :

PUPUK
JUMLAH
KETERANGAN
UREA 207 (kg/ha) Berikan 2x setahun, dalam larikan yang mengitari rumpun lalu ditutup tanah
SP-36 138 (kg/ha) 6 bulan setelah tanam ( 2x dalam satu tahun )
KCl 608 (kg/ha) 6 bulan setelah tanam ( 2x dalam satu tahun )
Pupuk Kandang
0,8-10 (kg/ha)
Pupuk dasar, campur dengan tanah galian bagian atas
Dolomit
200 (kg/ha)
Pupuk dasar, campur dengan tanah galian bagian atas
POC NASA
20 (botol/ha)
Disiramkan 3 bulan sekali
SUPERNASA
10 (botol/ha)
4 bulan sekali
HORMONIK
10 (botol/ha)
Dicampur POC NASA disiram 3 bulan sekali

3.6. Pemeliharaan Tanaman
  • Satu rumpun hanya 3 - 4 batang.
  • Pemotongan anak dilakukan sedemikian rupa sehingga dalam satu rumpun terdapat anakan yang masing-masing berbeda umur (fase pertumbuhan).
  • Setelah 5 tahun rumpun dibongkar diganti tanaman baru.
  • Penyiangan dilakukan bersamaan dengan penggemburan dan penimbunan dapuran dengan tanah.
  • Penyiangan dan penggemburan jangan terlalu dalam.
  • Pangkas daun kering.
  • Pengairan harus terjaga. Dengan disiram atau mengisi parit saluran air.
  • Pasang mulsa berupa daun kering ataupun basah. Tetapi mulsa tidak boleh dipasang terus menerus.
3.7. Pemeliharaan Buah
  • Potong jantung pisang yang telah berjarak 25 cm dari sisir buah terakhir.
  • Setelah sisir pisang mengembang sempurna, tandan pisang dibungkus kantung plastik bening polietilen tebal 0,5 mm, diberi lubang diameter 1,25 cm. Jarak tiap lubang 7,5 cm. Usahakan kantung menutupi 15 -45 cm di atas pangkal sisir teratas dan 25 cm di bawah ujung buah dari sisir terbawah.
  • Batang tanaman disangga dengan bambu yang dibenamkan sedalam 30 cm ke dalam tanah.
3.8. Hama dan Penyakit
3.8.1. Hama
a. Ulat daun (Erienota thrax.)
Menyerang daun. Gejala: daun menggulung seperti selubung dan sobek hingga tulang daun.

b. Uret kumbang (Cosmopolites sordidus)
Menyerang kelopak daun, batang. Gejala: lorong-lorong ke atas/bawah dalam kelopak daun, batang pisang penuh lorong. Pengendalian: sanitasi rumpun pisang, bersihkan rumpun dari sisa batang pisang, gunakan PESTONA.

c. Nematoda (Rotulenchus similis, Radopholus similis)
Menyerang akar. Gejala : tanaman kelihatan merana, terbentuk rongga atau bintik kecil di dalam akar, akar bengkak. Pengendalian: gunakan bibit yang tahan, tingkatkan humus tanah dan gunakan lahan dengan kadar lempung kecil.

d. Ulat bunga dan buah (Nacoleila octasema.)
Menyerang bunga dan buah. Gejala: pertumbuhan buah abnormal, kulit buah berkudis. Adanya ulat sedikitnya 70 ekor di tandan pisang.

3.8.2. Penyakit
a. Penyakit darah
Penyebab : Xanthomonas celebensis (bakteri). Menyerang jaringan tanaman bagian dalam. Gejala: jaringan menjadi kemerah-merahan seperti berdarah. Pengendalian: Pemberian Natural GLIO sebelum tanam, dan membongkar dan membakar tanaman yang sakit.

b. Panama
Penyebab: jamur Fusarium oxysporum. Menyerang daun. Gejala : daun layu dan putus, mula-mula daun luar lalu bagian dalam, pelepah daun membelah membujur, keluarnya pembuluh getah berwarna hitam. Pengendalian : Pemberian Natural GLIO sebelum tanam, membongkar dan membakar tanaman yang sakit.

c. Bintik daun
Penyebab: jamur Cercospora musae. Menyerang daun dengan gejala bintik sawo matang yang makin meluas. Pengendalian: : Pemberian Natural GLIO sebelum tanam.

d. Layu
Penyebab : bakteri Bacillus sp. menyerang akar. Gejala: tanaman layu dan mati. Pengendalian : membongkar dan membakar tanaman yang sakit, Natural GLIO diawal tanaman

e. Daun pucuk
Penyebab : virus dengan perantara kutu daun Pentalonia nigronervosa. Menyerang daun pucuk. Gejala: daun pucuk tumbuh tegak lurus secara berkelompok. Pengendalian: Mengendalikan kutu duan dengan Natural BVR, membongkar dan membakar tanaman yang sakit.

3.9. Panen
  • Ciri khas panen adalah mengeringnya daun bendera. Buah 80 - 100 hari dengan siku-siku buah yang masih jelas sampai hampir bulat.
  • Buah pisang dipanen bersama-sama dengan tandannya. Panjang tandan yang diambil adalah 30 cm dari pangkal sisir paling atas. Gunakan pisau yang tajam dan bersih waktu memotong tandan.
  • Tandan pisang disimpan dalam posisi terbalik supaya getah dari bekas potongan menetes ke bawah tanpa mengotori buah.
  • Setelah itu batang pisang dipotong hingga umbi batangnya dihilangkan sama sekali.
  • Pada perkebunan pisang yang cukup luas, panen dapat dilakukan 3 - 10 hari sekali tergantung pengaturan jumlah tanaman produktif.
sumber : http://teknis-budidaya.blogspot.com/2007/10/budidaya-pisang.html

Tepung Pisang

TEKNOLOGI PEMBUATAN TEPUNG PISANG
Balitbu Tropika 2013, buah pisang adalah salah satu buah yang mengandung gizi cukup tinggi dengan nilai kalori 120 kalori dan dilengkapi dengan berbagai macam vitamin dan mineral, selain itu juga mempunyai kandungan zat pati yang cukup tinggi 30mg/100gram sehingga cocok untuk dibuat menjadi tepung. Tepung pisang sangat baik untuk pencernaan sehingga cocok sebagai menu makanan untuk bayi, selain itu sebagai produk setengah jadi (produk antara)dapat dijadikan berbagai macam olahan kue dan makanan sebagai pengganti atau subsitusi penggunaan tepung terigu yang selama ini produknya masih impor.
Cara Pembuatan Tepung Pisang Adalah Sebagai Berikut:
  1. Pisang yang sudah tua, mentah (hampir semua varietas bisa untuk dijadikan tepung).
  2. Pisang disisir, kemudian diblasing (kukus) selama ± 10 menit, untuk memudahkan pengupasan dan mengurangi pencoklatan .
  3. Kemudian buah pisang dikupas bersih.
  4. Daging buah dirajang atau di sawut
  5. Dilakukan pengeringan , bisa dengan dijemur atau dioven dengan suhu ± 60°C selama ± 20 jam jika sudah kering ditandai dengan mudah dipatahkan.
  6. Sawutan yang sudah kering digiling atau ditumbuk kemudian diayak, setelah jadi tepung kemudian disimpan dengan menggunakan wadah yang cukup baik seperti kantong plastik yang diikat rapat, botol dll.
Salah satu cake hasil tepung pisang

sumber : http://balitbu.litbang.deptan.go.id/ind/index.php/hasil-penelitian-mainmenu-46/inovasi-teknologi/16-penelitianpengkajian2/512-teknologi-pembuatan-tepung-pisang-

Jenis Jenis Pisang

Adapaun jenis-jenis pisang tersebut adalah sebagai berikut:

  1. Pisang tanduk
      Jenis pisang tanduk ini berbentuk panjang dan melengkung, seperti tanduk, inilah menyebabkan jenis pisang ini disebut pisang tanduk, panjang buah pisang tanduk mencapai 35 cm dan beratnya perbuahnya memcapai 300 g, kulit buah pisang tanduk tebal dan akan berwarna kuning jika sudah masak, dan ada bintik-bintik coklat, rasa pisang tanduk manis dengan sedikit asam, serta memiliki bau yang kuat.
  2. Pisang buah raja
      Pisang raja sere atau dalam bahasa lainnya adalah pisang susu, jenis pisang ini adalah jenis pisang terbaik, karena mempunyai aroma yang harum dan rasa yang sangat manis, selain itu tidak berbiji, jenis pisang ini mempunyai panjang sekitar 10 cm dan beratnya mencapai 120-150 g perbuahnya.
  3. Pisang buluh raja
      Jenis pisang buluh raja berukuran gemuk, daging buahnya sangat manis, kulitnya tebal dan terdapat bintik-bintik coklat kecil, beratnya mencapai 110-120 g perbuahnya, serta panjangnya mencapai 12 – 18 cm
  4. Pisang kapok
      Jenis pisang kapok mempunyai beberapa nama, diantaranya pisang gepeng, jenis pisang ini terdapat dua jenis, yaitu ada yang sedikit putih dan tidak, yang sedikit putih biasanya digunakan sebagai makanan burung. Bentuk buah pisang kapok berbentuk persegi, panjangnya mencapai 80-120 cm, jenis pisang kapok mempunyai kulit yang tebal dan berwarna kuning kehijau-hijauan.
  5. Pisang ambon
      Jenis pisang ambon mempunyai rasa yang manis dan harum, panjang buahnya mencapai 15-20 cm daging buahnya berwarna putih dengan kulitnya berwarna kuning, jika sudah masak.
  6. Pisang boyan
      Jenis pisang boyan berbentuk kecil dan kulisnya tipis, daging buahnya berwarna agak kekuning-kuningan dan rasanya manis dan tidak berbiji.

Diet Pisang

diet pisang
Pisang merupakan salah satu buah yang paling populer di dunia, serta memiliki manfaat yang sangat besar dalam rangka penurunan berat badan. melalui pisang, Anda akan mendapatkan vitamin, kalori yang rendah, serat tinggi, dan banyak manfaat lainnya. konsumsilah diet pisang demi mendapatkan beragam manfaat terbaik untuk penurunan berat badan. Juga, di bawah ini ada beberapa alasan yang mendetail tentang alasan diet pisang ampuh untuk menurunkan berat badan.
Pisang Amat Rendah Kalori
Pisang merupakan makanan yang terkenal karena mempunyai banyak nutrisi pada jumlah yang cukup besar. Anda akan menemukan kalium, magnesium, kalori rendah, dan vitamin B. untuk kategori rendah kalori, hal ini dibuktikan melalui penemuan yang dilakukan oleh Departemen Pertanian Amerika Serikat. Mereka mengungkapkan bahwa pisang yang berukuran besar yaitu antara 7 hingga 8 inchi hanya mengandung 105 kalori.
Rendah Lemak
Pisang merupakan salah satu buah yang tidak banyak mengandung protein, serta buah ini sangat rendah akan lemak. Anda bisa membuktikannya melalui database USDA, dimana pisang yang berukuran besar hanya memiliki kurang dari setengah gram lemak.
Tinggi Serat
Pisang merupakan makanan yang tinggi akan serat, dan mampu membuat Anda kenyang hingga sore hari. Satu buah pisang besar mengandng 4 gram serat untuk setiap porsi, sehingga mampu membantu Anda dalam mencapai 25 gram kebutuhan serat harian. Anda cukup membutuhkan tiga hingga empat buah pisang untuk mencapai separuh dari konsumsi harian.
Indeks Glikemik Rendah
Salah satu makanan yang mengandung indeks glikemik rendah adaah pisang. Dengan mengkonsumsi makanan ini, maka Anda tidak akan mendapatkan lonjakan kadar gula dan peningkatan kalori di dalam darah. Indeks glikemi rendah artinya makanan yang ada dicerna dan diserap lebih lambat sehingga mampu menciptakan kadar gula darah yang lebih konsisten. Berbeda halnya dengan makanan berindeks glikemik tinggi seperti nasi, makanan tersebut amat cepat diserap oleh tubuh sehingga kadar gula darah Anda juga akan diserap dengan lebih cepat. Juga, Anda akan merasa lapar dengan lebih cepat.

sumber :  http://infosehatbugar.com/tips-hidup-sehat/4-alasan-mengapa-diet-pisang-sangat-tepat-untuk-diet/

Kandungan Dan Manfaat / Khasiat Buah Pisang

Kandungan Gizi dan Manfaat Buah Pisang Bagi Kesehatan -

Pisang (Musa paradisiaca )..buah yang satu ini sangat populer  dikalangan kita, selain karna mudah didapat , murah, buah ini juga banyak kandungan vitaminnya. Pisang (Banana) adalah pohon jenis Terna (pohon dengan batang yang lunak dan tidak berkayu) dari suku Musaceae dengan batang yang kuat, dan daun-daun yang besar memanjang dan berwarna hijau tua. Buah pohon ini nampak dalam bentuk sisir-sisir, yang tiap sisirnya berisi (10 20) pisang, dan dalam buahnya tidak terdapat biji. Pisang  merupakan buah dengan sumber gizi yang hampir sempurna karena pisang mengandung nutrisi enam yaitu: air, gula, protein, lemak, vitamin, dan mineral. Dan berkat tingginya nilai gizi yang dikandungnya, maka ia telah menjadi makanan penting (pokok) bagi banyak orang. Konon buah ini berasal dari asia tenggara kemudian buah ini mulai menyebar ke benua bagian barat. Dan perlu diketahui bahwa indonesia merupakan salah satu negara penghasil pisang terbanyak, yaitu pada urutan ke empat dunia. Dalam pisang terkandung banyak serat dan beberapa  vitamin seperti :
Kandungan Pisang
Pisang mengandung (68%) air, (25%) gula, (2%) protein, (1%), lemak dan minyak, (1%) serat Selulosa. Sebagaimana juga ia mengandung pati dan asam tanin, vitamin A (300 IU per seratus gram), vitamin B dengan berbagai jenisnya; B1, B2, B 6, dan 12 (100 mg per seratus gram), persentase yang cukup dari vitamin D, dan sedikit Vitamin Z. Dan pisang juga mengandung Kalsium (100 mg per seratus gram), Fosfor, Besi, Sodium, Kalium (potassium), Magnesium, dan Seng.

Manfaat Pisang Bagi Kesehatan
  • Meningkatkan kekebalan tubuh
    Vitamin A, C, dan B6 yang terkandung dalam pisang dapat meningkatkan kekebalan tubuh dalam melawan infeksi.
  • Obat hipertensi (tekanan darah tinggi)
    Kandungan kalium membantu mengatur keseimbangan cairan dan elektrolit sehingga tekanan darah terkendali. Kandungan seratnya yang mampu mengikat lemak dapat mencegah terbentuknya plak yang berdampak naiknya tekanan darah.
  • Mencegah penyakit jantung
    Vitamin C dan flavonoid pada pisang yang bersifat antioksidan mencegah oksidasi lemak penyebab penyakit jantung. Kaliumnya merupakan tonik yang baik bagi jantung. Serat pektinnya ikut berpengaruh dalam membantu menurunkan kolesterol.
  • Kesehatan janin
    Ibu hamil disarankan makan pisang karena kandungan asam folatnya mudah diserap janin.
  • Mengatasi anemia (kurang darah)
    Buah ini juga mengandung zat besi. Dua buah pisang setiap hari, cukup membuat penderita anemia terselamatkan.
  • Mengatasi gangguan pencernaan
    Pisang memiliki khasiat antasida serta mudah dicerna sehingga baik dikonsumsi oleh penderita gangguan asam lambung. Penelitian di Inggris terhadap hewan coba, hewan yang diberi makan pisang, dinding lambungnya menjadi lebih kuat. Untuk itu pilihlah pisang yang manis seperti pisang raja. Serat pada pisang melancarkan buang air besar. Vitamin B6-nya membantu meredakan gejala diare.
  • Menurunkan berat badan
    Karbohidrat kompleks tidak menaikkan kadar glukosa dengan drastis; juga rendah lemak sehingga aman untuk peserta program penurunan berat badan. Asalkan, pisang tidak diolah dalam bentuk banana milk shake, pisang goreng, ataupun kolak. Serat pada pisang juga menurunkan berat badan karena melancarkan proses metabolisme.
Buah Pisang Untuk Ibu Hamil
Wanita yang tengah hamil dianjurkan untuk mengkonsumsi pisang, karena mengandung asam folat tinggi yang penting bagi kesempurnaan janin, pembentukan sel-sel baru dan mencegah terjadi cacat bawaan.Sebuah pisang matang, akan mengandung sekitar 85-100 kalori. Sehingga dengan memakan dua pisang segar, kebutuhan asam folat yang sekitar 58 mikrogram dapat terpenuhi. Di samping itu pisang akan membantu menjaga kadar gula darah yang dapat mengurangi morning sick, sehingga pisang sangat baik untuk cemilan ibu hamil.
 
sumber :  http://permathic.blogspot.com/2013/04/gandungan-gizi-dan-manfaat-buah-pisang.html

Pemanfaatan Kulit Pisang

PEMANFAATAN KULIT PISANG MENJADI SUMBER ARUS LISTRIK


DISUSUN OLEH :
Galang Gerinda Wardana  
V. Ari Viggi Handrika
SMA Xaverius Pringsewu, Lampung
PENDAHULUAN
Latar Belakang
              Energi listrik merupakan salah satu dari sekian banyak energi yang memegang peranan penting dalam kehidupan. Bahkan manusia menjadikan energi listrik sebagai kebutuhan pokok setelah pangan, sandang dan papan. Hal itu dikarenakan peranan listrik sangat penting dalam menompang segala sendi kehidupan.
              Penggunaan energi listrik di dunia dari tahun ke tahun semakin meningkat. Sementara itu, suplay energi listrik yang bersumber dari minyak bumi, gas alam, dan batu bara memiliki keterbatasan. Hal ini dikarenakan bahan-bahan tersebut bersifat tidak dapat diperbaharui. Pada era global ini, banyak para ilmuwan melakukan penelitian yang ditujukan untuk menghemat energi sumber daya alam dari dalam bumi. Beberapa ilmuwan sudah menemukan sumber energi alternatif sebagai sumber arus listrik, namun belum ada pemanfaatan secara efektif pada sumber energi tersebut.
              Ada banyak sumber energi yang dihasilkan oleh alam salah satunya energi yang dihasilkan dari limbah kulit pisang.  Banyak orang yang suka terhadap buah pisang, karena rasa pisang yang manis serta tekstur daging buah yang lembut menyebabkan banyak orang yang menyukainya.  Namun banyak orang yang hanya memanfaatkan daging buahnya saja.  Kulit pisang sering dianggap sampah  atau hanya sebagai limbah.  Padahal didalam kulit pisang banyak mengandung unsur serta senyawa yang dapat digunakan sebagai energi alternatif.
              Limbah kulit pisang dapat digunakan sebagai sumber arus listrik, karena dalam limbah kulit pisang banyak terdapat berbagai macam elektrolit seperti asam asetat, magnesium, seng, dan kalium yang mampu menghantarkan ion dan elektron dalam elektroda. Namun pemanfaatan limbah kulit pisang sebagai sumber energi listrik belum dimanfaaatkan secara maksimal oleh masyarakat.
              Pemanfaatan limbah kulit pisang dapat menjadi salah satu alternatif untuk membantu menanggulangi masalah yang timbul berhubungan dengan sumber arus listrik. Oleh karena itu, dalam karya tulis ini penulis mengangkat judul “Pemanfaatan Kulit Pisang Menjadi Sumber Arus Listrik”.
Tujuan
Tujuan penulisan karya tulis ini sebagai berikut :
1.      Memanfaatkan secara maksimal limbah kulit pisang sebagai sumber arus listrik.
2.      Mengetahui potensi elektrolit limbah kulit pisang sebagai sumber energi listrik.
Manfaat
Manfaat yang diharapkan dari penelitian ini adalah:
1.      Memberikan alternatif untuk mengunakan limbah kulit pisang sebagai sumber arus listrik.
2.      Mengembangkan aplikasi ilmu alam sehingga dapat mengatasi masalah kebutuhan sehari-hari, terutama kebutuhan akan sumber arus listrik.
LANDASAN TEORI
Pengertian Kulit Pisang
              Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, kulit adalah lapisan yang ada di luar sekali. Pisang adalah tanaman jenis Musa, buahnya berdaging dan dapat dimakan, ada bermacam-macam jenis pisang misalnyapisang ambon, barangan, raja, raja sereh, uli, dan sebagainya. Pisang adalah nama umum yang diberikan pada tumbuhan terna raksasa berdaun besar memanjang dari suku Musaceae. Buah ini tersusun dalam tandan dengan kelompok-kelompok tersusun menjari, yang disebut sisir. Hampir semua buah pisang memiliki kulit berwarna kuning ketika matang, meskipun ada beberapa yang berwarna jingga, merah, hijau, ungu, atau bahkan hampir hitam.  Jadi dapat disimpulkan bahwa kulit pisang adalah bagian paling luar dari tanaman jenis Musa yang dagingnya dapat dimakan yang tersusun dalam tandan dengan kelompok menjari yang disebut sisir. Sifat kimia yang dimiliki kulit pisang yaitu memiliki gizi yang cukup tinggi dan mudah teroksidasi dengan ditandai perubahan warna pada kulit pisang.
Kandungan dalam Kulit Pisang
              Buah pisang sebagai bahan pangan merupakan sumber energi (karbohidrat) dan mineral, terutama kalium.  Nilai energi pisang sekitar 136 kalori untuk setiap 100 gram, yang secara keseluruhan berasal dari karbohidrat.  Pisang kaya mineral seperti kalium, magnesium, fosfor, klorida, kalium, dan besi. Bila dibandingkan dengan jenis makanan nabati lain, mineral pisang, khususnya besi, hampir seluruhnya dapat diserap tubuh. Secara sederhana kulit buah pisang segar dapat dipergunakan sebagai bahan baku pembuatan alkohol, termasuk anggur, karena selain mengandung gula, juga mempunyai aroma yang menarik.
              Hasil analisis kulit pisang di Indonesia menunjukkan bahwa kulit pisang memiliki kandungan–kandungan makanan yang cukup tinggi. Untuk mengetahui lebih jelas kandungan dalam kulit pisang dapat dilihat dari tabel 1.
Tabel 1. Kandungan dalam Kulit Pisang
Kandungan dalam kulit pisang
Jumlah
Air (%)
Karbohidrat (%)
Lemak (%)
Protein (%)
Kalium (mg/100gr)
Fosfor (mg/100 gr)
Besi (mg/100 gr)
Vitamin :
B (mg/100gr)
C (mg/100gr)
68,90
18,50
2,11
0,32
71,5
11,7
1,6
0,12
17,5
Sumber Arus Listrik
            Arus listrik adalah aliran muatan listrik.  Arus listrik mengalir dalam suatu rangkaian karena adanya beda potensial antara dua titik dalam rangkaian yaitu dari titik berpotensial tinggi ke titik berpotensial rendah.  Syarat adanya arus listrik mengalir di antaranya harus ada beda potensial (sumber tegangan) dan ada penghantar (kabel/kawat) yang menghubungkan beda potensial. Sumber arus listrik adalah zat yang dapat menghasilkan beda potensial listrik atau arus listrik, atau gaya gerak listrik, atau sumber arus listrik. Alat untuk mengukur arus listrik disebut amperemeter. Sedangkan alat untuk mengukur tegangan listrik atau beda potensial listrik adalah voltmeter.
PEMBAHASAN
Alat dan Bahan
              Pembuatan rangkaian sumber arus listrik dari kulit pisang membutuhkan alat dan bahan sebagai berikut :
1.      Air rendaman kulit pisang
Gambar 1. Air rendaman kulit pisang
2.      Konektor
Gambar 2. KonektoR
3.      Aki bekas
Gambar 3. Aki bekas
4.      LED
Gambar 4. LED
5.      Amperemeter 
Gambar 5. Amperemeter
6.      Voltmeter
Gambar 6. Voltmeter
7.      Lempengan seng
Gambar 7. Lempengan seng
8.      Lempengan tembaga
Gambar 8. Lempengan tembaga
           
Cara Perancangan
Pembuatan Larutan dari Kulit Pisang
Cara membuat larutan dari kulit pisang tidaklah sulit.  Kita cukup mencari kulit pisang yang pisangnya mempunyai rasa manis, kulit pisang diperoleh dari limbah orang yang berjualan piscok (pisang coklat).  Setelah itu kulit pisang yang diperoleh dipotong menjadi kecil-kecil dan direndam dalam air dengan perbandingan campuran 500 gram kulit pisang dan 500 mL air. Dalam proses perendaman sebaiknya di masukkan kedalam wadah yang tertutup dan kedap udara dalam suhu kamar, lalu didiamkan selama 3 hari. Semakin lama waktu penyimpanan maka arus listrik yang diperoleh semakin baik karena akan semakin banyak komponen asam.  Namun perlu diingat bahwa wadah perendaman tidak boleh di isi terlalu penuh.  Sisakan minimal sekitar satu per enam dari volume total wadah tersebut.
Perancangan rangkaian  sumber arus listrik dari Kulit Pisang
 Dalam perancangan rangkaian sumber arus listrik diperlukan kecermatan, supaya arus listrik dapat mengalir sesuai dengan yang diharapkan. Adapun langkah-langkah perancangan rangkaian sumber arus listrik dari kulit pisang adalah sebagai berikut :
1.      Tempat wadah aki bekas yang telah diambil timbalnya dan dibersihkan. 
2.      Siapkan lempengan tembaga  dan lempengan seng sesuaikan ukuran lempengan tembaga dengan seng sesuai wadah.  Minimal 6 cm´4 cm.
3.      Ambil air yang telah direndam dengan kulit pisang selama minimal 3 hari, ke dalam wadah aki bekas.
4.      Susun seng dan tembaga disetiap ruang berisi 1 pasang.
5.      Sambungkan seng dengan tembaga dari ruang yang berbeda dengan menggunakan konektor penjepit.
6.      Kemudian ukur dan cek berapa besar arus listrik yang dihasilkan dengan alat pengukur arus listrik yaitu amperemeter dan voltmeter
7.      Setelah itu hubungkan ke LED untuk mengukur berapa lama LED dapat menyala dengan menggunakan sumber arus listrik yang berasal dari kulit pisang.
           
                                                                               +
                                                                                     seng

                                                                                    Tembaga/ timbel

Gambar 9.  Rangkaian alat
Hal-hal yang Menyebabkan Kulit Pisang dapat Menghantarkan Arus Listrik
Kulit pisang mengandung karbohidrat dan kaya akan mineral seperti kalium, magnesium, fosfor, klorida, kalsium, dan besi. Karbohidrat mengandung glukosa, apabila glukosa dicampur dengan air dan didiamkan dalam ruang kedap udara selama beberapa hari maka akan terjadi fermentasi sehingga dapat diperoleh etanol. Etanol lama-kelamaan akan teroksidasi menjadi asam etanoat atau asam asetat. Reaksi yang terjadi yaitu sebagai berikut  :
C6H12O6 Û2 CH3CH2OH+[O]Û 2 CH3COOH
Glukosa           Etanol                          Asam aseta
Asam asetat merupakan salah satu jenis zat elektrolit. Dalam kulit pisang yang sudah difermentasi memiliki sifat asam yang berasal dari kandungan asam asetat, hal tersebut terbukti ketika pH larutan diukur dengan pH universal pH berkisar antara 4-5. Selain mengandung asam asetat, kulit pisang mengandung zat elektrolit lain seperti kalium dan garam klorida. Kalium dan garam klorida bereaksi membentuk garam kalium klorida. Garam kalium klorida dalam air dapat menghantarkan listrik karena dapat terionisasi. Reaksi ionisasi yang terjadi yaitru sebagai berikut :
KCl →     K+  +  Cl-
                        Arus listrik dapat mengalir karena seng bertindak sebagai katode (kutub +) yang bersifat menarik ion negatif dan tembaga bertindak sebagai anode (kutub -) yang bersifat menarik ion positif.  Ketika air rendaman kulit pisang bersentuhan dengan unsur seng dan tembaga terjadi reaksi ionisasi dalam larutan, sehingga dapat terjadi aliran elektron yang menyebabkan arus listrik mengalir. Jika kedua elektrode dihubungkan dengan lampu arus akan mengalir dari anode ke katode, dan lampu menyala.
            Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata tegangan yang dihasilkan oleh pemanfaatan kulit pisang sebagai sumber arus listrik adalah 1 volt. Dan ketahanan dalam LED 400 mA rata-rata selama 24 jam. Kontruksi aki cairan kulit pisang sama dengan aki pada mobil. Perbedaannya adalah pada elektrolitnya. Kulit pisang mengandung beberapa mineral yang dapat berfungsi sebagai elektrolit. Mineral dalam jumlah terbanyak adalah potassium atau kalium (K+). Kulit pisang juga mengandung garam sodium yang mengandung klorida (Cl-) dalam jumlah sedikit. Reaksi antara potassium atau kalium dan garam sodium dapat membentuk kalium klorida atau KCl. Menurut Drs. Asep Jamal (2008) KCl merupakan elektrolit kuat yang mampu terionisasi dan menghantarkan arus listrik. Pisang juga mengandung Magnesium dan Seng. Magnesium (Mg) dapat bereaksi dengan diklorida dan menjadi elektrolit kuat. Jumlah Magnesium hanyalah 15 % dari jumlah pisang keseluruhan. Pisang juga mengandung Seng (Zn) yang merupakan elektroda positif. jumlah kandungan Seng dalam pisang hanya mencapai 2%. Sehingga mineral yang paling berperan dalam menghantarkan listrik adalah potassium atau kalium, yang bereaksi dengan garam sodium. Dimungkinkan garam magnesium dan seng juga turut berperan dalam menghantarkan dan menyimpan arus listrik searah.
Hal-hal yang Mempengaruhi Laju Arus Listrik
            Laju arus listrik dalam hal ini sangat rentan terhadap luas dan besar hambatan konektor.  Seperti listrik pada umumnya mempunyai beberapa cara untuk meningkatkan tegangan ataupun untuk memperkecil hambatan serta membesarkan kuat arus.  Dalam penelitian ini penulis mendapat kesimpulan bahwa semakin luas lempengan seng dan tembaga  semakin besar pula tegangannya namun semakin kecil kuat arusnya dan sebaliknya.  Konektor pula mempengaruhi yaitu apabila tidak menempel kuat pada lempengan maka akan sulit menghantarkan arus listrik.
Perkiraan Perhitungan Biaya untuk Pembuatan Rangkaian Alat
Biaya untuk pembuatan rangkaian alat  pemanfaatan kulit pisang menjadi sumber arus listrik relatif terjangkau karena alat ini bisa dipakai terus menerus, namun untuk elektrode yang digunakan apabila sudah dipakai perlu dibersihkan agar bisa dipakai kembali. Rincian biaya untuk pembuatan alat ini dapat dilihat pada tabel 2.
Tabel 2. Biaya untuk Pembuatan Rangkaian Alat
Nama Barang
Harga
Aki bekas
Rp.  70.000,00
Konektor
Rp.  20.000,00
LED
Rp.  3.000,00
Tembaga
Rp.  50.000,00
Seng
Rp.  20.000,00
Jumlah
Rp.  163.000,00
PENUTUP
Kesimpulan
            Limbah kulit pisang mudah didapatkan didaerah Lampung karena Lampung merupakan salah satu sektor penghasil pisang terbesar di Indonesia.  Pisang biasanya hanya dimanfaatkan daging buahnya  saja.  Padahal selain daging, pelepah, serta daunnya ternyata kulit pisang juga dapat dimanfaatkan.  Di dalam kulit pisang mengandung beberapa mineral yang dapat berfungsi sebagai elektrolit. Mineral dalam jumlah terbanyak adalah potassium atau kalium (K+) dan kulit pisang juga mengandung garam sodium yang mengandung klorida (Cl-) dalam jumlah sedikit. Reaksi antara potassium atau kalium dan garam sodium dapat membentuk kalium klorida atau KCl. Pisang juga mengandung Magnesium dan Seng. Magnesium (Mg) dapat bereaksi dengan diklorida dan menjadi elektrolit kuat. Jumlah Magnesium hanyalah 15 % dari jumlah pisang keseluruhan dan jumlah kandungan Seng dalam pisang hanya mencapai 2 %. Sehingga mineral yang paling berperan dalam menghantarkan listrik adalah potassium atau kalium, yang bereaksi dengan garam sodium.  Selain itu, kulit pisang juga banyak mengandung karbohidrat seperti glukosa.  Glukosa difermentasi dapat menjadi etanol.  Dan etanol dapat dioksidasi menjadi asam asetat.  Karena dalam kulit pisang memiliki kandungan seyawa yang bersifat elektrolit yang cukup banyak, maka ketika air rendaman kulit pisang direaksikan oleh lempengan tembaga dan seng maka dapat menghasilkan arus listrik.  Tegangan dan arus listrik yang dihasilkan dalam 1 rangkaian adalah sekitar 1 volt dan 400 mA.  Karena arus yang cukup besar ini rendaman kulit pisang ini dapat dijadikan sumber arus listrik yang cukup baik.
Saran
            Lampung adalah salah satu penghasil pisang terbesar di Indonesia maka perlu ada pemanfaatan limbah kulit pisang secara lebih efektif terutama sebagai penghasil sumber arus listrik. Untuk itu penulis dapat menyarankan beberapa hal sebagai berikut :
1.      Para pembaca dapat memanfaatkan kulit buah pisang yang selama ini sangat sedikit manfaatnya dapat dikembangkan menjadi suatu objek yang sangat bermanfaat seperti sebagai sumber arus listrik.
2.      Para pembaca diharapkan jangan membuang kulit pisang sembarangan dan lebih memanfaatkannya sebagai sumber energi yang efektif  
DAFTAR PUSTAKA
Departemen Pendidikan Nasional. 2007. Kamus Besar Bahasa Indonesia Edisi Ketiga.cetakan keempat. Jakarta: Balai Pustaka.
Hidayati, Nur dan Anis Wardani. 2006. Kimia SMA/MA Kelas XII. Jakarta: PT Pustaka Insan Madani
Premono, Shidiq dkk. 2006. Kimia SMA/MA Kelas XI. Yogyakarta: PT Pustaka Insan Madani 
 
sumber : http://galanggerinda.blogspot.com/2013/04/pemanfaatan-kulit-pisang-menjadi-sumber.html

Kandungan Kulit Pisang

Pisang, ya pisang merupakan makanan yang memasyarakat. Hampir 100% manusia sangat suka dengan buah pisang, mulai anak bayi sampai kakek-kakek. Ditambah lagi dengan varian buah pisang yang sangat banyak sehingga menambah cita rasa buah pisang.
Kalau orang rata-rata suka dengan buah pisang, bagaimana dengan kulitnya???? Adakah orang yang suka kulit pisang????? yang ada mungkin banyak yang membencinya karena kulit pisang bisa mencelakakan orang karau dibuang sembarangan.
Sebelum Anda membuang kulit pisang mungkin sebaiknya Anda mengetahui kandungan apa saja yang ada pada kulit pisang sehingga mungkin Anda mempunyai kreatifitas untuk mengolah kulit pisang yang banyak dibuang oleh orang yang telah memakan isinya.
Kulit pisang mempunyai kandungan karbohidrat, air, vitamin C, kalium, lutein, anti-oksidan, kalsium, vitamin B, lemak, protein, beragam vitamin B kompleks di antaranya vitamin B6, minyak nabati, serat, serotonin dan banyak lagi lainnya. Semua komponen senyawa ini memiliki beragam khasiat yang baik bagi tubuh.
Sedangkan manfaat kulit pisang yang bisa kita kaji adalah sebagai berikut:
  1. Untuk menambah rasa mood pada tubuh kita karena kulit pisang mengandung serotonim.
  2. Pereda rasa nyeri karena kulit pisang mengandung minnabati.
  3. Mengatasi rasa gatal.
  4. Menghambat pertumbuhan kutil.
  5. Mempercepat penyembuhan luka.
  6. Menghilangkan jerawat dan masih banyak manfaat-manfaat yang lain.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...