Campuran susu serta tomat bisa dijadikan untuk membersihkan sekalian untuk memutihkan wajah.
Kandungan asam laktat yang terdapat didalam susu, dan asam buah yang
terkandung pada tomat memiliki manfaat untuk mengelupaskan kulit mati
dengan halus pada kulit wajah.
Tak hanya kaya vit. C serta
A, konon tomat juga bisa menyembuhkan berbagai penyakit. Tomat yang
berwarna merah memiliki lebih banyak kandungan vit. C serta vit. A lima
kali dibanding dengan tomat yang berwarna hijau. Tomat serta susu diakui
bisa memutihkan mencerahkan kulit wajah
Beberapa bahan yang dibutuhkan untuk memutihkan kulit wajah:
Satu buah tomat warna merah yang sudah matang, 250ml susu cair dan air secukupnya
Cara membuat ramuannya :
Masukkan
tomat yang sudah dipotong ke blender dan blenderlah sampai setengah
halus kemudian masukan sedikit air. Setelah selesai, saringlah hasil
blender tadi dan buang ampasnya.
Campurkan ramuan tomat tadi
dengan susu cair, aduk sampai rata kemudian masukan ke dalam kulkas dan
biarkan samapi menjadi dingin.
Cara penggunaannya :
Ambil
kapas atau kuas untuk maskeran dan celupkan kedalam campuran tomat dan
susu kemudian oleskan dengan lebut ke seluruh wajah sampai leher.
Diamkan selama sekitar sepuluh menit, jika sudah mengering bilas dan
bersihkan dengan air biasa. Ada baiknya Anda mengoleskan masker
tersebut ke kulit tangan untuk mengetahui kesensitifan kulit Anda.
Lakukan masker tomat dan susu selama dua kali sehari, ramuan masker tomat dan susu ini bisa bertahan sampai sebulan, setelah itu buat lagi maskernya. Simpan artikel Cara Membuat Masker Tomat Untuk Memutihkan Wajah ini untuk jaga-jaga agar tidak lupa
sumber : http://cararawatwajah.blogspot.com/2012/12/cara-membuat-masker-tomat-untuk.html
Kamis, 04 Juli 2013
Buah Tomat Untuk Mengatasi Jerawat
Tomat adalah buah ajaib. Selain nikmat dijadikan jus tomat, buah ini juga memiliki banyak manfaat bagi kesehatan tubuh.
Tomat mengandung vitamin dan mineral cukup banyak, yang bermanfaat bagi
kesehatan kulit. Aplikasi tomat pada wajah dapat memperbaiki tekstur
dan warna kulit, sehingga wajah akan terlihat awet muda dan cerah.
Tidak hanya itu, tomat juga berkhasiat dalam mengatasi jerawat dan bekas jerawat pada wajah. Kandungan asam sitrat pada tomat bekerja efektif dalam mengangkat kotoran dan lemak di wajah.
Untuk pencegahan, Anda dapat menggunakan masker tomat 2 kali dalam seminggu, sedangkan untuk pengobatan bisa dilakukan satu kali sehari. Selain dibuat masker, perawatan wajah juga dapat dilakukan dengan tomat yang diiris tipis-tipis, kemudian di oles-oleskan pada wajah secara merata.
Satu hal yang perlu dicatat, penggunaan masker atau irisan tomat hanya efektif pada jerawat-jerawat kecil yang tidak terlalu parah. Untuk jerawat membandel seperti jerawat batu sebaiknya konsultasikan ke dokter untuk pengobatannya.
Selain mengobati jerawat, tomat juga efektif dalam mengilangkan bintik hitam atau komedo hitam (blackheads), dan bekas jerawat yang kadang muncul dan menganggu penampilan kita. Ini berkat kandungan lycopene yang cukup tinggi pada tomat. lebih jauh lagi, penggunaan tomat secara teratur akan membuat kulit wajah terlihat lebih sehat karena terangkatnya sel-sel kulit mati di permukaan wajah, dan digantikan oleh sel-sel kulit baru yang sehat.
sumber: http://www.jurnal.co.id/manfaat-tomat-untuk-mengatasi-jerawat/
Tidak hanya itu, tomat juga berkhasiat dalam mengatasi jerawat dan bekas jerawat pada wajah. Kandungan asam sitrat pada tomat bekerja efektif dalam mengangkat kotoran dan lemak di wajah.
Untuk pencegahan, Anda dapat menggunakan masker tomat 2 kali dalam seminggu, sedangkan untuk pengobatan bisa dilakukan satu kali sehari. Selain dibuat masker, perawatan wajah juga dapat dilakukan dengan tomat yang diiris tipis-tipis, kemudian di oles-oleskan pada wajah secara merata.
Satu hal yang perlu dicatat, penggunaan masker atau irisan tomat hanya efektif pada jerawat-jerawat kecil yang tidak terlalu parah. Untuk jerawat membandel seperti jerawat batu sebaiknya konsultasikan ke dokter untuk pengobatannya.
Selain mengobati jerawat, tomat juga efektif dalam mengilangkan bintik hitam atau komedo hitam (blackheads), dan bekas jerawat yang kadang muncul dan menganggu penampilan kita. Ini berkat kandungan lycopene yang cukup tinggi pada tomat. lebih jauh lagi, penggunaan tomat secara teratur akan membuat kulit wajah terlihat lebih sehat karena terangkatnya sel-sel kulit mati di permukaan wajah, dan digantikan oleh sel-sel kulit baru yang sehat.
sumber: http://www.jurnal.co.id/manfaat-tomat-untuk-mengatasi-jerawat/
Penyakit Tanaman Tomat
PENYAKIT TANAMAN TOMAT
Rebah Semai
Rebah semai tanaman tomat adalah Pythium debarianum. Rebah semai biasa menyerang tanaman tomat pada fase pembibitan dan tanaman muda setelah pindah tanam. Pengendalian kimiawi menggunakan fungisida sistemik berbahan aktif propamokarb hidroklorida, simoksanil, kasugamisin, asam fosfit, atau dimetomorf. Dosis ½ dosis terendah yang tertera pada kemasan.Layu Bakteri
Bakteri penyebab layu tanaman tomat adalah Pseudomonas sp. Penyakit ini sering menggagalkan tanaman, tanaman tomat terserang mengalami kelayuan daun, diawali dari daun-daun muda. Upaya pengendalian antara lain dengan meningkatkan pH tanah, memusnahkan tanaman tomat terserang, melakukan penggiliran tanaman serta penyemprotan kimiawi menggunakan bakterisida dari golongan antibiotik dengan bahan aktif kasugamisin, streptomisin sulfat, asam oksolinik, validamisin, atau oksitetrasiklin. Dosis/konsentrasi sesuai pada kemasan. Sebagai pencegahan, secara biologi berikan trichoderma pada saat persiapan lahan, umur 20hst dan 35 hst dilakukan pengocoran menggunakan pestisida organik pada tanah, contoh super glio, wonderfat. dengan dosis sesuai anjuran pada kemasan.Layu Fusarium
Cendawan penyebab layu tanaman tomat adalah Fusarium oxysporum. Tanaman tomat terserang mengalami kelayuan dimulai daun-daun tua, kemudian menyebar ke daun-daun muda dan menguning. Upaya pengendaliannya dengan meningkatkan pH tanah, memusnahkan tanaman tomat terserang, melakukan penggiliran tanaman serta penyemprotan secara kimiawi menggunakan fungisida berbahan aktif benomil, metalaksil atau propamokarb hidroklorida. Dosis/konsentrasi sesuai pada kemasan. Sebagai pencegahan, secara biologi berikan trichoderma pada saat persiapan lahan, umur 20hst dan 35 hst dilakukan pengocoran dengan pestisida organik pada tanah, contoh super glio, wonderfat. dengan dosis sesuai anjuran pada kemasan.Busuk Phytopthora
Penyakit busuk tanaman tomat adalah Phytopthora infestans. Penyakit ini dapat menggagalkan budidaya tomat karena menyerang semua bagian tanaman. Batang terserang ditandai bercak coklat kehitaman dan kebasah-basahan. Serangan serius menyebabkan tanaman tomat layu. Daun tomat terserang seperti tersiram air panas. Buah terserang ditandai bercak kebasah-basahan yang menjadi coklat kehitaman dan lunak. Pengendalian kimiawi menggunakan fungisida sistemik, contoh bahan aktif yang bisa digunakan adalah metalaksil, propamokarb hidrokloroda, simoksanil atau dimetomorf dan fungisida kontak, contoh bahan aktif yang bisa digunakan adalah tembaga, mankozeb, propineb, ziram, atau tiram. Dosis/konsentrasi sesuai petunjuk pada kemasan.Bercak Bakteri
Bercak bakteri tanaman tomat adalah bakteri Xanthomonas vesicatoria, berkembang pesat terutama pada musim hujan. Serangan ditandai adanya bercak berwarna gelap mengkilap. Pengendalian kimiawi menggunakan bakterisida dari golongan antibiotik dengan bahan aktif kasugamisin, streptomisin sulfat, asam oksolinik, validamisin, atau oksitetrasiklin, atau dari golongan anorganik seperti tembaga. Dosis/konsentrasi sesuai pada kemasan.Bercak Daun Septoria
Penyakit ini disebabkan oleh serangan cendawan Septoria lycopersici. Cendawan menyerang semua fase pertumbuhan. Gejala serangan berupa bercak-bercak berwarna coklat yang akhirnya berubah keabu-abuan pada permukaan daun bagian bawah, tepi daun berwarna hitam. Pengendalian kimiawi menggunakan fungisida sistemik, contoh bahan aktif yang bisa digunakan adalah benomil, metil tiofanat, karbendazim, difenokonazol, atau tebukonazol, dan fungisida kontak berbahan aktif klorotalonil, azoksistrobin, atau mankozeb. Dosis/konsentrasi sesuai pada kemasan.Lunak Bakteri
Penyakit ini disebabkan oleh serangan bakteri Erwinia carotovora. Serangan pada daun ditandai adanya bercak berair disertai perubahan warna daun menjadi kecoklatan, terutama daun segar, serangan pada batang menyebabkan tanaman tomat roboh. Pengendalian kimiawi menggunakan bakterisida dari golongan antibiotik dengan bahan aktif kasugamisin, streptomisin sulfat, asam oksolinik, validamisin, atau oksitetrasiklin, atau dari golongan anorganik seperti tembaga. Dosis/konsentrasi sesuai pada kemasan.Virus
Virus merupakan penyakit yang paling banyak menggagalkan budidaya tomat. Virus tanaman tomat diantaranya ToMV, PVX, TMV dan CMV. Virus merupakan penyakit yang sangat berpotensi menimbulkan kegagalan terutama pada musim kemarau. Gejala serangan umumnya ditandai pertumbuhan tanaman tomat mengerdil, daun mengeriting dan terdapat bercak kuning kebasah-basahan. Penyakit virus sampai saat ini belum ditemukan penangkalnya. Penyakit virus ditularkan dari satu tanaman ke tanaman lain melalui vektor atau penular. Beberapa hama yang sangat berpotensi menjadi penular virus diantaranya thrips, kutu daun, kutu kebul, dan tungau. Manusia dapat juga berperan sebagai penular virus, baik melalui alat-alat pertanian maupun tangan terutama saat perempelan.Beberapa upaya penanganan virus antara lain : membersihkan gulma (gulma berpotensi menjadi inang virus), mengendalikan hama/serangga penular virus, memusnahkan tanaman tomat terserang virus, kebersihan alat dan memberi pemahaman kepada tenaga kerja agar tidak ceroboh saat melakukan penanganan terhadap tanaman tomat.
STRATEGI PENGENDALIAN HAMA DAN PENYAKIT PADA BUDIDAYA TOMAT
Pengendalian hama ulat tanah dan nematoda dilakukan secara bersamaan cukup satu kali pemberian insektisida, yaitu 1gram per lubang tanam.Pengendalian hama ulat grayak, ulat buah, kutu daun, kutu kebul, lalat buah dan penyakit menggunakan pestisida harus dilakukan berseling atau penggantian bahan aktif yang tertera di atas setiap melakukan penyemprotan (jangan menggunakan bahan aktif yang sama secara berturut-turut).
PANEN
Tomat tipe determinite dapat dipanen pada umur 65 hst dan tipe indeterminate umur 75 hst. Buah 25% masak siap untuk dipanen
Budidaya Tanaman Tomat
TOMAT
BAGAIMANA CARA MENANAM TOMAT YANG BAIK?
Tanaman tomat merupakan salah satu jenis tanaman hortikultura bernilai ekonomis tinggi, untuk itu cara menanam tomat yang baik perlu diperhatikan. Cara menanam tomat perlu dilakukan secara intensif agar produksi optimal. Tanaman tomat termasuk komoditas multiguna, selain berfungsi sebagai sayuran dan buah, tomat juga dimanfaatkan sebagai bahan dasar kosmetik serta obat-obatan.Berdasarkan tipe pertumbuhannya, tanaman tomat dibedakan menjadi dua, yaitu determinate dan indeterminate. Tipe determinate memiliki postur tanaman pendek, tandan bunga terletak di setiap ruas batang serta di ujung tanaman. Sedangkan tipe indeterminate, postur tanaman tinggi, tandan bunga terletak berseling di antara 2-3 ruas, ujung tanaman tomat tumbuh pucuk muda. Tanaman tomat tipe indeterminate berbuah besar.
SYARAT TUMBUH TANAMAN TOMAT
Tanaman tomat memerlukan curah hujan antara 100-220 mm/hujan dengan ketinggian tempat optimal 100-1000 mdpl. Intensitas sinar matahari berkisar antara 10-12 jam per hari. Suhu optimal pertumbuhan tanaman tomat berkisar 25-30°C, sedangkan proses pembungaan membutuhkan suhu malam hari 15-20°C. Air sangat dibutuhkan oleh tanaman tomat karena 90% kandungan tomat terdiri dari air. Lokasi penanaman tomat sebaiknya bukan bekas lahan tanaman tomat atau tanaman sefamili. Minimal sudah diberakan selama 2 tahun agar diperoleh hasil optimal.PELAKSANAAN TEKNIS BUDIDAYA TOMAT
Pengukuran pH tanah diperlukan untuk menentukan jumlah pemberian kapur pertanian pada tanah masam atau pH rendah (di bawah 6,5). Pengukuran bisa menggunakan kertas lakmus, pH meter, atau cairan pH tester. Pengambilan titik sampel bisa dilakukan secara zigzag.PELAKSANAAN BUDIDAYA TOMAT
Persiapan Lahan Budidaya Tomat
Persiapan lahan budidaya tomat meliputi pembajakan dan penggaruan tanah, Pembuatan bedengan kasar selebar 110-120 cm, tinggi 40-70 cm dan lebar parit 50-70 cm, pemberian kapur pertanian sebanyak 200 kg/rol mulsa PHP (Plastik Hitam Perak) untuk tanah dengan pH di bawah 6,5, pemberian pupuk kandang fermentasi sebanyak 40 ton/ha dan pupuk NPK 15-15-15 sebanyak 150 kg/rol mulsa PHP, kemudian dilakukan pengadukan/pencacakan bedengan agar pupuk yang sudah diberikan bercampur dengan tanah, persiapan selanjutnya pemasangan mulsa PHP, pembuatan lubang tanam dengan jarak tanam ideal untuk musim kemarau 60 cm x 60 cm sedangkan musim penghujan bisa diperlebar 70 cm x 70 cm, kemudian dilakukan pemasangan ajir. Pemasangan ajir dianjurkan dengan sistem ajir tegak supaya kelembaban tanaman tomat terjaga, masing2 ajir dihubungkan gelagar. Agar serangkaian ajir tersebut menjadi kuat, ajir paling pinggir dan setiap 4 ajir dipasang ajir penguat membentuk sudut ± 45°.Persiapan Pembibitan dan Penanaman Budidaya Tomat
Persiapan pembibitan budidaya tomat membutuhkan rumah atau sungkup pembibitan untuk melindungi bibit muda. Kemudian menyediakan media semai dengan komposisi 20 liter tanah, 10 liter pupuk kandang, dan 150 g NPK halus. Media campuran dimasukkan ke dalam polibag semai. Sebelum melakukan penyemaian benih, sebaiknya benih direndam dalam larutan fungisida sistemik berbahan aktif simokanil atau metalaksil dengan dosis ½ dosis terendah yang dianjurkan pada kemasan selama ± 6 jam, baru kemudian benih disemai di media. Untuk mempercepat perkecambahan benih permukaan media ditutup kain goni (bisa menggunakan mulsa PHP), dijaga dalam keadaan lembab.Pembukaan penutup permukaan media semai dilakukan apabila benih sudah berkecambah, baru kemudian benih disungkup menggunakan plastik transparan. Pembukaan sungkup dimulai jam 07.00-09.00, dibuka lagi jam 15.00-17.00. Umur 5 hari menjelang tanam sungkup harus dibuka secara penuh untuk penguatan tanaman. Penyiraman jangan terlalu basah, dilakukan setiap pagi. Penyemprotan fungisida berbahan aktif simoksanil dan insektisida berbahan aktif imidakloprid dilakukan umur 10 hss (hari setelah semai) dengan dosis ½ dosis terendah. Bibit berdaun sejati 4 helai siap dipindah tanam ke lahan.
PEMELIHARAAN TANAMAN PADA BUDIDAYA TOMAT
Penyulaman Budidaya Tomat
Penyulaman budidaya tomat dilakukan sampai umur tanaman tomat 2 minggu. Tanaman tomat yang sudah terlalu tua apabila masih terus disulam mengakibatkan pertumbuhan tidak seragam. Berpengaruh terhadap pengendalian hama penyakit.Perempelan dan Pengikatan Tanaman Pada Budidaya Tomat
Perempelan tunas samping tanaman tomat dilakukan sampai pembentukan cabang, baik cabang utama, cabang kedua, ketiga dan seterusnya di atas cabang utama. Jadi, di atas cabang utama, cabang dipelihara adalah cabang-cabang produktif. Perempelan tunas samping dilakukan pada semua tunas yang keluar di ketiak daun, baik di bawah cabang utama maupun di bawah cabang-cabang produktif. Perempelan tunas di bawah cabang utama bertujuan memacu pertumbuhan vegetatif tanaman agar tanaman tomat tumbuh kekar, disamping itu juga menjaga kelembaban tanaman tomat saat tanaman sudah dewasa, sedangkan perempelan tunas di bawah cabang-cabang produktif bertujuan menjaga kelembaban tanaman tomat dan mengoptimalkan produksi.Perempelan daun tanaman tomat di bawah cabang utama dilakukan saat tajuk tanaman tomat telah menutupi seluruh daun bagian bawah, saat ini daun sudah tidak berfungsi secara optimal, justru sangat disenangi hama penyakit tanaman. Perempelan daun juga dilakukan bagi daun tua/terserang penyakit.
Sanitasi Lahan dan Pengairan Pada Budidaya Tomat
Sanitasi lahan pada budidaya tomat meliputi : pengendalian gulma/rumput, pengendalian air saat musim hujan sehingga tidak muncul genangan, pemangkasan daun serta pencabutan tanaman tomat terserang hama penyakit.Pengairan diberikan secara terukur, dengan penggenangan atau pengeleban seminggu sekali jika tidak turun hujan. Penggenangan jangan terlalu tinggi, batas penggenangan hanya 1/3 dari tinggi bedengan.
Pemupukan Susulan Pada Budidaya Tomat
Pupuk akar diberikan dengan cara pengocoran pada umur 15 hst, 25 hst dan 35 hst dengan dosis 3kg NPK 15-15-15 dilarutkan dalam 200lt air, untuk 1000 tanaman, tiap tanaman tomat diberikan 200ml.Pupuk daun kandungan Nitrogen tinggi diberikan pada umur 7 hst dan 24 hst, sedangkan pupuk daun kandungan Phospat, kalium dan mikro tinggi diberikan umur 20 hst, 30 hst dan 45 hst. Dosis/konsentrasi penyemprotan sesuai petunjuk pada kemasan.
PENGENDALIAN HAMA DAN PENYAKIT PADA TANAMAN TOMAT
HAMA TANAMAN TOMAT
Ulat Tanah
Ulat tanah tanaman tomat adalah Agrotis ipsilon. Hama jenis ini menyerang tanaman tomat di malam hari, sedangkan siang harinya bersembunyi di dalam tanah atau di balik mulsa PHP. Ulat tanah menyerang batang tanaman muda dengan cara memotongnya, sehingga sering dinamakan ulat pemotong. Cara pengendaliannya dengan pemberian insektisida berbahan aktif karbofuran sebanyak 1gram pada lubang tanam.Ulat Grayak
Ulat grayak tanaman tomat adalah Spodoptera litura. Ulat grayak menyerang daun tanaman tomat bersama-sama dalam jumlah sangat banyak, ulat ini biasanya menyerang di malam hari dengan cara memakan daun dan buah tomat. Gejala pada daun berupa bercak-bercak putih berlubang, sedangkan buahnya ditandai adanya lubang tidak beraturan di setiap permukaan buah. Pengendalian kimiawi menggunakan insektisida berbahan aktif sipermetrin, deltametrin, profenofos, klorpirifos, metomil, kartophidroklorida, atau dimehipo. Dosis/konsentrasi sesuai petunjuk pada kemasan.Ulat Buah
Ulat buah tanaman tomat adalah Heliotis armigera. Bagian tubuh hama ini diselimuti kutil. Ulat menyerang tanaman tomat dengan cara mengebor buah sambil memakannya sehingga buah terserang berlubang. Pengendalian kimiawi menggunakan insektisida berbahan aktif sipermetrin, deltametrin, profenofos, klorpirifos, metomil, kartophidroklorida, atau dimehipo. Dosis/konsentrasi sesuai petunjuk pada kemasan.Kutu Daun
Kutu daun tanaman tomat adalah Myzus persiceae. Kutu mengisap cairan tanaman tomat terutama daun muda, kotorannya berasa manis sehingga menggundang semut. Serangan parah menyebabkan daun mengalami klorosis (kuning), menggulung dan mengeriting, akhirnya tanaman tomat menjadi kerdil. Pengendalian kimiawi menggunakan insektisida berbahan aktif abamektin, tiametoksam, imidakloprid, asetamiprid, klorfenapir, sipermetrin, atau lamdasihalotrin. Dosis sesuai petunjuk pada kemasan.Kutu Kebul
Kutu kebul tanaman tomat adalah Bemisia tabaci. Hama berwarna putih, bersayap dan tubuhnya diselimuti serbuk putih seperti lilin. Kutu kebul menyerang dan menghisap cairan sel daun tanaman tomat sehingga sel-sel dan jaringan daun rusak. Pengendalian kimiawi menggunakan insektisida berbahan aktif abamektin, tiametoksam, imidakloprid, asetamiprid, klorfenapir, sipermetrin, atau lamdasihalotrin. Dosis sesuai petunjuk pada kemasan.Lalat Buah
Lalat buah tanaman tomat adalah Dacus dorsalis. Lalat betina dewasa menyerang buah tomat dengan cara menyuntikkan telurnya ke dalam buah tomat, kemudian telur berubah menjadi larva, telur-telur ini akhirnya menggerogoti buah tomat sehingga buah tomat menjadi busuk. Pengendalian lalat buah dapat menggunakan perangkap lalat (sexpheromone), caranya : metil eugenol dimasukkan botol aqua yang diikatkan pada bambu dengan posisi horisontal, atau dapat pula menggunakan buah-buahan yang aromanya disukai lalat (misal nangka, timun) kemudian dicampur insektisida berbahan aktif metomil. Selain itu, dapat dilakukan penyemprotan menggunakan insektisida berbahan aktif sipermetrin, deltametrin, profenofos, klorpirifos, metomil, kartophidroklorida, atau dimehipo. Dosis sesuai petunjuk pada kemasan.Nematoda
Nematoda tanaman tomat adalah Meloidogyne incognita. Serangan nematoda ditandai adanya bintil-bintil pada akar. Nematoda merupakan cacing tanah berukuran sangat kecil, hama ini merupakan cacing parasit penyerang bagian akar tanaman tomat. Bekas gigitan cacing akhirnya menyebabkan serangan sekunder, seperti layu bakteri, layu fusarium, busuk phytopthora atau cendawan lain penyerang akar. Pengendalian kimiawi menggunakan insektisida berbahan aktif karbofuran sebanyak 1gram pada lubang tanam.PENYAKIT TANAMAN TOMAT
Rebah Semai
Rebah semai tanaman tomat adalah Pythium debarianum. Rebah semai biasa menyerang tanaman tomat pada fase pembibitan dan tanaman muda setelah pindah tanam. Pengendalian kimiawi menggunakan fungisida sistemik berbahan aktif propamokarb hidroklorida, simoksanil, kasugamisin, asam fosfit, atau dimetomorf. Dosis ½ dosis terendah yang tertera pada kemasan.Layu Bakteri
Bakteri penyebab layu tanaman tomat adalah Pseudomonas sp. Penyakit ini sering menggagalkan tanaman, tanaman tomat terserang mengalami kelayuan daun, diawali dari daun-daun muda. Upaya pengendalian antara lain dengan meningkatkan pH tanah, memusnahkan tanaman tomat terserang, melakukan penggiliran tanaman serta penyemprotan kimiawi menggunakan bakterisida dari golongan antibiotik dengan bahan aktif kasugamisin, streptomisin sulfat, asam oksolinik, validamisin, atau oksitetrasiklin. Dosis/konsentrasi sesuai pada kemasan. Sebagai pencegahan, secara biologi berikan trichoderma pada saat persiapan lahan, umur 20hst dan 35 hst dilakukan pengocoran menggunakan pestisida organik pada tanah, contoh super glio, wonderfat. dengan dosis sesuai anjuran pada kemasan.Layu Fusarium
Cendawan penyebab layu tanaman tomat adalah Fusarium oxysporum. Tanaman tomat terserang mengalami kelayuan dimulai daun-daun tua, kemudian menyebar ke daun-daun muda dan menguning. Upaya pengendaliannya dengan meningkatkan pH tanah, memusnahkan tanaman tomat terserang, melakukan penggiliran tanaman serta penyemprotan secara kimiawi menggunakan fungisida berbahan aktif benomil, metalaksil atau propamokarb hidroklorida. Dosis/konsentrasi sesuai pada kemasan. Sebagai pencegahan, secara biologi berikan trichoderma pada saat persiapan lahan, umur 20hst dan 35 hst dilakukan pengocoran dengan pestisida organik pada tanah, contoh super glio, wonderfat. dengan dosis sesuai anjuran pada kemasan.Busuk Phytopthora
Penyakit busuk tanaman tomat adalah Phytopthora infestans. Penyakit ini dapat menggagalkan budidaya tomat karena menyerang semua bagian tanaman. Batang terserang ditandai bercak coklat kehitaman dan kebasah-basahan. Serangan serius menyebabkan tanaman tomat layu. Daun tomat terserang seperti tersiram air panas. Buah terserang ditandai bercak kebasah-basahan yang menjadi coklat kehitaman dan lunak. Pengendalian kimiawi menggunakan fungisida sistemik, contoh bahan aktif yang bisa digunakan adalah metalaksil, propamokarb hidrokloroda, simoksanil atau dimetomorf dan fungisida kontak, contoh bahan aktif yang bisa digunakan adalah tembaga, mankozeb, propineb, ziram, atau tiram. Dosis/konsentrasi sesuai petunjuk pada kemasan.Bercak Bakteri
Bercak bakteri tanaman tomat adalah bakteri Xanthomonas vesicatoria, berkembang pesat terutama pada musim hujan. Serangan ditandai adanya bercak berwarna gelap mengkilap. Pengendalian kimiawi menggunakan bakterisida dari golongan antibiotik dengan bahan aktif kasugamisin, streptomisin sulfat, asam oksolinik, validamisin, atau oksitetrasiklin, atau dari golongan anorganik seperti tembaga. Dosis/konsentrasi sesuai pada kemasan.Bercak Daun Septoria
Penyakit ini disebabkan oleh serangan cendawan Septoria lycopersici. Cendawan menyerang semua fase pertumbuhan. Gejala serangan berupa bercak-bercak berwarna coklat yang akhirnya berubah keabu-abuan pada permukaan daun bagian bawah, tepi daun berwarna hitam. Pengendalian kimiawi menggunakan fungisida sistemik, contoh bahan aktif yang bisa digunakan adalah benomil, metil tiofanat, karbendazim, difenokonazol, atau tebukonazol, dan fungisida kontak berbahan aktif klorotalonil, azoksistrobin, atau mankozeb. Dosis/konsentrasi sesuai pada kemasan.Lunak Bakteri
Penyakit ini disebabkan oleh serangan bakteri Erwinia carotovora. Serangan pada daun ditandai adanya bercak berair disertai perubahan warna daun menjadi kecoklatan, terutama daun segar, serangan pada batang menyebabkan tanaman tomat roboh. Pengendalian kimiawi menggunakan bakterisida dari golongan antibiotik dengan bahan aktif kasugamisin, streptomisin sulfat, asam oksolinik, validamisin, atau oksitetrasiklin, atau dari golongan anorganik seperti tembaga. Dosis/konsentrasi sesuai pada kemasan.Virus
Virus merupakan penyakit yang paling banyak menggagalkan budidaya tomat. Virus tanaman tomat diantaranya ToMV, PVX, TMV dan CMV. Virus merupakan penyakit yang sangat berpotensi menimbulkan kegagalan terutama pada musim kemarau. Gejala serangan umumnya ditandai pertumbuhan tanaman tomat mengerdil, daun mengeriting dan terdapat bercak kuning kebasah-basahan. Penyakit virus sampai saat ini belum ditemukan penangkalnya. Penyakit virus ditularkan dari satu tanaman ke tanaman lain melalui vektor atau penular. Beberapa hama yang sangat berpotensi menjadi penular virus diantaranya thrips, kutu daun, kutu kebul, dan tungau. Manusia dapat juga berperan sebagai penular virus, baik melalui alat-alat pertanian maupun tangan terutama saat perempelan.Beberapa upaya penanganan virus antara lain : membersihkan gulma (gulma berpotensi menjadi inang virus), mengendalikan hama/serangga penular virus, memusnahkan tanaman tomat terserang virus, kebersihan alat dan memberi pemahaman kepada tenaga kerja agar tidak ceroboh saat melakukan penanganan terhadap tanaman tomat.
Strategi Pengendalian Hama dan Penyakit Pada Budidaya Tomat
Pengendalian hama ulat tanah dan nematoda dilakukan secara bersamaan cukup satu kali pemberian insektisida, yaitu 1gram per lubang tanam.Pengendalian hama ulat grayak, ulat buah, kutu daun, kutu kebul, lalat buah dan penyakit menggunakan pestisida harus dilakukan berseling atau penggantian bahan aktif yang tertera di atas setiap melakukan penyemprotan (jangan menggunakan bahan aktif yang sama secara berturut-turut).
PANEN
Tomat tipe determinite dapat dipanen pada umur 65 hst dan tipe indeterminate umur 75 hst. Buah 25% masak siap untuk dipanen.
sumber: http://petunjukbudidaya.blogspot.com/2012/10/cara-praktis-budidaya-tomat.html
Kandungan Buah Tomat
Isi Kandungan Gizi Buah Tomat Masak - Komposisi Nutrisi Bahan Makanan
Informasi Rinci Komposisi Kandungan Nutrisi/Gizi Pada Buah Tomat Masak :
Nama Bahan Makanan : Buah Tomat Masak
Nama Lain / Alternatif : Tomat Merah / Tomat Matang
Banyaknya Buah Tomat Masak yang diteliti (Food Weight) = 100 gr
Bagian Buah Tomat Masak yang dapat dikonsumsi (Bdd / Food Edible) = 95 %
Jumlah Kandungan Energi Buah Tomat Masak = 20 kkal
Jumlah Kandungan Protein Buah Tomat Masak = 1 gr
Jumlah Kandungan Lemak Buah Tomat Masak = 0,3 gr
Jumlah Kandungan Karbohidrat Buah Tomat Masak = 4,2 gr
Jumlah Kandungan Kalsium Buah Tomat Masak = 5 mg
Jumlah Kandungan Fosfor Buah Tomat Masak = 27 mg
Jumlah Kandungan Zat Besi Buah Tomat Masak = 0 mg
Jumlah Kandungan Vitamin A Buah Tomat Masak = 1500 IU
Jumlah Kandungan Vitamin B1 Buah Tomat Masak = 0,06 mg
Jumlah Kandungan Vitamin C Buah Tomat Masak = 40 mg
Khasiat / Manfaat Buah Tomat Masak : - (Belum Tersedia)
Huruf Awal Nama Bahan Makanan : B
Sumber Informasi Gizi : Berbagai publikasi Kementerian Kesehatan Republik Indonesia serta sumber lainnya.
Keterangan :
Riset/penelitian pada Buah Tomat Masak yang berbeda bisa menghasilkan perbedaan hasil yang didapat karena berbagai faktor yang mempengaruhi. Mohon maaf apabila ada kesalahan atau kekurangan pada informasi daftar komposisi bahan makanan Buah Tomat Masak ini. Semoga informasi kandungan gizi/nutrisi Buah Tomat Masak ini bisa bermanfaat untuk kita semua. Terima Kasih.
Khasiat / Manfaat Buah Tomat
Siapa yang tidak kenal tomat? Pasti sudah sangat
familiar. Buah tomat bisa dimakan langsung, dibuat jus, saus tomat,
dimasak, dibuat sambal goreng, atau dibuat acar tomat. Pucuk atau daun
muda bisa disayur. Buah tomat yang umum ada di pasaran bentuknya bulat.
Buah tomat rasanya manis, asam, sifatnya sedikit dingin. Berkhasiat
menghilangkan haus, antiseptik usus, pencahar ringan (laksatif),
menambah nafsu makan dengan cara memperbanyak keluarnya air liur,
merangsang keluarnya enzim lambung, dan melancarkan aliran empedu ke
usus. Daun berkhasiat penyejuk. Penelitian di Amerika, laki-laki yang
mengonsumsi sedikitnya sepuluh porsi buah tomat yang dimasak dalam
seminggu akan menurunkan risiko terkena kanker prostat sampai 45%. Hal
ini dimungkinkan karena adanya likopen, karoten pada tomat yang
dipercaya dapat mencegah timbulnya tumor dan mengurangi resiko terkena
penyakit jantung.
Bahkan ajaibnya saat tomat dimasak terlebih dahulu itu tidak akan menghilangkan kandungan likopennya. Justru tomat akan lebih baik untuk dikonsumsi setelah proses pemasakan, jumlah likopen akan meningkat 10 kali lipat ketika tomat menjadi saus atau pasta tomat.Likopen merupakan bagian dari karotenoid yang larut dalam lemak, namun likopen yang larut di dalam lemak justru sulit diserap oleh tubuh. Karenanya, disarankan mengolah tomat dengan cara direbus atau dikukus.
Manfaat tomat antara lain:
1. Wasir : Rebus beberapa buah tomat yang sudah masak dalam minyak kelapa selama kira-kira sepuluh menit, lalu saring dengan sepotong kain. Setelah dingin, oleskan pada wasirnya.
2. Tekanan darah tinggi, mata merah : Makan buah tomat segar sebanyak 1-2 buah pada waktu pagi hari, sewaktu perut kosong.
3. Memar akibat terbentur : Tim jus tomat yang ditambah dengan air jahe, lalu minum setelah dingin.
4. Luka Bakar : Gunakan irisan tomat segar, atau hancurkan daun tanaman tomat dan diletakkan pada luka atau luka bakar.
5. Radang usus buntu, sakit kuning : Minum jus tomat, sehari tiga kali, masing-masing satu cangkir. Tetap berkonsultasi dengan dokter.
6. Jerawat : Tambahkan 25 ml alkohol 70% pada jus tomat (100 ml), lalu kocok merata. Gunakan campuran untuk menggosok muka yang berjerawat. Lakukan 2-3 kali sehari. atau gunakan sebagai masker, caranya jus tomat dicampur dengan satu sendok teh yogurt tawar. Gunakan masker selama kurang lebih 10 menit lalu bersihkan wajah dengan air.
7. Demam : Pengobatan tradisional Cina membuktikan, tomat mempunyai khasiat pereda demam (antipiretik) dan penawar racun (detoksikan). Cuci tomat masak (tiga buah), lalu potong-potong seperlunya. Lumatkan dalam setengah cangkir air masak dan satu sendok makan madu murni. Peras dan saring, lalu minum. Lakukan tiga kali sehari. Penderita diabetes melitus dilarang menambahkan madu murni agar kadar glukosa darah tidak meningkat.
8. Radang gusi, gusi berdarah : Cuci buah tomat yang sudah masak, lalu makan mentah. Lakukan sehari dua kali, selama kurang lebih satu bulan.
9. Sakit Tenggorokan : buatlah jus tomat dengan air hangat lalu jadikan obat kumur. Tomat sangat baik sebagai anti-inflamasi dan menenangkan.
10. Sariawan, ulkus di rongga mulut : Potong-potong buah tomat yang sudah masak (dua buah), lalu masak dengan ikan segar. Setelah dingin, makan. Lakukan setiap hari selama 1--2 minggu sampai tampak perbaikan.
11. Meningkatkan nafsu makan : Minum jus tomat satu jam sebelum makan.
12. Lemas karena kadar glukosa darah rendah : Minum jus tomat segar.
13. Pencegahan kanker dan jantung : Tomat yang dimasak, seperti direbus, saus tomat, dan tomat yang berada dalam masakan, seperti sup, menyebabkan likopen pada tomat lebih mudah diserap sehingga lebih berkhasiat untuk mencegah kanker prostat dan penyakit jantung.
14. Kesehatan rambut : tomat dijus tanpa air, oleskan jus tomat dari kulit kepala hingga ujung rambut, diamkan 30 menit, keramas dan bilas hingga bersih. manfaatnya Manfaat: Menyeimbangkan PH rambut yang basah, Menghilangkan bau rambut, Menghilangkan bahan kimia dari kolam renang di rambut, Membuat warna rambut lebih berkilau, Mencegah dan menyembuhkan kerontokan. Catatan: Tidak boleh sering dipakai karena tomat menggandung asam, Menggunakan tomat segar terlalu sering akan mengeringkan rambut, Diajurkan 1 kali 2 minggu ketika rambut rusak, Hanya gunakan tomat segar 1 kali dalam 2 bulan ketika rambut sudah sehat
Mungkin selain yang disebutkan di atas masih banyak lagi manfaat tomat, buah yang relatif murah dan mudah didapat ini ternyata menyimpan banyak sekali manfaat untuk kesehatan dan kehidupan sehari-hari. Nah, Clovers sudahkah konsumsi tomat hari ini? Jangan lupa ya, stok tomat yang cukup di kulkas.
Referensi :
http://www.naturindonesia.com/tanaman-obat-indonesia/abjad-awal-t/322-toma.html
http://www.fakultaskedokteran.net/jus-tomat-untuk-mengobati-berbagai.html
http://kesehatan.kompasiana.com/alternatif/2011/11/14/khasiat-tomat-untuk-rambut/
http://tubuhsehat.blogdetik.com/2008/10/02/tomat-dan-khasiatnya/
Bahkan ajaibnya saat tomat dimasak terlebih dahulu itu tidak akan menghilangkan kandungan likopennya. Justru tomat akan lebih baik untuk dikonsumsi setelah proses pemasakan, jumlah likopen akan meningkat 10 kali lipat ketika tomat menjadi saus atau pasta tomat.Likopen merupakan bagian dari karotenoid yang larut dalam lemak, namun likopen yang larut di dalam lemak justru sulit diserap oleh tubuh. Karenanya, disarankan mengolah tomat dengan cara direbus atau dikukus.
Manfaat tomat antara lain:
1. Wasir : Rebus beberapa buah tomat yang sudah masak dalam minyak kelapa selama kira-kira sepuluh menit, lalu saring dengan sepotong kain. Setelah dingin, oleskan pada wasirnya.
2. Tekanan darah tinggi, mata merah : Makan buah tomat segar sebanyak 1-2 buah pada waktu pagi hari, sewaktu perut kosong.
3. Memar akibat terbentur : Tim jus tomat yang ditambah dengan air jahe, lalu minum setelah dingin.
4. Luka Bakar : Gunakan irisan tomat segar, atau hancurkan daun tanaman tomat dan diletakkan pada luka atau luka bakar.
5. Radang usus buntu, sakit kuning : Minum jus tomat, sehari tiga kali, masing-masing satu cangkir. Tetap berkonsultasi dengan dokter.
6. Jerawat : Tambahkan 25 ml alkohol 70% pada jus tomat (100 ml), lalu kocok merata. Gunakan campuran untuk menggosok muka yang berjerawat. Lakukan 2-3 kali sehari. atau gunakan sebagai masker, caranya jus tomat dicampur dengan satu sendok teh yogurt tawar. Gunakan masker selama kurang lebih 10 menit lalu bersihkan wajah dengan air.
7. Demam : Pengobatan tradisional Cina membuktikan, tomat mempunyai khasiat pereda demam (antipiretik) dan penawar racun (detoksikan). Cuci tomat masak (tiga buah), lalu potong-potong seperlunya. Lumatkan dalam setengah cangkir air masak dan satu sendok makan madu murni. Peras dan saring, lalu minum. Lakukan tiga kali sehari. Penderita diabetes melitus dilarang menambahkan madu murni agar kadar glukosa darah tidak meningkat.
8. Radang gusi, gusi berdarah : Cuci buah tomat yang sudah masak, lalu makan mentah. Lakukan sehari dua kali, selama kurang lebih satu bulan.
9. Sakit Tenggorokan : buatlah jus tomat dengan air hangat lalu jadikan obat kumur. Tomat sangat baik sebagai anti-inflamasi dan menenangkan.
10. Sariawan, ulkus di rongga mulut : Potong-potong buah tomat yang sudah masak (dua buah), lalu masak dengan ikan segar. Setelah dingin, makan. Lakukan setiap hari selama 1--2 minggu sampai tampak perbaikan.
11. Meningkatkan nafsu makan : Minum jus tomat satu jam sebelum makan.
12. Lemas karena kadar glukosa darah rendah : Minum jus tomat segar.
13. Pencegahan kanker dan jantung : Tomat yang dimasak, seperti direbus, saus tomat, dan tomat yang berada dalam masakan, seperti sup, menyebabkan likopen pada tomat lebih mudah diserap sehingga lebih berkhasiat untuk mencegah kanker prostat dan penyakit jantung.
14. Kesehatan rambut : tomat dijus tanpa air, oleskan jus tomat dari kulit kepala hingga ujung rambut, diamkan 30 menit, keramas dan bilas hingga bersih. manfaatnya Manfaat: Menyeimbangkan PH rambut yang basah, Menghilangkan bau rambut, Menghilangkan bahan kimia dari kolam renang di rambut, Membuat warna rambut lebih berkilau, Mencegah dan menyembuhkan kerontokan. Catatan: Tidak boleh sering dipakai karena tomat menggandung asam, Menggunakan tomat segar terlalu sering akan mengeringkan rambut, Diajurkan 1 kali 2 minggu ketika rambut rusak, Hanya gunakan tomat segar 1 kali dalam 2 bulan ketika rambut sudah sehat
Mungkin selain yang disebutkan di atas masih banyak lagi manfaat tomat, buah yang relatif murah dan mudah didapat ini ternyata menyimpan banyak sekali manfaat untuk kesehatan dan kehidupan sehari-hari. Nah, Clovers sudahkah konsumsi tomat hari ini? Jangan lupa ya, stok tomat yang cukup di kulkas.
Referensi :
http://www.naturindonesia.com/tanaman-obat-indonesia/abjad-awal-t/322-toma.html
http://www.fakultaskedokteran.net/jus-tomat-untuk-mengobati-berbagai.html
http://kesehatan.kompasiana.com/alternatif/2011/11/14/khasiat-tomat-untuk-rambut/
http://tubuhsehat.blogdetik.com/2008/10/02/tomat-dan-khasiatnya/
Minggu, 23 Juni 2013
Klasifikasi Pepaya
Kingdom: Plantae (Tumbuhan)
Subkingdom: Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
Super Divisi: Spermatophyta (Menghasilkan biji)
Divisi: Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
Kelas: Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil)
Sub Kelas: Dilleniidae
Ordo: Violales
Famili: Caricaceae
Genus: Carica
Spesies: Carica papaya L.
![]() |
| Gambar: Pohon Carica papaya |
Pepaya (Carica papaya)
merupakan tumbuhan yang berbatang tegak dan basah. Pohon pepaya umumnya
tidak bercabang atau bercabang sedikit, tumbuh hingga setinggi 5-10 m
dengan daun-daunan yang membentuk serupa spiral pada batang pohon bagian
atas. permukaan batang pepaya terlihat bekas perlekatan daun. batang
tidak memiliki cabang. arah tumbuh batang tegak lurus.
![]() |
| Gambar: Permukaan batang Carica papaya |
Daunnya berbentuk bulat/bundar (orbicularis),
merupakan daun tunggal bertulang daun menjari dengan tangkai yang
panjang dan berlubang di bagian tengah. Tepi daun bercangap menjari (palmatifidus). Permukaan daun licin (laevis) sedikit mengkilat (nitidus), daging seperti perkamen (perkamenteus).
![]() |
| Gambar: Daun Carica papaya |
Manfaat Carica papaya :
Buah
pepaya dimakan dagingnya, baik ketika muda maupun masak. Daging buah
muda dimasak sebagai sayuran. Daging buah masak dimakan segar atau
sebagai campuran koktail buah. Pepaya dimanfaatkan pula daunnya sebagai
sayuran dan pelunak daging. Daun pepaya muda dimakan sebagai lalap
(setelah dilayukan dengan air panas) atau dijadikan pembungkus buntil.
Oleh orang Manado, bunga pepaya yang diurap menjadi sayuran yang biasa
dimakan. Getah pepaya (dapat ditemukan di batang, daun, dan buah)
mengandung enzimpapain, semacam protease, yang dapat melunakkan daging
dan mengubah konformasi protein lainnya. Papain telah diproduksi secara
massal dan menjadi komoditas dagang. Daun pepaya juga berkhasiat obat
dan perasannya digunakan dalam pengobatan tradisional untuk menambah
nafsu makan.
Langganan:
Postingan (Atom)




